GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seolah Tak Percaya, Jurnalis Italia Kecam Blunder Wasit yang Tak Berikan Inter Milan Penalti Lawan Atalanta: Tidak Masuk Akal!

Kontroversi dalam laga antara Inter Milan dan Atalanta di lanjutan Serie A belum juga mereda. Hasil imbang 1-1 di San Siro justru memicu gelombang kritik keras.
Senin, 16 Maret 2026 - 22:42 WIB
Wasit Gianluca Manganiello dan Para Pemain Inter Milan di Liga Italia
Sumber :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi dalam laga antara Inter Milan dan Atalanta di lanjutan Serie A belum juga mereda. Hasil imbang 1-1 di San Siro justru memicu gelombang kritik terhadap kepemimpinan wasit.

Sorotan tajam diarahkan kepada wasit pertandingan, Gianluca Manganiello. Beberapa keputusannya pada laga tersebut dinilai menimbulkan banyak tanda tanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu suara kritis datang dari jurnalis Italia, Riccardo Trevisani. Ia mengaku sulit mempercayai keputusan yang diambil sang pengadil lapangan dalam pertandingan tersebut.

Trevisani menyampaikan pandangannya dalam podcast Pressing yang dikutip oleh FCInter1908. Dalam analisisnya, ia menilai kepemimpinan Manganiello di pertandingan tersebut jauh dari kata memuaskan.

Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak menit awal. Inter sempat berada di atas angin setelah mampu mencetak gol lebih dulu.

Gol pembuka bagi Nerazzurri dicetak oleh striker muda Francesco Pio Esposito pada babak pertama. Keunggulan tersebut membuat publik tuan rumah berharap Inter mampu mengamankan tiga poin.

Namun harapan itu pupus menjelang akhir pertandingan. Nikola Krstovic mencetak gol penyama kedudukan bagi Atalanta pada menit ke-82.

Gol tersebut lahir dari situasi yang langsung memicu perdebatan. Dalam prosesnya, Kamaldeen Sulemana dinilai mendorong Denzel Dumfries sebelum bola masuk ke gawang.

Manganiello tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran. Keputusan itu membuat gol Atalanta tetap disahkan oleh wasit.

Namun kontroversi terbesar terjadi tak lama setelahnya. Inter merasa seharusnya mendapatkan hadiah penalti dalam sebuah duel di kotak terlarang.

Dalam situasi tersebut, bek Atalanta Giorgio Scalvini terlihat melakukan tekel terhadap gelandang Inter Davide Frattesi. Frattesi terjatuh di dalam kotak penalti, tetapi wasit tetap membiarkan permainan berlanjut.

Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Inter. Bangku cadangan Nerazzurri juga terlihat melayangkan protes kepada wasit.

Trevisani menilai keputusan tersebut sangat sulit dipahami. Menurutnya, situasi seperti itu hampir selalu berujung pada hadiah penalti dalam banyak pertandingan.

“Situasi seperti ini sering sekali dianggap pelanggaran. Bahkan dalam banyak kasus, wasit hampir selalu meniup peluit,” ujar Trevisani.

Ia bahkan menilai kegagalan memberikan penalti tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Menurutnya, tayangan ulang menunjukkan dengan jelas bahwa Frattesi terkena tekel.

“Tidak memberikan penalti dalam situasi seperti itu benar-benar tidak masuk akal. Ini sesuatu yang hampir tidak pernah kita lihat sebelumnya,” tegasnya.

Trevisani juga menyoroti peran perangkat VAR dalam pertandingan tersebut. Ia mempertanyakan keputusan asisten VAR yang tidak meminta wasit meninjau ulang kejadian itu.

Perangkat VAR dalam laga tersebut diisi oleh Matteo Gariglio dan Davide Chiffi. Keduanya tetap mempertahankan keputusan Manganiello tanpa melakukan pemeriksaan ulang di monitor.

Menurut Trevisani, teknologi VAR seharusnya membantu wasit menghindari kesalahan besar. Namun dalam pertandingan ini, fungsi tersebut dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ia bahkan menyinggung bahwa teknologi VAR sudah digunakan dalam sepak bola selama delapan tahun. Dengan pengalaman selama itu, menurutnya kesalahan seperti ini seharusnya tidak lagi terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trevisani juga mengungkit beberapa keputusan kontroversial Manganiello di pertandingan lain sebelumnya. Salah satunya terjadi dalam laga antara Napoli dan Como yang juga sempat memicu perdebatan.

(sub)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Bursa Transfer: Ipswich Town Bidik Bek Marseille, Posisi Elkan Baggott Semakin Terjepit di Skuad Liga Premier Musim Depan

Update Bursa Transfer: Ipswich Town Bidik Bek Marseille, Posisi Elkan Baggott Semakin Terjepit di Skuad Liga Premier Musim Depan

Ipswich Town yang sempat terdegradasi satu musim akhirnya akan kembali tampil di Liga Premier musim depan. Publik pun bertanya-tanya apakah ini menjadi waktu yang tepat bagi Elkan Baggott merasakan debutnya di kasta tertinggi Liga Inggris.
Tanggapi Kontroversi Film "Pesta Babi", Menko Yusril: Biarkan Masyarakat Menonton, lalu Gelar Diskusi dan Berdebat

Tanggapi Kontroversi Film "Pesta Babi", Menko Yusril: Biarkan Masyarakat Menonton, lalu Gelar Diskusi dan Berdebat

Kontroversi pemutaran film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita mendapat respons langsung dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. 
Polemik Lomba Cerdas Cermat Kalbar Belum Usai, SMAN 1 Teladan Yogyakarta Ikut Kena Hujatan Netizen: Dibantu Juri

Polemik Lomba Cerdas Cermat Kalbar Belum Usai, SMAN 1 Teladan Yogyakarta Ikut Kena Hujatan Netizen: Dibantu Juri

Polemik penilaian juri pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR RI di Kalbar tak hanya berimbas pada SMAN 1 Pontianak, tetapi juga menyeret SMAN 1 Teladan Yogyakarta
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Targetkan 1.000 Titik di 2026, Menteri KKP Sebut Kampung Nelayan Merah Putih Penting untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Targetkan 1.000 Titik di 2026, Menteri KKP Sebut Kampung Nelayan Merah Putih Penting untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah memfokuskan pembenahan sektor perikanan dari titik paling awal melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). 

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak disambut hangat oleh Sekda Kalbar dan IKASMANSA Pontianak, mereka mendukung penuh keputusan sekolah.
Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

SMAN 1 Pontianak resmi tolak lomba ulang final LCC Empat Pilar MPR Kalbar 2026. Warganet beri pujian, terutama untuk pernyataan poin 5 dan 6.
Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Setelah menyatakan mundur dari perlombaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat dari MPR RI, SMAN 1 Pontianak mengenang masa kemenangannya pada tahun 2025.
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) merespon ibu asal Surabaya, WS (40) yang curhat menjadi korban kasus penipuan dan perampokan warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT