Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas
- Instagram/@persija
Ia datang ke Indonesia berstatus sebagai warga negara asing (WNA). Klub Indonesia yang pertama kali dibela sebenarnya bukan Persija, melainkan PSM Makassar.
Selepas itu, ia pindah ke Persija Jakarta pada 2000. Keyakinan Luciano membawa Macan Kemayoran juara sangat besar.
Mantan pelatih Persipura Jayapura itu tidak menyangka bisa merasakan atmosfer sepak bola yang luar biasa. Bagian ini membuat ia selalu jatuh cinta terhadap Jakmania.
"Bersama Persija, saya merasakan atmosfer luar biasa, memenangkan gelar, mencetak sejarah, dan mendapatkan cinta yang tidak akan pernah saya lupakan dari Jakmania," jelasnya.
Dukungan Jakmania dari tribun, kata Luciano, hal itu yang mendorong dirinya menunjukkan sebagai playmaker bekelas. Antusiasnya pun terwujud membuat Persija juara pada musim 2001.
"Dukungan, semangat, dan loyalitas kalian selalu memiliki tempat spesial di hati saya. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk klub ini dengan kerja keras, dedikasi, dan rasa hormat terhadap jersey Persija," tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, pria berusia 60 tahun itu memutuskan gantung sepatu. Ia menggeser profesinya di dunia pelatih.
Diketahui, Luciano mengawali karier sebabgai pelatih saat bersasma Persma 1960 Manado pada 2007. Namun, kepiawaiannya kala itu hanya singkat lantaran bermasalah pada lisensi kepelatihan.
Kemudian, Luciano menjadi pelatih PSMS Medan selama tiga bulan sebelum menjabat sebagai Direktur Teknik.
Pada 2016, Luciano Leandro kembali ke klub lamanya. Ia resmi menjadi pelatih PSM Makassar sebelum memegang Persipua Jayapura pada Liga 1 2019.
Hingga saat ini, pria kelahiran 1 Februari 1966 tersebut mengaku senang menghadapi tantangan besar di dunia pelatih. Hal itu sebagai upaya dirinya menjaga profesionalitas di olahraga sepak bola.
Antusias Kembali Bawa Persija Jakarta Juara
Ia mengaku senang jika dipanggil dengan status pelatih Persija. Baginya, hal itu menjadi tantangan besar untuk membawa Macan Kemayoran kembali ke masa kejayaannya.
Sebab, Persija terakhir kali kembali mendapatkan gelar juara pada musim 2018. Hasil tersebut didapatkan setelah memutus kebuntuan sejak 2001.
"Hari ini, dalam perjalanan baru saya di dunia sepak bola, saya terus mempersiapkan diri untuk tantangan besar sebagai pelatih dan profesional sepak bola. Saya tidak pernah menyembunyikan satu hal, saya memiliki keinginan yang sangat besar untuk suatu hari kembali bekerja di Persija, membantu klub ini meraih lebih banyak kesuksesan dan prestasi," paparnya.
Load more