Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi
- Kanchanaburi Power FC
tvOnenews.com - Pemilik Kanchanaburi FC, Prawat Kittamkunnit, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Park Hang-seo yang tengah menjadi sorotan di Thailand akibat sejumlah protes terhadap keputusan wasit dan pernyataannya yang menuai kontroversi.
Melalui unggahan di Facebook pada tanggal 20, Prawat menegaskan bahwa klub tetap mempercayai Park dan tidak berencana memecatnya meskipun target promosi belum tercapai musim ini.
Dalam unggahannya, Prawat membagikan foto bersama Park sekaligus menyampaikan pesan yang menegaskan komitmen klub terhadap proyek jangka panjang yang sedang mereka bangun.
- antara
"Tidak perlu khawatir. Kami sedang membangun tim jangka panjang. Bahkan jika kami tidak meraih promosi tahun ini, kami sama sekali tidak berniat untuk memecat Pelatih Park," tulis Prawat.
Ia juga menambahkan, "Kanchanaburi menikmati proses menciptakan, mengembangkan, dan menunggu."
Pernyataan tersebut menjadi dukungan penting bagi Park di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap perselisihannya dengan perangkat pertandingan Thailand.
Meski beberapa pernyataannya menuai kritik, dukungan dari petinggi klub menunjukkan bahwa kepercayaan Kanchanaburi FC terhadap proyek yang dipimpinnya masih terjaga.
Park mulai menangani Kanchanaburi FC, klub yang berkompetisi di Liga Thailand 2 atau kasta kedua sepak bola Thailand, pada Mei lalu.
Tugas yang diberikan kepadanya tidak sebatas membawa tim promosi ke divisi teratas, tetapi juga membangun fondasi klub untuk jangka panjang. Rencana tersebut mencakup pembenahan struktur organisasi dan sistem sepak bola, termasuk pengembangan pemain muda.
Kanchanaburi FC telah menetapkan target untuk menembus kasta tertinggi sepak bola Thailand, kemudian berkembang menjadi salah satu klub papan atas dalam lima tahun mendatang.
Mereka juga ingin membangun tim yang mampu bersaing dengan Buriram United, yang selama ini dipandang sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Thailand.
Dalam jangka panjang, klub bahkan membidik kesempatan untuk tampil di fase elite Liga Champions AFC. Ambisi tersebut menunjukkan bahwa proyek bersama Park dirancang bukan hanya untuk mengejar keberhasilan sesaat, melainkan juga membangun daya saing klub di tingkat domestik dan Asia.
Meski demikian, Park baru dapat mengambil alih kendali penuh tim pada Juli karena sebelumnya menjalankan tugas pendukung untuk Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan selama Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara.
Dari sisi hasil pertandingan, perjalanan Kanchanaburi pada awal musim memang belum sepenuhnya sesuai harapan.
Setelah menjalani tujuh pertandingan liga, mereka menempati posisi keenam dengan catatan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan. Raihan 10 poin membuat mereka tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen.
Namun, peluang untuk promosi masih terbuka. Di Liga Thailand 2, dua tim teratas berhak naik langsung ke kasta pertama pada musim berikutnya.
Sementara itu, tim yang finis di peringkat ketiga hingga keenam akan bersaing melalui babak play-off untuk memperebutkan satu tempat promosi tambahan. Dengan kompetisi yang masih berada pada tahap awal, Kanchanaburi masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi.
Di tengah upaya mengejar target tersebut, Park justru menjadi pusat perhatian akibat perselisihannya dengan wasit Thailand. Kontroversi terbaru terjadi ketika Kanchanaburi menghadapi Muang Rui United pada pertandingan pekan ketujuh, tanggal 17.
Kanchanaburi sempat berada di ambang kemenangan setelah Patrick Marcelino mencetak gol pada menit ke-30 babak kedua. Namun, keunggulan tersebut sirna ketika Thiago Moreira mencetak gol penyeimbang pada menit keenam waktu tambahan babak kedua. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.
Hasil imbang tersebut memicu kemarahan Park, terutama karena ia mempersoalkan durasi waktu tambahan yang diberikan wasit. Menurutnya, tambahan waktu yang diumumkan selama lima menit telah terlampaui sebelum gol penyeimbang tercipta.
Seusai pertandingan, Park melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit. Ia menegaskan bahwa keberatannya bukan semata-mata berkaitan dengan hasil akhir pertandingan, melainkan juga menyangkut penghargaan terhadap kerja keras para pemain dan staf pelatih.
"Saya tidak mempermasalahkan kemenangan atau kekalahan itu sendiri. Cara wasit memimpin pertandingan membuat keringat, usaha, dan semangat yang dicurahkan oleh para pemain dan staf pelatih menjadi sia-sia," ujar Park.
Ia kemudian menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi tersebut dengan mengatakan, "Saya bisa saja mengundurkan diri, tetapi sulit untuk mengembangkan sepak bola jika dijalankan dengan cara ini."
Pernyataan itu bukan kali pertama Park Hang-seo mengkritik perangkat pertandingan di Thailand. Pada tanggal 16 bulan sebelumnya, ia juga mempersoalkan keputusan wasit ketika Kanchanaburi menghadapi Nakhon Pathom United dalam pertandingan pekan ketiga liga.
Dalam kesempatan tersebut, Park mengeluarkan pernyataan yang memicu reaksi keras dari sebagian penggemar Thailand. "Baru sekarang saya mengerti mengapa Thailand terus kalah dari Vietnam," katanya.
Komentar itu dinilai sejumlah pendukung Thailand sebagai bentuk penghinaan terhadap sepak bola nasional mereka. Park pun mendapat kritik karena dianggap merendahkan sepak bola Thailand meskipun dirinya berstatus sebagai pelatih asing yang bekerja di negara tersebut. Dua hari setelah pernyataan itu, ia akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara resmi.
Dengan adanya rangkaian kontroversi tersebut, dukungan terbuka dari Prawat menjadi sinyal penting bagi masa depan Park Hang-seo di Kanchanaburi. Di tengah kritik yang datang dari sebagian penggemar, klub justru menegaskan bahwa mereka tetap berpegang pada rencana pembangunan jangka panjang yang telah disusun sejak awal.
Sejauh ini, perselisihan Park dengan komunitas sepak bola Thailand memang menjadi salah satu isu yang menyertai perjalanan Kanchanaburi pada awal musim. Namun, pernyataan Prawat memperlihatkan bahwa kontroversi tersebut belum menggoyahkan kepercayaan manajemen terhadap sang pelatih.
Dengan target promosi dan ambisi membangun klub yang kompetitif di tingkat Asia, Park Hang-seo masih memiliki tanggung jawab besar untuk menerjemahkan rencana jangka panjang tersebut menjadi hasil nyata di lapangan.
Dukungan manajemen memberinya ruang untuk melanjutkan proyek itu, meskipun tekanan dari hasil pertandingan dan kontroversi di luar lapangan tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Load more