Super League Jeda Sebulan, Mauricio Souza Blak-blakan Ogah Ketemu Pemain Persija Usai Hadapi PSIM
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan pernyataan mengejutkan usai duel kontra PSIM Yogyakarta pada Jumat (28/11). Juru taktik asal Brasil itu menegaskan dirinya tidak ingin bertemu dengan para pemain Macan Kemayoran dalam waktu dekat.
Persija baru saja meraih kemenangan 2-0 atas PSIM dalam pekan ke-14 Super League 2025/2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (28/11/2025).
Selepas laga, Souza memberikan komentar yang cukup mengejutkan. Terutama terkait hal yang akan dilakukan skuad asuhannya selama masa jeda kompetisi.
Alih-alih membahas evaluasi intens secara personal, Souza mengaku memilih rehat sejenak dari rutinitas tim demi menuntaskan rindu kepada keluarga. Ia menegaskan keputusan tersebut bukan bentuk ketidakharmonisan internal, melainkan kebutuhan emosional yang wajar usai melewati rangkaian jadwal padat.
Jeda pertandingan yang cukup lama memang menjadi ruang bagi setiap individu di klub untuk mengambil napas lebih panjang. Setelah menghadapi PSIM, Persija diketahui tidak akan bertanding hingga 22 Desember 2025 saat bertemu Semen Padang.
Momen tersebut sekaligus menandai liburnya kompetisi Super League karena bersamaan dengan gelaran SEA Games 2025. Masa istirahat ini memang sudah direncanakan sejak jauh hari oleh operator liga.
Super League berhenti sementara demi mendukung keikutsertaan Timnas Indonesia U-22 di pesta olahraga Asia Tenggara. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan klub untuk melepas pemain kembali ke keluarga atau kampung halaman masing-masing.
Souza mengakui masa rehat ini menjadi momentum penting untuk menyeimbangkan aspek teknis dan psikologis skuad kebanggaan ibu kota. Ia mengatakan membutuhkan waktu untuk melihat kembali dinamika kompetisi sebelum kembali fokus memimpin tim.
Namun untuk saat ini, fokus utamanya adalah keluarga yang selama ini menjadi sumber kekuatan terbesar. Ia bahkan blak-blakan mengaku ogah bertemu para pemain selama jeda kompetisi.
“Setelah ini saya belum tahu. Tapi jujur, sekarang saya sedang tidak mau ketemu pemain. Saya mau bertemu keluarga,” ucap Souza dalam konferensi pers seusai pertandingan Persija vs PSIM.
Meski memilih pulang untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih, Souza memastikan dirinya tidak sekadar melepas pemain begitu saja. Ia tetap memberi arahan dan meminta komunikasi terbuka dari seluruh skuad.
Baginya, libur bukan berarti menghilang dari tanggung jawab profesional di klub berjuluk Macan Kemayoran itu. Ia yakin para pemainnya tetap menjalankan program individu selama masa jeda.
“Terserah mereka mau ke mana sekarang, yang penting bilang ke saya,” kata eks pelatih Madura United tersebut.
Komentar itu menegaskan bahwa ia ingin setiap rencana personal pemain tersampaikan agar pemantauan tetap berjalan. Souza juga menyoroti kondisi beberapa pemain yang belum membawa keluarga ke ibu kota, sehingga pulang kampung bisa menjadi pelepas beban psikologis yang efektif.
“Tapi setelah bertemu lagi, mereka harus kembali fokus. Ada beberapa pemain yang tidak bawa keluarga, pasti mereka akan pulang kampung dan itu bagus untuk mereka,” ujar Souza menambahkan.
Dari penjelasannya, terlihat bahwa Souza memberi perhatian besar pada keseimbangan mental pemain. Ia menilai kesempatan pulang penting, tetapi fokus kompetitif harus kembali ketika tim berkumpul lagi. Itu menjadi syarat mutlak dalam standar profesional yang tengah ia bangun.
Sorotan terhadap sikap tegas tersebut menunjukkan bahwa Souza ingin menyelaraskan kebutuhan personal dan disiplin klub. Ia berharap momentum rehat ini menjadi energi positif, bukan justru distraksi berkepanjangan.
Dalam peta persaingan sementara, performa Persija tetap menjadi sorotan di papan atas. Klub yang selalu didukung penuh oleh Jakmania itu kini menempati posisi kedua dengan 29 poin.
Peringkat tersebut terbilang cukup aman dan memberi sinyal bahwa arah permainan tim sudah berada di jalur tepat. Persija pun masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisi di jalur perburuan gelar musim ini.
Ancaman datang dari Persib Bandung yang berada satu tingkat di bawah, namun masih memiliki tabungan tiga laga. Saat ini Persib baru mengoleksi 22 poin dan menempati posisi ketiga, sehingga peta persaingan masih jauh dari kata aman atau final.
(igp/sub)
Load more