GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bantu Timnas China Lolos Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia, Kiper Singapura Dapat Uang Miliaran, Tak Disangka...

Kiper Timnas Singapura, Hassan Sunny sempat menjadi perbincangan setelah dirinya tiba-tiba menjadi seorang miliarder usai berhasil menjegal langkah Thailand.
Jumat, 5 Juli 2024 - 00:28 WIB
Kiper Singapura, Hassan Sunny
Sumber :
  • instagram/@hassansunny18

tvOnenews.com - Kiper Timnas Singapura, Hassan Sunny sempat menjadi perbincangan setelah dirinya tiba-tiba menjadi seorang miliarder usai berhasil menjegal langkah Thailand di laga terakhir putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Momen itu terjadi setelah Hassan Sunny secara tidak langsung berhasil membantu Timnas China melaju ke putaran ketiga babak kualfikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kala itu, Timnas China dan Thailand berjuang untuk memperebutkan satu tiket terakhir ke putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di grup C.


Singapura vs Thailand (sumber: FA Singapore)

Pada laga terakhir, China harus kalah dari Korea Selatan yang memuncaki klasemen dengan skor 1-0.

Hasil itu pun memberikan asa untuk Tim Nasional Thailand untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.

Thailand sebenarnya berhasil meraih kemenangan di laga terakhir atas Singapura, namun sayang kemenangan 3-1 atas The lions masih belum bisa menggeser China di peringkat kedua.

Pasalnya, di klasemen akhir grup c China dan Thailand sama-sama mengoleksi 8 poin dan juga selisih gol yang sama.

Alhasil peringkat kedua grup c harus ditentukan lewat head to head antara kedua tim dimana China lebih unggul daripada Thailand.


Kiper Singapura, Hassan Sunny (sumber: FA Singapore)

Pasalnya, China berhasil mencuri 3 poin saat bertandang ke markas Thailand di laga perdana putaran kedua.

Sementara itu, pada laga kelima grup C Thailand hanya berhasil bermain imbang atas China 1-1.

Keberhasilan Singapura menjegal langkah Thailand dan memuluskan perjalan China ke fase selanjutnya pun mendapat apresiasi dari pendukung negeri tirai bambu itu.

Salah satunya dirasakan oleh Hassan Sunny yang berhasil menjaga gawangnya kebobolan lebih banyak di laga terakhir tersebut.

Bagaimana tidak, Hassan Sunny yang diketahui memiliki kedai makanan di Singapura tiba-tiba banyak didatangi pengunjung yang diketahui merupakan para penggemar Timnas China.


Kiper Singapura, Hassan Sunny (sumber: instagram/@hassansunny18)

Bukan hanya itu, mengutip dari laman Asia One, salah satu pengunjung kedai makanan nya bahkan membagikan Qr code yang ada di tempat makan miliknya dan menyebarkannya di media sosial.

Hal ini membuat penggemar China yang tak bisa datang ke warung justru mengirim uang ke Hassan Sunny melalui QR Code tersebut.

Hassan Sunny pun akhirnya buka suara tentang uang yang didapatkan dari apresiasi penggemar Timnas China kepadanya.

Dirinya mengatakan jika uang yang ia terima tidak mencapai miliaran seperti kabar yang beredar.

"Jika saya benar mendapatkan jumlah besar tersebut, saya tidak akan datang latihan lagi," kata Hassan Sunny. 

"Apalagi di tempat seperti Singapura, tentu tidak mungkin dimana semuanya ada di atas hitam dan putih," kata Hassan Sunny. 

Bahkan Kiper utama Timnas Singapura itu juga sempat memberika pernyataan kepada para penggemar China untuk tak mengirimi dia uang lagi. 

Bukan tanpa alasan, kabarnya QR Code tersebut sudah disalahgunakan karena adanya indikasi penipuan yang mengatasnamakan warungnya. 

"Beberapa hari ini saya merasa luar biasa karena saya tidak pernah mengalami hal ini. Saya mendapatkan banyak pesan apresiasi dan bahkan mereka memanggil saya ayah hingga dewa," kata Hassan Sunny. 

Kiper Singapura Sumbangkan Uang dari Fans China ke Muhammadiyah


Kiper Singapura, Hassan Sunny (sumber: FA Singapore)

Terbaru, melansir dari laman CNA, Hassan Sunny kabarnya menyumbangkan uang yang didapatkan dari para penggemar China ke Muhammadiyah Welfare Home (Panti Sosial Muhammadiyah) pada Selasa (2/7/2024).

Disebutkan jika Hassan menyumbangkan total 10 ribu dolar Singapura untuk Panti Sosial Muhammadiyah.

"Saya duduk bersama keluarga saya ketika saya menyadari, sebenarnya, ini bukan uang saya. Ini adalah sumbangan dan saya pikir yang dapat saya lakukan dengan ini adalah memberikan kembali kepada masyarakat" terang Hassan Sunny.

Sunny sendiri menolak untuk mengungkapkan berapa angka pasti yang dirinya dapatkan dari sumbangan para fans Timnas China itu.

"Kami harus berhati-hati - untuk benar-benar memikirkan kemana saya harus menyumbang," kata Hassan.

Bahkan Hassan Sunny juga mengatakan jika keputusan untuk menyumbangkan uang tersebut ke Muhammadiyah Welfare Home merupakan keputusan yang sangat mudah baginya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam artikel tersebut dijelaskan jika panti sosial tersebut merupakan tempat bagi anak laki-laki berusia 10 hingga 19 tahun yang diterima berdasarkan perintah perawatan dan perlindungan oleh lembaga-lembaga seperti pengadilan maupun Kementerian Sosial & Pembangunan Keluarga di Singapura.

(hfp/akg)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Kirab budaya akan dimulai dari Kiara Artha Park dengan melintasi Jalan Jakarta, bawah Flyover Supratman, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, hingga Gedung Sate.
Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tetap berjalan normal meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa aparat negara bekerja menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas harus menjunjung hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT