News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Perbedaan Pemain Naturalisasi Malaysia dengan Timnas Indonesia: Skuad Garuda Lebih Nasionalis

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) saat ini tengah gencar untuk mencari para pemain keturunan untuk dinaturalisasi.
Selasa, 1 Oktober 2024 - 17:17 WIB
3 Perbedaan Pemain Naturalisasi Malaysia dengan Timnas Indonesia: Skuad Garuda Lebih Nasionalis
Sumber :
  • Go Ahead Eagles

Jakarta, tvOnenews.com - Malaysia semakin gencar mengikuti langkah Timnas Indonesia dalam memanggil sejumlah pemain keturunan untuk dinaturalisasi.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) saat ini tengah gencar untuk mencari para pemain keturunan untuk dinaturalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, ada beberapa pemain keturunan lain diketahui sudah masuk radar FAM dalam waktu dekat.

tvonenews

Sebut saja seperti Josh Brownhill, Zien Flemming dan juga Ferdy Druijf untuk menambah kekuatan Harimau Malaya demi menandingi Timnas Indonesia.

Sebelumnya, tim berjuluk Harimau Malaya itu juga sudah memiliki beberapa pemain naturalisasi, seperti Endrick dos Santos, Mohamadou Sumareh hingga Romel Morales.

Kendati begitu, ternyata ada sejumlah perbedaan menarik antara pemain naturalisasi Timnas Indonesia dengan Malaysia, berikut ulasannya.

1. Rata-rata pemain tak mempunyai darah keturunan

Perbedaan pertama berupa sejumlah pemain Malaysia yang dinaturalisasi ternyata tidak memiliki darah keturunan sama sekali.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diketahui lebih sering melakukan pemain naturalisasi para pemain yang tampil apik di liga lokal.

Adalah Endrick dos Santos (Brasil), Mohamadou Sumareh (Gambia) hingga Romel Morales (Kolombia) merupakan contoh para pemain yang tak memiliki darah keturunan Malaysia.

Meski tak semuanya, skuad Harimau Malaya ternyata juga masih memiliki para pemain yang berdarah keturunan dari keluarganya.

Sebut saja seperti Josh Brownhill, Zien Flemming dan Ferdy Druijf menjadi pemain yang memiliki darah keturunan untuk menambah kekuatan Harimau Malaya dalam waktu dekat.

Fenomena yang dilakukan Malaysia itu sebetulnya pernah dilakukan Timnas Indonesia beberapa waktu silam, seperti Cristian Gonzales, Victor Igbonefo, hingga Beto Goncalves.

Kendati begitu, kini semua pemain yang membela Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 murni memiliki darah keturunan.

2. Lebih hafal lagu kebangsaan

Pemain naturalisasi Malaysia beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan jagat media sosial.

Hal itu dikarenakan para pemain naturalisasi itu disebut tak hafal saat menyanyikan lagu kebangsaan sebelum laga bergulir.

Justin Hubner Menyanyikan Lagu  Indonesia Raya
Justin Hubner Menyanyikan Lagu 'Indonesia Raya'
Sumber :
  • TikTok - justinhubner5

 

Banyak di antara mereka yang lebih memilih diam alih-alih menyanyikan secara lantang lagu kebangsaan tersebut.

Fenomena itu tentu jauh berbeda bila dibandingkan dengan Timnas Indonesia.

Terlihat jika para pemain naturalisasi skuad Garuda menunjukkan rasa nasionalisme mereka dengan bernyanyi secara fasif lagu Indonesia Raya.

Bahkan, beberapa video menunjukkan para penggawa Timnas Indonesia itu terlihat bersemangat menghafal lagu kebangsaan itu saat berada di luar lapangan.

3. Kualitas

Jika menilik secara kualtas, pemain naturalisasi Timnas Indonesia lebih diunggulkan bila dibandingkan dengan Malaysia.

Hal itu merujuk pada karier para pesepakbola itu yang banyak berkiprah di luar negeri, termasuk di Liga Eropa.

Sebut saja Jay Idzes bersama Venezia yang bermain di Serie A atau Divisi Utama Liga Italia.

Mees Hilgers resmi disumpah sebagai WNI dan akan segera bela Timnas Indonesia
Mees Hilgers resmi disumpah sebagai WNI dan akan segera bela Timnas Indonesia
Sumber :
  • PSSI

 

Kemudian, Mees Hilgers yang merupakan pemain naturalisasi Timnas Indonesia juga bermain di Loga Belanda bersama FC Twente.

Bahkan, Mees Hilgers sempat bermain menghadapi Manchester United dalam Europa League di Old Trafford Stadium.

Jika dibandingkan dengan Malaysia, sejumlah pemain naturalisasi justru hanya bermain di lokal saja.

Hal tersebut pernah disampaikan sendiri oleh mantan pelatih Timnas Malaysia, Ong Kim Swee.

Beberapa waktu lalu, ia memuji kualitas pemain keturunan Indonesia yang dianggap cukup kompeten dengan bermain di kompetisi Eropa.

Lebih jauh, Ong Kim Swee membandingkannya dengan pemain naturalisasi Malaysia yang kebanyakan merumput di dalam negeri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, sekalipun ada yang abroad, hanya ada segelintir saja, seperti Dion Cools yang hanya bermain di Liga Thailand.

(igp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Masih Ingat Tragedi Bintaro 2? Kejadiannya Serupa dengan Tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur

Tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur seolah membuka kembali luka lama dalam sejarah kelam perkeretaapian tanah air lebih dari 1 dekade lalu.
Dedi Mulyadi Temukan Truk Mogok di Tanjakan, Langsung Beri Uang Jajan Rp500 Ribu dan Antar ke Bengkel

Dedi Mulyadi Temukan Truk Mogok di Tanjakan, Langsung Beri Uang Jajan Rp500 Ribu dan Antar ke Bengkel

​​​​​​​Dedi Mulyadi bantu sopir truk mogok di tanjakan. Beri uang Rp500 ribu dan antar ke bengkel setelah radiator pecah, menunjukkan kepedulian di jalan.
Utamakan Keselamatan, Kepala BP BUMN Pastikan Korban Tabrakan Kereta Dapat Penanganan Terbaik

Utamakan Keselamatan, Kepala BP BUMN Pastikan Korban Tabrakan Kereta Dapat Penanganan Terbaik

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan medis dan keselamatan para korban menjadi prioritas paling tinggi dalam insiden tabrakan kereta api di Bekasi Timur yang terjadi Senin (27/4) malam. 
Insiden Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jadi Trending di Seluruh Media Sosial 

Insiden Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jadi Trending di Seluruh Media Sosial 

Telah terjadi kecelakaan maut kereta api yang melibatkan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, pada Senin malam (27/4/2026)
Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Data jumlah korban kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan terus bertambah hingga Selasa (28/4) dini hari. 
Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

​​​​​​​Pengakuan ayah soal Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Anak disebut sering menangis saat dititipkan, namun mendadak diam saat di sekolah. (28/4/2026)

Trending

Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit

Data jumlah korban kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan terus bertambah hingga Selasa (28/4) dini hari. 
Ngaku Syok dan Panik, Korban Ceritakan Detik-detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Ngaku Syok dan Panik, Korban Ceritakan Detik-detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi

Korban ungkap detik-detik KA Argo Bromo tabrak KRL di Bekasi. Ngaku syok dan panik, gerbong hancur, puluhan korban luka kini dirawat di RSUD Kota Bekasi.
Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

Pengakuan Seorang Ayah yang Titipkan Anak di Daycare Little Aresha: Nangis, Tapi Sampai Sekolah Jadi Diam

​​​​​​​Pengakuan ayah soal Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Anak disebut sering menangis saat dititipkan, namun mendadak diam saat di sekolah. (28/4/2026)
Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi: Petugas Belah Gerbong KRL untuk Evakuasi Korban Terjepit

Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi: Petugas Belah Gerbong KRL untuk Evakuasi Korban Terjepit

Tim Basarnas melakukan operasi penyelamatan intensif di Stasiun Bekasi Timur pasca-tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL pada Senin (27/4). 
Usai Kecelakaan Maut Kereta Tabrak KRL, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi untuk Kereta Jadwal Terakhir

Usai Kecelakaan Maut Kereta Tabrak KRL, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Pola Operasi untuk Kereta Jadwal Terakhir

Insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam (27/4/2026) melibatkan rangkaian KRL ditabrak kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek
Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT