GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

I.League Beri Peringatan Keras Jelang Musim Depan, Klub Super League yang Tak Main di Kota Sendiri Bisa Kena Pengurangan Poin

I.League memberi sinyal keras bagi klub Super League yang tak memenuhi aturan kandang, termasuk potensi memulai musim dengan poin minus dari operator kompetisi.
Rabu, 13 Mei 2026 - 19:54 WIB
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Jakarta, tvOnenews.com - I.League mulai memberi sinyal tegas kepada klub-klub Super League soal kewajiban bermain di stadion yang sesuai dengan administrasi dan lisensi klub. Aturan ini bisa menjadi perhatian serius bagi klub yang selama ini masih memakai stadion di luar wilayah domisili atau berpindah-pindah kandang.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa penggunaan stadion tidak bisa sekadar berdasarkan kesiapan venue semata. Menurutnya, ada aspek administratif, domisili klub, hingga pelaporan regional yang harus menjadi dasar sebelum klub memainkan laga kandang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Iya, ada kan dalam domisilinya itu, ada proses administrasi secara regional didaftarkan, ada domisili, ada kaitannya juga dengan lapor dengan Asprov setempat, maka itu menjadi landasan kita untuk klub memainkan stadion sesuai dengan yang didaftarkan di klub lisensi," kata Asep Saputra di Jakarta pada Rabu (13/5/2026).

Pernyataan itu menjawab pertanyaan soal kemungkinan PSM Makassar tetap bermain di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, atau harus kembali ke Makassar. Dalam beberapa musim terakhir, Juku Eja memang tidak bermain di Makassar.

PSM Makassar vs Persita Tangerang di pekan ke-24 Super League
PSM Makassar vs Persita Tangerang di pekan ke-24 Super League
Sumber :
  • Instagram @psm_makassar

Asep tidak secara spesifik menyebut PSM harus pindah ke Makassar, tetapi ia menekankan bahwa stadion yang dipakai harus sesuai dengan yang didaftarkan dalam proses lisensi klub. 

Manual Kompetisi 2025/2026 juga mengatur bahwa klub wajib memainkan pertandingan di stadion yang telah disetujui PSSI dan/atau I.League, serta mendaftarkan stadion utama dan alternatif. 

Situasi ini membuat aturan kandang klub kembali menjadi sorotan, terutama bagi tim yang memiliki kendala infrastruktur di daerah asalnya. Salah satu contoh yang ikut dibahas adalah PSBS Biak, klub yang musim ini beberapa kali harus memainkan laga kandang jauh dari Biak.

Saat ditanya apakah klub asal Biak harus kembali bermain di daerah asalnya jika tetap berada di kasta tertinggi musim depan, Asep menjawab dengan tegas. 

PSBS Biak
PSBS Biak
Sumber :
  • Instagram - PSBS Biak

“Iya, dia harus pulang,” kata Asep.

Asep kemudian membuka kemungkinan adanya sanksi jika klub tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut. 

“Kalau pun tidak bisa, pasti kan ada sanksi,” ujarnya.

Sanksi yang dimaksud bukan sekadar teguran administratif, melainkan bisa berdampak langsung ke posisi klub di klasemen musim berikutnya. Asep menyebut ada potensi klub memulai kompetisi dengan pengurangan poin jika gagal memenuhi regulasi.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

“Memulai kompetisi dengan poin minus. Bisa jadi. Potensi ya,” lanjutnya.

Kasus PSBS Biak menjadi semakin menarik karena klub tersebut juga tersangkut hasil club licensing I.League musim 2025/2026. Dalam laporan terbaru, PSBS disebut menjadi satu-satunya klub yang tidak lolos proses national licensing karena ada kriteria wajib yang tidak terpenuhi.

Asep sebelumnya juga menyebut klub yang gagal memenuhi ketentuan lisensi bisa mendapatkan konsekuensi berupa pengurangan poin. Namun, ia menegaskan masih ada fase banding sebelum sanksi tersebut benar-benar diterapkan.

Di sisi lain, aturan stadion ini tidak berarti I.League menutup mata terhadap kondisi darurat. Asep memberi contoh laga besar Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang akhirnya dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda.

Persija Jakarta Vs Persib Bandung
Persija Jakarta Vs Persib Bandung
Sumber :
  • Instagram - Persija Jakarta

Laga Persija kontra Persib pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 memang dipastikan I.League tidak dapat digelar di Jakarta sesuai rencana awal. Operator kompetisi kemudian menetapkan pertandingan tetap digelar pada 10 Mei 2026 di Stadion Segiri, Samarinda, dengan pertimbangan keamanan dan padatnya agenda nasional. 

Ketika ditanya apakah laga Persija melawan Persib di Samarinda masuk kategori force majeure, Asep membenarkannya. Menurutnya, situasi saat itu tidak memungkinkan laga tetap dipaksakan di lokasi awal.

“Ya karena kalau enggak Force Majeure atau situasi memang tak terhindarkan,” lanjutnya.

Asep menjelaskan, perubahan venue dalam waktu sangat mepet tentu bukan kondisi ideal bagi operator kompetisi maupun klub. Namun, jika situasi di lapangan tidak memungkinkan, keputusan pemindahan venue menjadi jalan yang harus diambil.

“Tidak mungkin juga di sisa 4 hari kita baru pindah. Jadi itu juga salah satu yang juga fakta di lapangan,” tambahnya.

Dengan pernyataan tersebut, I.League tampak ingin membedakan antara kondisi darurat dan ketidakmampuan klub memenuhi kewajiban stadion sejak awal musim. Artinya, klub masih bisa mendapat toleransi jika ada keadaan tidak terhindarkan, tetapi tidak bisa terus-menerus menjadikan kendala stadion sebagai alasan.

Regulasi ini bisa menjadi alarm bagi klub-klub Super League maupun klub promosi musim depan. Selain harus membangun skuad yang kompetitif, klub juga wajib memastikan aspek lisensi, domisili, keamanan stadion, hingga izin penyelenggaraan pertandingan benar-benar beres.

Jika tidak, ancamannya bisa sangat berat karena menyentuh langsung perolehan poin di klasemen. Klub yang gagal memenuhi ketentuan bukan hanya terancam kehilangan keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi juga bisa memulai musim dengan posisi tertinggal dari para pesaingnya. (fan)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Trending Topic: Dedi Mulyadi Bawa Kabar Gembira, Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat, hingga Omongan Khabib Nurmagomedov Terbukti

Trending Topic: Dedi Mulyadi Bawa Kabar Gembira, Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat, hingga Omongan Khabib Nurmagomedov Terbukti

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari kebiajakan baru Dedi Mulyadi hingga omongan Khabib Nurmagomedov.
Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026 sektor ganda campuran yang pertemukan pasangan Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo.
Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Tren nature lifestyle kini juga semakin dekat dengan generasi muda. Jika sebelumnya tanaman identik dengan aktivitas orang tua atau penghobi tertentu, kini tanaman menjadi
KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

Pemuda Katolik akan melaksanakan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 bertema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan”.
Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Penanganan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki babak baru. 
Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI menyita perhatian publik usai sorotan viral mengenai keputusan dewan juri menganulir jawaban seorang peserta.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT