Belajar MBG dari Vietnam, India, dan Brasil: Piring Gizi, Tantangan Pendidikan, dan Taruhan Generasi Masa Depan
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
India memulainya secara nasional sejak 1995. Jauh sebelum kita meributkannya sekarang.
Meski dikelola Kementerian Pendidikan, India menekankan program ini sebagai jaring pengaman sosial.
Tujuannya untuk mengurangi kelaparan anak dan meningkatkan angka pendaftaran sekolah.
India mewajibkan makanan dimasak di sekolah atau di dapur komunitas lokal. Ada kedaulatan lokal. Tidak menggunakan sistem katering terpusat yang besar, tapi memberdayakan jutaan wanita di desa-desa lewat kelompok bantuan mandiri.
Di India, PM POSHAN dipandang sebagai “pelumas” supaya anak mau datang ke sekolah.
“Mesin utamanya” tetap kurikulum dan kualitas guru.
Dengan begitu nutrisi adalah pendukung, bukan pemakan anggaran utama.
MBG di Brasil
Kalau Índia punya PM POSHAN, Brazil punya PNAE (Programa Nacional de Alimentação Escolar). Ini bukan program kemarin sore, Brasil sudah memulainya sejak 1955.
Sudah sangat senior. Bahkan sejak 1988, hak atas makan siang di sekolah ini dimasukkan ke dalam konstitusi mereka.
Artinya makan siang itu bukan “hadiah" dari pemerintah. Tapi hak rakyat yang dijamin hukum tertinggi.
Ada satu hal dari Brasil yang membuat para intelektual dunia angkat topi. Mereka punya aturan yang sangat "galak". Namanya Undang-Undang No. 11.947/2009. Isinya pemberdayaan petani lokal lewat aturan 30 persen.
Pasal 14 mewajibkan minimal 30 persen dari dana federal yang dialokasikan PNAE digunakan untuk membeli produk langsung dari pertanian keluarga dan pengusaha pedesaan lokal.
Ini kunci keberhasilan mereka. Pemerintah Brasil tak mau uang rakyat yang triliunan itu hanya lari ke perusahaan katering raksasa.
Mereka tak mau uang tersebut cuma berputar di lingkaran elit penguasa atau orang dalam di ibu kota. Uang itu harus menetes sampai ke kebun-kebun petani di desa.
Hasilnya, program PNAE ini jadi mesin penggerak ekonomi desa. Petani punya pembeli tetap yakni sekolah. Anak-anak juga dapat makanan segar, bukan makanan kaleng atau olahan pabrik penuh pengawet.
Di Brasil, program MBG-nya dikelola desentralisasi. Pemerintah federal lewat Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (FNDE), mengalokasikan dan mentransfer anggaran langsung ke negara bagian dan kotamadya.
Load more