Rival Shin Tae-yong Bikin Kontroversi di Thailand, Pemilik Kanchanaburi FC Langsung Pasang Badan
- vff.org.vn
tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, yang kerap dikaitkan sebagai rival Shin Tae-yong, mendapat dukungan penuh dari pemilik Kanchanaburi FC meski tengah menuai kontroversi akibat protes keras terhadap wasit di Liga Thailand 2.
Pemilik Kanchanaburi FC, Prawat Kittamkunnit, menegaskan dukungannya terhadap Pelatih Park Hang-seo yang tengah menjadi sorotan di Thailand akibat protes kerasnya terhadap keputusan wasit.
Di tengah kontroversi yang melibatkan mantan pelatih Timnas Vietnam tersebut, Prawat memastikan bahwa posisi Park Hang-seo tetap aman. Ia bahkan menegaskan tidak akan memecat sang pelatih meskipun Kanchanaburi gagal meraih tiket promosi pada musim ini.
- Kanchanaburi Power FC
Prawat menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosialnya pada tanggal 20, sekaligus merespons kekhawatiran publik mengenai masa depan Park Hang-seo bersama klub.
"Jangan khawatir. Kami sedang membangun tim dalam jangka panjang. Bahkan jika kami tidak promosi tahun ini, kami sama sekali tidak akan memecat Pelatih Park. Proses membangun, menanam, dan menunggu saat ini sudah menyenangkan," tulis Prawat.
Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi Park Hang-seo yang tengah berupaya membangun kekuatan Kanchanaburi. Meski memiliki pengalaman melatih Timnas Vietnam, ia kini menghadapi tantangan tersendiri untuk membawa klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Thailand tersebut bersaing memperebutkan tiket promosi.
Park Hang-seo resmi mengambil alih kendali Kanchanaburi FC pada Mei lalu. Namun, keterlibatannya bersama tim sempat tertunda karena ia mendampingi Timnas Korea Selatan sebagai manajer tim selama Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara.
Setelah turnamen tersebut berakhir, Park baru bisa memimpin tim secara penuh pada Juli. Dengan dukungan klub, ia langsung menjadikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Thailand sebagai target utama.
Akan tetapi, perjalanan Kanchanaburi FC sejauh ini belum sepenuhnya sesuai harapan. Tim tersebut masih berada di peringkat keenam klasemen dengan catatan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan.
Meski hasil tersebut belum cukup memuaskan, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar mengingat kompetisi baru memasuki tahap awal musim.
Di tengah upayanya meningkatkan performa tim, Park Hang-seo justru lebih sering menjadi perbincangan publik Thailand karena kritik kerasnya terhadap kepemimpinan wasit.
Menurut laporan media lokal, termasuk Bao Van Hoa, pada bulan lalu, Park sempat memicu kontroversi setelah meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang dinilainya kurang berpengalaman.
Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan melontarkan pernyataan tajam yang membandingkan sepak bola Thailand dengan Vietnam.
"Sekarang saya mengerti mengapa sepak bola Thailand selalu kalah dari Vietnam."
Pernyataan itu langsung memicu perdebatan dan menjadi sorotan di Thailand. Setelah kontroversi tersebut mencuat, Park akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Namun, polemik mengenai kepemimpinan wasit tampaknya belum benar-benar berakhir. Park kembali menunjukkan kemarahannya setelah Kanchanaburi FC bermain imbang 1-1 melawan Muang Rui United FC pada pertandingan pekan ketujuh liga, 17 Oktober.
Dalam pertandingan tersebut, Kanchanaburi sempat berada di ambang kemenangan setelah Patrick Marcelino mencetak gol pembuka pada menit ke-30 babak kedua.
Sayangnya, kemenangan yang sudah di depan mata itu sirna setelah Thiago Dučarci mencetak gol penyeimbang pada menit keenam masa tambahan waktu.
Hasil tersebut membuat Park semakin kecewa, terutama karena persoalan waktu tambahan menjadi pemicu utama protesnya terhadap wasit.
Pasalnya, wasit keempat hanya menunjukkan tambahan waktu selama lima menit. Namun, pertandingan tetap berlangsung melewati batas waktu yang diumumkan hingga akhirnya Kanchanaburi kebobolan gol penyama kedudukan.
Begitu peluit panjang dibunyikan, Park langsung bergegas memasuki lapangan untuk melayangkan protes keras kepada wasit. Situasi sempat memanas hingga staf pelatih harus berusaha menahan dan menenangkan dirinya.
Park kemudian kembali menyuarakan kekecewaannya setelah pertandingan. Dikutip dari Bao Tuoi Tre, ia menegaskan bahwa persoalannya bukan semata-mata mengenai hasil akhir pertandingan, melainkan kualitas kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan perjuangan para pemain.
"Saya tidak berbicara tentang menang atau kalah. Namun, wasit yang memimpin pertandingan seperti ini merusak segalanya. Keringat, usaha, semangat, dan semua waktu itu terbuang sia-sia."
Ia juga menyampaikan peringatan keras terkait kondisi sepak bola Thailand apabila persoalan serupa terus berulang tanpa adanya perbaikan.
"Saya bisa saja mengundurkan diri dan mengakhirinya. Tetapi apakah Anda akan terus menjalankan dunia sepak bola seperti ini? Tidak akan ada kemajuan jika Anda melakukan itu. Jika saya dipaksa untuk mengundurkan diri, saya akan menyampaikan pendapat saya tentang sepak bola Thailand tanpa ragu-ragu."
Pernyataan tersebut kembali menempatkan Park Hang-seo dalam sorotan, terlebih setelah ia sebelumnya juga terlibat kontroversi akibat kritiknya terhadap wasit.
Meski demikian, dukungan terbuka dari pemilik klub memberikan kepastian bahwa masa depan Park di Kanchanaburi tidak langsung terancam oleh rentetan protes tersebut.
- Persija Official
Prawat Kittamkunnit menegaskan bahwa klub lebih mengutamakan pembangunan tim dalam jangka panjang ketimbang hanya mengejar hasil instan. Dengan demikian, kegagalan meraih promosi pada musim ini pun tidak akan menjadi alasan untuk mengakhiri kerja sama dengan Park Hang-seo.
Sementara itu, rival Park Hang-seo, Shin Tae-yong justru menunjukkan kiprah gemilang bersama Persija Jakarta di Liga Indonesia.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu sukses membawa Persija Jakarta membantai Arema FC dengan skor 5-1 dan merebut puncak klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi 15 poin.
Load more