GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Reaksi Pemain Jepang Lihat Kualitas Timnas Indonesia Saat Ini, Waspadai Kejutan Garuda yang Bisa Buat Samurai Biru Kewalahan

Jelang hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pekan ini, salah satu penggawa Jepang berikan pandangannya soal kekuatan skuad Garuda.
Selasa, 12 November 2024 - 09:38 WIB
Pesepak bola Timnas Jepang Ritsu Doan (tengah) bersama rekan-rekannya menjalani sesi latihan di Lapangan A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/YU

Jakarta, tvOnenews.com - Jelang hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pekan ini, salah satu penggawa Jepang berikan pandangannya soal kekuatan skuad Garuda.

Timnas Indonesia dijadwalkan bakal bertemu dengan Jepang pada matchday kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (15/11/2024) mendatang di Stadion Gelora Bung Karno.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, para penggawa Jepang sudah terlihat tiba di Jakarta dan menjalani latihan perdana di Lapangan A Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (11/11/2024) kemarin.

tvonenews

Salah satu pemain timnas Jepang, Ritsu Doan menyatakan enggan remehkan Indonesia kendati kedua tim terpaut sangat jauh dalam peringkat dunia FIFA.

Tercatat, saat ini Samurai Biru peringkat 15 dunia sedangkan tim Garuda berperingkat 130 dunia.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada babak penyisihan grup Piala Asia 2023 awal tahun ini ketika Jepang menang 3-1.

Namun, kata Doan, Timnas Indonesia sudah jauh berbeda dari yang mereka lihat 10 bulan  lalu.

"Mereka sangat menghormati Jepang, namun di sisi lain, mereka juga ingin mengalahkan Jepang,” kata Doan.

“Jadi, kita harus memastikan bahwa semangat tantangan mereka tidak membuat kita kewalahan,"

"Setelah pertandingan melawan Australia, kita tidak bisa mencetak 7 atau 8 gol, saya mulai sering mendengar Indonesia dan taktik mereka," tambahnya.

Pemain Timnas Jepang Ritsu Doan menjalani sesi latihan di Lapangan A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Pemain Timnas Jepang Ritsu Doan menjalani sesi latihan di Lapangan A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan

 

Pemain yang merumput di Liga Jerman bersama Freiburg itu menilai Indonesia mendapatkan kekuatan tambahan berkat bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Indonesia kemungkinan  mendapatkan energi tambahan dari sekitar 70 ribu suporter yang hadir di SUGBK. 

Hal ini, kata Doan, menjadi motivasi ekstra untuk tim Shin Tae-yong  dan membuat laga Jumat  pukul 19.00 WIB nanti tidak akan mudah bagi timnya yang belum terkalahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya, saya melihat jumlah pengikut pemain mereka di media sosial yang sangat banyak,”

“Indonesia memiliki populasi (medsos) sekitar dua sampai tiga miliar, yang sekitar dua kali lipat dari Jepang, jadi semangat mereka terhadap sepak bola sangat kuat," kata pemain berusia 26 tahun tersebut.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT