News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rival Shin Tae-yong Bikin Kontroversi di Thailand, Pemilik Kanchanaburi FC Langsung Pasang Badan

Rival Shin Tae-yong, Park Hang-seo mendapat dukungan penuh dari pemilik Kanchanaburi FC meski tengah menjadi sorotan akibat protes keras ke wasit Liga Thailand
Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:56 WIB
Mantan Pelatih Vietnam, Park Hang-seo
Sumber :
  • vff.org.vn

tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, yang kerap dikaitkan sebagai rival Shin Tae-yong, mendapat dukungan penuh dari pemilik Kanchanaburi FC meski tengah menuai kontroversi akibat protes keras terhadap wasit di Liga Thailand 2.

Pemilik Kanchanaburi FC, Prawat Kittamkunnit, menegaskan dukungannya terhadap Pelatih Park Hang-seo yang tengah menjadi sorotan di Thailand akibat protes kerasnya terhadap keputusan wasit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kontroversi yang melibatkan mantan pelatih Timnas Vietnam tersebut, Prawat memastikan bahwa posisi Park Hang-seo tetap aman. Ia bahkan menegaskan tidak akan memecat sang pelatih meskipun Kanchanaburi gagal meraih tiket promosi pada musim ini.

Mantan pelatih Vietnam, Park Hang-seo
Mantan pelatih Vietnam, Park Hang-seo
Sumber :
  • Kanchanaburi Power FC

Prawat menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosialnya pada tanggal 20, sekaligus merespons kekhawatiran publik mengenai masa depan Park Hang-seo bersama klub.

"Jangan khawatir. Kami sedang membangun tim dalam jangka panjang. Bahkan jika kami tidak promosi tahun ini, kami sama sekali tidak akan memecat Pelatih Park. Proses membangun, menanam, dan menunggu saat ini sudah menyenangkan," tulis Prawat.

Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi Park Hang-seo yang tengah berupaya membangun kekuatan Kanchanaburi. Meski memiliki pengalaman melatih Timnas Vietnam, ia kini menghadapi tantangan tersendiri untuk membawa klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Thailand tersebut bersaing memperebutkan tiket promosi.

Park Hang-seo resmi mengambil alih kendali Kanchanaburi FC pada Mei lalu. Namun, keterlibatannya bersama tim sempat tertunda karena ia mendampingi Timnas Korea Selatan sebagai manajer tim selama Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara.

Setelah turnamen tersebut berakhir, Park baru bisa memimpin tim secara penuh pada Juli. Dengan dukungan klub, ia langsung menjadikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Thailand sebagai target utama.

Akan tetapi, perjalanan Kanchanaburi FC sejauh ini belum sepenuhnya sesuai harapan. Tim tersebut masih berada di peringkat keenam klasemen dengan catatan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan.

Meski hasil tersebut belum cukup memuaskan, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar mengingat kompetisi baru memasuki tahap awal musim.

Di tengah upayanya meningkatkan performa tim, Park Hang-seo justru lebih sering menjadi perbincangan publik Thailand karena kritik kerasnya terhadap kepemimpinan wasit.

Menurut laporan media lokal, termasuk Bao Van Hoa, pada bulan lalu, Park sempat memicu kontroversi setelah meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang dinilainya kurang berpengalaman.

Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan melontarkan pernyataan tajam yang membandingkan sepak bola Thailand dengan Vietnam.

"Sekarang saya mengerti mengapa sepak bola Thailand selalu kalah dari Vietnam."

Pernyataan itu langsung memicu perdebatan dan menjadi sorotan di Thailand. Setelah kontroversi tersebut mencuat, Park akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Namun, polemik mengenai kepemimpinan wasit tampaknya belum benar-benar berakhir. Park kembali menunjukkan kemarahannya setelah Kanchanaburi FC bermain imbang 1-1 melawan Muang Rui United FC pada pertandingan pekan ketujuh liga, 17 Oktober.

Dalam pertandingan tersebut, Kanchanaburi sempat berada di ambang kemenangan setelah Patrick Marcelino mencetak gol pembuka pada menit ke-30 babak kedua.

Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata itu sirna setelah Thiago Dučarci mencetak gol penyeimbang pada menit keenam masa tambahan waktu.

Hasil tersebut membuat Park semakin kecewa, terutama karena persoalan waktu tambahan menjadi pemicu utama protesnya terhadap wasit.

Pasalnya, wasit keempat hanya menunjukkan tambahan waktu selama lima menit. Namun, pertandingan tetap berlangsung melewati batas waktu yang diumumkan hingga akhirnya Kanchanaburi kebobolan gol penyama kedudukan.

Begitu peluit panjang dibunyikan, Park langsung bergegas memasuki lapangan untuk melayangkan protes keras kepada wasit. Situasi sempat memanas hingga staf pelatih harus berusaha menahan dan menenangkan dirinya.

Park kemudian kembali menyuarakan kekecewaannya setelah pertandingan. Dikutip dari Bao Tuoi Tre, ia menegaskan bahwa persoalannya bukan semata-mata mengenai hasil akhir pertandingan, melainkan kualitas kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan perjuangan para pemain.

"Saya tidak berbicara tentang menang atau kalah. Namun, wasit yang memimpin pertandingan seperti ini merusak segalanya. Keringat, usaha, semangat, dan semua waktu itu terbuang sia-sia."

Ia juga menyampaikan peringatan keras terkait kondisi sepak bola Thailand apabila persoalan serupa terus berulang tanpa adanya perbaikan.

"Saya bisa saja mengundurkan diri dan mengakhirinya. Tetapi apakah Anda akan terus menjalankan dunia sepak bola seperti ini? Tidak akan ada kemajuan jika Anda melakukan itu. Jika saya dipaksa untuk mengundurkan diri, saya akan menyampaikan pendapat saya tentang sepak bola Thailand tanpa ragu-ragu."

Pernyataan tersebut kembali menempatkan Park Hang-seo dalam sorotan, terlebih setelah ia sebelumnya juga terlibat kontroversi akibat kritiknya terhadap wasit.

Meski demikian, dukungan terbuka dari pemilik klub memberikan kepastian bahwa masa depan Park di Kanchanaburi tidak langsung terancam oleh rentetan protes tersebut.

Pelatih Persija, Shin Tae-yong
Pelatih Persija, Shin Tae-yong
Sumber :
  • Persija Official

Prawat Kittamkunnit menegaskan bahwa klub lebih mengutamakan pembangunan tim dalam jangka panjang ketimbang hanya mengejar hasil instan. Dengan demikian, kegagalan meraih promosi pada musim ini pun tidak akan menjadi alasan untuk mengakhiri kerja sama dengan Park Hang-seo.

Sementara itu, rival Park Hang-seo, Shin Tae-yong justru menunjukkan kiprah gemilang bersama Persija Jakarta di Liga Indonesia.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu sukses membawa Persija Jakarta membantai Arema FC dengan skor 5-1 dan merebut puncak klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi 15 poin.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ditegur Warga Lalu Membabi Buta, ODGJ Mengamuk Brutal di Ciamis Hingga Lukai Dua Polisi Sampai Harus Dioperasi

Ditegur Warga Lalu Membabi Buta, ODGJ Mengamuk Brutal di Ciamis Hingga Lukai Dua Polisi Sampai Harus Dioperasi

Peristiwa mencekam terjadi di Ciamis, Jawa Barat saat seorang pria lanjut usia (60) ngamuk hingga lukai dua polisi dan sejumlah warga setempat, Selasa (20/10).
Teknologi Mobil Listrik Makin Berkembang, Wuling Mitra EV Mulai Masuk Industri Logistik

Teknologi Mobil Listrik Makin Berkembang, Wuling Mitra EV Mulai Masuk Industri Logistik

Kendaraan listrik mulai digunakan untuk pengiriman barang di Indonesia. Wuling Mitra EV menjadi salah satu kendaraan komersial listrik di tengah upaya menekan
Jejak Pelarian Penipu 138 Sapi Kurban Terhenti di Jakarta, Korban Rugi Rp716 Juta

Jejak Pelarian Penipu 138 Sapi Kurban Terhenti di Jakarta, Korban Rugi Rp716 Juta

Seorang pedagang hewan kurban berinisial AS (29) harus berurusan dengan pihak berwajib setelah aksinya melakukan penipuan jual beli sapi terbongkar. 
Perjalanan Kasus Dokter Cabuli Diduga Anak Kandung di Bandung: Pelaku Akhirnya Ditangkap Usai Menghilang

Perjalanan Kasus Dokter Cabuli Diduga Anak Kandung di Bandung: Pelaku Akhirnya Ditangkap Usai Menghilang

Polda Jawa Barat (Polda Jabar) akhirnya meringkus seorang dokter berinisial IS atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun di Kota Bandung.
Evaluasi Tarif hingga Keselamatan, Dunia Akademik Mulai Dilibatkan dalam Tata Kelola Jalan Tol

Evaluasi Tarif hingga Keselamatan, Dunia Akademik Mulai Dilibatkan dalam Tata Kelola Jalan Tol

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melalui Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol kini tengah merintis kolaborasi strategis dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).
Berkumpul di Ponpes Lirboyo, Puluhan Kiai Sepuh Berikan Dukungan Moral untuk Gus Yaqut

Berkumpul di Ponpes Lirboyo, Puluhan Kiai Sepuh Berikan Dukungan Moral untuk Gus Yaqut

Puluhan kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Rabu (21/10), guna memberikan doa dan dukungan moral kepada eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut). 

Trending

Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?

Insiden memilukan yang menimpa Bharatu Valdo di lingkungan Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, kini memasuki babak krusial.
Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Bukan Timnas Malaysia, Agen Bocorkan Tujuan Hajime Moriyasu usai Tinggalkan Jepang

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan bakal meninggalkan jabatannya usai Piala Asia 2027. Di tengah rumor yang mengaitkannya ke Timnas Malaysia.
Perjalanan Kasus Dokter Cabuli Diduga Anak Kandung di Bandung: Pelaku Akhirnya Ditangkap Usai Menghilang

Perjalanan Kasus Dokter Cabuli Diduga Anak Kandung di Bandung: Pelaku Akhirnya Ditangkap Usai Menghilang

Polda Jawa Barat (Polda Jabar) akhirnya meringkus seorang dokter berinisial IS atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun di Kota Bandung.
Gestur Silangkan Jari di Leher Jadi Sorotan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tegas Janji Copot Ajudan Usai Didemo Mahasiswa

Gestur Silangkan Jari di Leher Jadi Sorotan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tegas Janji Copot Ajudan Usai Didemo Mahasiswa

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berjanji mencopot ajudannya setelah insiden dengan kader GMNI viral. Gestur tangannya saat menjawab demonstran ikut menjadi .
Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates

Islam Makhachev Diingatkan Waspada, Javier Mendez Ungkap Kekuatan Mematikan Carlos Prates

Pelatih Islam Makhachev, Javier Mendez, mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai Carlos Prates yang dinilai memiliki striking eksplosif dan akurat di kelasnya
Prof. Deby Vinski Raih Merit Award di Moldova, Bawa Misi Pengembangan Stem Cell ke Eropa

Prof. Deby Vinski Raih Merit Award di Moldova, Bawa Misi Pengembangan Stem Cell ke Eropa

Prof. Deby Vinski menggagas International Stem Cell & Longevity Centre di Moldova. Simak rencana pengembangan layanan kesehatan preventif, riset, dan
Pelatih Hyundai Hillstate Soroti Perkembangan Megawati Hangestri, tetapi Menyesal Cuma Main Dua Kali

Pelatih Hyundai Hillstate Soroti Perkembangan Megawati Hangestri, tetapi Menyesal Cuma Main Dua Kali

Megawati Hangestri belum pulih sepenuhnya, tetapi sudah menunjukkan kontribusi positif bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026. Sayangnya, harus tersingkir.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT