Aksi Protes di Thailand, Kelompok Pro Monarki dan Anti Monarki Terlibat Keributan | tvOne
Bangkok, Thailand,- Kelompok pro Monarki Thailand menggelar unjuk rasa tandingan di pinggiran kota Bangkok. Di saat bersamaan kelompok anti monarki juga menggelar unjuk rasa di lokasi yang berdekatan dengan Kelompok pro Monarki. Bentrokan tidak dapat dihindarkan.
Kelompok pro Monarki Thailand menggelar unjuk rasa tandingan di pinggiran kota Bangkok. Kelompok pro monarki dapat diidentifikasi dengan menggunakan baju warna kuning.
Di saat bersamaan, digelar juga unjuk rasa oleh kelompok anti monarki di universitas Ramkhamhaeng yang berdekatan dengan aksi pro monarki.
Akhirnya unjuk rasa kedua kelompok berlangsung panas hingga terjadi baku hantam.
Seorang pemimpin massa anti monarki memberikan tenggat waktu selama tiga hari kepada Perdana Menteri tThailand untuk mundur. Tak lama berselang polisi menangkap aktivis itu.
Sementara itu Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan Ocha bersedia mencabut status darurat nasional sesegera mungkin untuk meredam aksi unjuk rasa berkelanjutan.
Diketahui, sepekan terakhir terjadi unjuk rasa besar di Bangkok menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Thailand. Selain itu massa juga menuntut dilakukannya reformasi kerajaan.
Gerakan yang dipimpin pemuda ini mendesak perubahan praktik demokrasi di negeri gajah putih. Pengunjuk rasa menuntut reformasi kerajaan yang selama ini tabu dibicarakan karena adanya undang-undang pencemaran nama baik kerajaan.
Menyikapi protes ini, kepolisian setempat diduga melakukan pembatasan penyiaran oleh media nasional. Hal ini dilakukan agar unjuk rasa tidak mengancam keamanan nasional. Sikap polisi ini juga memicu kemarahan media yang menuding adanya serangan pada kebebasan pers.
Selain itu pemerintah juga melarang aksi perkumpulan politik dengan jumlah peserta lebih dari lima orang. Kepolisian thailand telah menangkap lebih dari 40 orang pengunjuk rasa setelah pemerintah menerbitkan dekrit tentang status darurat nasional akibat demo kelompok pro demokrasi. Aktivis pro demokrasi mengungkapkan beberapa orang yang ditangkap termasuk sejumlah tokoh. (ito)
(Lihat Juga: Meninjau rapor demokrasi pemerintahan Jokowi)