News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Malaysia Lega Bukan Main usai 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Lepas Sementara dari Hukuman FIFA

Media Malaysia mengungkap rasa leganya setelah tujuh pemain naturalisasi ilegal bisa kembali bermain. Sanksi FIFA terhadap mereka telah resmi ditangguhkan.
Selasa, 27 Januari 2026 - 11:36 WIB
Pemain Timnas Malaysia
Sumber :
  • Instagram - Malaysia NT

 

Jakarta, tvOnenews.com - Media Malaysia mengungkap rasa leganya setelah tujuh pemain naturalisasi ilegal bisa kembali bermain. Sanksi FIFA terhadap mereka telah resmi ditangguhkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FIFA telah menjatuhkan hukuman kepada ketujuh pemain naturalisasi ilegal Malaysia pada September 2025 lalu. Mereka adalah Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, and Héctor Hevel.

Hukuman tersebut adalah larangan untuk berpartisipasi di kancah sepak bola dalam bentuk apa pun. Para pemain ini bahkan tidak bisa berlatih bersama klubnya masing-masing.

Namun, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) bersikeras untuk mengajukan banding. FIFA sudah mengambil keputusan bulat, namun FAM masih bisa membawa permasalahan ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Pada Senin (26/1/2026) malam kemarin, FAM telah mengumumkan bahwa ketujuh pemain naturalisasi ilegal bisa kembali beraktivitas. Sebab, hukuman FIFA ditangguhkan untuk sementara.

Itu artinya mereka bisa beraktivitas lagi di kancah sepak bola. Namun, hanya hingga CAS mengambil keputusan final mengenai masalah ini.

“Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ingin menginformasikan bahwa Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah mengabulkan permohonan penangguhan eksekusi yang diajukan oleh tujuh pemain tim nasional, yaitu Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal dan Héctor Hevel,” demikian pernyataan resmi dari FAM.

“Keputusan ini berarti bahwa larangan berpartisipasi dalam semua aktivitas sepak bola selama 12 bulan yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya ditangguhkan sementara, dan mereka diizinkan untuk melanjutkan karier mereka dan berpartisipasi dalam aktivitas terkait sepak bola apa pun hingga keputusan akhir atas banding di CAS dibuat,” tambah pernyataan tersebut.

Keputusan ini sedikit melegakan untuk sepak bola Malaysia. Makan Bola mengatakan bahwa para fans Malaysia bisa sedikit bernapas lega.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perkembangan ini tentu akan melegakan para penggemar sepak bola lokal yang sebelumnya khawatir tentang masa depan ketujuh pemain legendaris tersebut, sambil menunggu keputusan akhir CAS yang akan menentukan arah sebenarnya dari kasus ini,” demikian ulasan Makan Bola.

Keputusan ini belum tentu berdampak kepada Timnas Malaysia. Sebab, jeda internasional berikutnya akan digelar di bulan Maret, yang berarti lebih dari sebulan lagi. (rda)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Cole Palmer, Inikah Rekrutan Satu-satunya Manchester United di Bursa Transfer Januari?

Bukan Cole Palmer, Inikah Rekrutan Satu-satunya Manchester United di Bursa Transfer Januari?

Manchester United dikabarkan akan menyelesaikan perekrutan satu-satunya di bursa transfer Januari ini. Namun, sosok tersebut bukanlah Cole Palmer, sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya.
Operasional KA di Daop 9 Aman Pascagempa di Pacitan

Operasional KA di Daop 9 Aman Pascagempa di Pacitan

Gempa yang mengguncang Pacitan, tyidak mengganggu aktivitas perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember.
Resmi! Ini Rekrutan Terbaru Inter Milan di Bursa Transfer Musim Dingin, Permata Muda Eropa asal Kroasia Berusia 17 Tahun

Resmi! Ini Rekrutan Terbaru Inter Milan di Bursa Transfer Musim Dingin, Permata Muda Eropa asal Kroasia Berusia 17 Tahun

Klub Liga Italia, Inter Milan kembali membuat gebrakan di bursa transfer dengan meresmikan perekrutan salah satu talenta muda asal Kroasia, Leon Jakirovic.
Wamenkeu II Masih Abu-Abu, Purbaya Ambil Alih Pajak–Bea Cukai demi Kejar Penerimaan Negara

Wamenkeu II Masih Abu-Abu, Purbaya Ambil Alih Pajak–Bea Cukai demi Kejar Penerimaan Negara

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ambil alih langsung DJP dan Bea Cukai meski posisi Wamenkeu II masih kosong demi kejar penerimaan dan tekan defisit.
Belajar dari Australia: Perlindungan Anak di Ruang Digital Tidak Cukup dengan Larangan Usia

Belajar dari Australia: Perlindungan Anak di Ruang Digital Tidak Cukup dengan Larangan Usia

Meski diiringi laporan penonaktifan akun dalam jumlah besar, lebih dari satu bulan sejak diterapkan, kebijakan tersebut menunjukkan berbagai tantangan serius dalam efektivitas, penegakan, serta dampak sosialnya.
Tok! DPR Setujui Polisi Bisa Duduki Jabatan Sipil, Aturannya Masuk Revisi UU Polri

Tok! DPR Setujui Polisi Bisa Duduki Jabatan Sipil, Aturannya Masuk Revisi UU Polri

Ketentuan tersebut akan dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Polri.
background

Pekan ke-19

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berikan penjelaskan soal surat tanah lama, seperti girik yang segera tidak berlaku lagi.
Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Diketahui, pemenuhan panggilan pemeriksaan ini dilakukan sebagai saksi meringankan, atas permintaan dari tersangka Roy Suryo Dkk.
Misteri Tewasnya Janda di Ponorogo: Luka Robek di Kepala dan Anak yang Menghilang dari Rumah

Misteri Tewasnya Janda di Ponorogo: Luka Robek di Kepala dan Anak yang Menghilang dari Rumah

Kabar duka sekaligus mengerikan datang dari Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Seorang janda bernama Nur Aini (55) ditemukan tidak bernyawa di dalam kediamannya pada Senin (26/1). 
Viral Penjual Es Gabus Dituding Pakai Bahan Spons, Aparat TNI-Polri Akui Terlalu Cepat Ambil Kesimpulan, Langsung Minta Maaf ke Kakek Sudrajat

Viral Penjual Es Gabus Dituding Pakai Bahan Spons, Aparat TNI-Polri Akui Terlalu Cepat Ambil Kesimpulan, Langsung Minta Maaf ke Kakek Sudrajat

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan dua aparat TNI-Polri yang menuding es gabus yang dijual seorang pedagang berisikan spons. 
Terungkap, Penyebab Ressa Rizky Rossano Tiba-tiba Mengetahui Asal-Usul Dirinya sebagai Anak Denada

Terungkap, Penyebab Ressa Rizky Rossano Tiba-tiba Mengetahui Asal-Usul Dirinya sebagai Anak Denada

Terungkap penyebab Ressa Rizky Rossano mengetahui asal-usul dirinya sebagai anak Denada, berawal dari pengakuan keluarga dan pencarian kebenaran sejak kecil.
Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Persib kembali membuat kejutan besar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Media Prancis sorot tajam keputusan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung.
Fakta-fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Ternyata Hoaks, Berujung Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Fakta-fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Ternyata Hoaks, Berujung Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, jajanan pasar yang sempat diduga terbuat dari spons tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT