Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - AFC resmi kembali mengumumkan hasil sidang Komite Disiplin dan Etik pada Senin (9/3/2026). Apakah sanksi untuk Persib Bandung pasca kericuhan di laga kontra Ratchaburi sudah diumumkan?
Ketegangan mewarnai laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2) saat Persib Bandung menghadapi Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Pertandingan yang berlangsung sengit itu tidak hanya menghadirkan drama di atas lapangan, tetapi juga memicu insiden yang terjadi setelah laga usai.
Persib Bandung sebenarnya berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 dalam pertandingan tersebut. Namun hasil itu belum cukup untuk membawa Maung Bandung melaju ke babak selanjutnya karena secara agregat mereka harus mengakui keunggulan Ratchaburi FC dengan skor 1-3.
Satu-satunya gol Persib tercipta pada menit ke-39 melalui aksi Andrew Jung di dalam kotak penalti. Penyerang tersebut sukses memaksimalkan peluang yang tercipta di depan gawang lawan dan membawa timnya unggul sebelum turun minum.

- Instagram @persib
Dukungan penuh dari Bobotoh membuat atmosfer pertandingan terasa sangat hidup sejak awal laga. Persib tampil menekan dan berusaha membongkar pertahanan tim tamu demi mengejar ketertinggalan agregat.
Meskipun tampil agresif sepanjang pertandingan, kemenangan itu tetap tidak cukup untuk menyelamatkan langkah Persib di kompetisi Asia musim ini. Hasil agregat membuat wakil Thailand tersebut berhak melangkah ke babak berikutnya.
Sejak awal pertandingan, tensi laga memang sudah terasa tinggi di dalam stadion. Situasi semakin memanas setelah sejumlah keputusan kontroversial diambil oleh wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al-Shamrani.
Salah satu momen yang memicu protes keras adalah saat gol Persib dianulir oleh sang pengadil lapangan. Keputusan tersebut membuat pemain dan suporter tuan rumah mempertanyakan kepemimpinan wasit.

- AFC
Tak hanya itu, kartu merah yang diberikan kepada Uilliam Barros juga memancing reaksi dari kubu Persib. Keputusan tersebut dianggap semakin memperkeruh suasana pertandingan yang sebelumnya sudah panas.
Ketegangan mencapai puncaknya setelah peluit panjang dibunyikan. Beberapa oknum suporter dilaporkan masuk ke area lapangan dan berusaha mendekati wasit yang memimpin pertandingan.
Petugas keamanan bersama panitia pelaksana segera mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi. Wasit pun langsung diamankan dan dievakuasi demi menghindari potensi kericuhan yang lebih besar.
Selain aksi invasi lapangan, pertandingan tersebut juga diwarnai pelemparan petasan dan botol dari tribun penonton. Insiden itu membuat suasana di stadion semakin tidak kondusif.

- X @@Mah5Utari
Melihat kondisi yang memanas, para pemain serta ofisial Ratchaburi FC memilih segera meninggalkan lapangan menuju ruang ganti. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan seluruh anggota tim.
Peristiwa tersebut sempat memunculkan kekhawatiran bahwa Persib Bandung akan mendapatkan sanksi dari AFC. Insiden di GBLA juga membuat banyak pihak bertanya-tanya soal sanksi apa yang diberikan AFC kepada Maung Bandung.
Pada Senin (9/3/2026), AFC kembali merilis hasil sidang Komite Disiplin dan Etik. Dalam dokumen yang tertera di situs resminya, belum ada sanksi untuk Pangeran Biru.
AFC justru menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Uzbekistan atas pelanggaran yang terjadi di pertandingan Piala Asia Putri 2026. Laga yang dimaksud yaitu Timnas Putri Uzbekistan menghadapi China pada 6 Maret 2026.
Dalam laga itu, terjadi pelanggaran Pasal 53 Kode Disiplin dan Etik AFC yang dilakukan Timnas Putri Uzbekistan. Di pertandingan itu, ada enam pemain yang mendapat kartu kuning.
Oleh karena itu, Federasi Sepak Bola Uzbekistan dijatuhi sanksi berupa denda sebesar USD 3.000 atau setara dengan Rp50 juta.
Load more