Persija Ungkap Penyebab Gagal Juara Super League 2025-2026, Ardhi Tjahjoko Singgung Sosok Marko Simic
- Instagram - Persija Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Di saat Persib Bandung dan Borneo FC bersaing menjadi juara, Persija Jakarta telah dipastikan mengisi posisi peringkat ketiga klasemen akhir Super League 2025-2026.
Persija gagal menjawab target menjadi juara musim ini apa pun hasil pertandingan terakhir nanti melawan Semen Padang di Jakarta International Stadium, Sabtu (23/5/2026).
Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, secara blak-blakan mengakui bahwa timnya kehilangan sosok predator tajam seperti Marko Simic, striker legendaris yang pernah membawa Persija juara Liga 1 2018.
Menurut Ardhi, tidak adanya striker haus gol menjadi masalah utama yang membuat Persija kesulitan mengunci kemenangan di laga-laga penting musim ini.
“Kami tidak mempunyai goal getter. Jadi saat bola itu sudah sampai ke depan, susah untuk membuat gol,” kata Ardhi kepada pewarta di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan itu seolah menjadi evaluasi paling jujur dari Persija setelah gagal menyalip Persib Bandung dan Borneo FC dalam persaingan papan atas Super League musim ini.
Nama Marko Simic pun kembali dikenang publik Jakarta. Pada musim juara 2018, bomber asal Kroasia tersebut tampil menggila dengan mencetak 28 gol dari total 53 gol Persija sepanjang musim.
Ketajaman Simic kala itu menjadi pembeda yang membuat Persija mampu mengangkat trofi liga setelah penantian panjang.
Bandingkan dengan musim 2025-2026, di mana top skor Persija Maxwell Souza hanya mampu mencetak 15 gol. Jumlah itu bahkan tak mencapai seperempat dari total koleksi gol Persija musim ini yang mencapai 62 gol.
Meski begitu, Ardhi menilai secara keseluruhan performa Persija musim ini sebenarnya lebih baik dibanding skuad juara 2018. Hal itu terlihat dari perolehan poin dan jumlah kemenangan yang berhasil dicatat tim asuhan Mauricio Souza.
Hingga pekan ke-33, Persija telah mengoleksi 68 poin dan masih berpeluang menambah angka saat menghadapi Semen Padang di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5/2026).
Catatan tersebut sudah melampaui pencapaian Persija saat menjadi juara pada 2018 yang hanya mengumpulkan 62 poin.
Dari sisi kemenangan pun Persija musim ini lebih unggul, yakni 21 kemenangan dibanding 18 kemenangan pada musim juara tujuh tahun lalu.
Load more