Update Pencarian Korban Banjir Bandang di Sumatera Barat
Padang, tvOnenews.com - Kondisi pasca banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat mulai berangsur membaik setelah bencana menerjang sejumlah titik pada akhir November lalu.
Hingga kini, tercatat 129 korban meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka, tersebar di 16 kabupaten/kota serta 28 nagari.
Reporter TV One, Hafsah Syafira, yang berada di lokasi melaporkan pada Senin (1/12/2025) bahwa Kabupaten Agam menjadi wilayah paling terdampak dengan 85 orang meninggal dunia dan 65 warga masih dalam pencarian, khususnya di wilayah Kayu Pasak.
Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD terus melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan.
Namun akses menuju Kabupaten Agam masih terhambat oleh infrastruktur yang rusak dan tumpukan lumpur setinggi betis hingga pinggang orang dewasa.
Meski begitu, BNPB telah menurunkan alat berat untuk membuka jalur evakuasi dan logistik. Situasi ini membuat bantuan mulai terdistribusi secara bertahap kepada warga terdampak.
Sejumlah sekolah dan masjid diubah sementara menjadi posko pengungsian, salah satunya SDN 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, yang dinilai aman dari ancaman banjir lanjutan.
Di posko tersebut kebutuhan mendesak seperti makanan, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan ibadah telah tercukupi.
Namun air bersih dan fasilitas sanitasi masih menjadi kendala utama, terutama di lokasi-lokasi dengan pengungsi dalam jumlah besar.
Selain itu, kebutuhan perlengkapan sekolah menjadi prioritas baru, mengingat sejumlah sekolah kembali menggelar pembelajaran mulai 1 Desember, sementara banyak murid kehilangan seragam dan buku.
Kondisi cuaca di Sumatera Barat tiga hari terakhir relatif bersahabat tanpa hujan. Hal ini dinilai sangat membantu percepatan evakuasi dan distribusi bantuan.
BNPB sebelumnya melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan, membantu membuka akses jalan utama, sekaligus menjaga debit air sungai agar tidak kembali meluap.
Pada hari ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Sumatera Barat.
Presiden dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada siang hari setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke wilayah bencana di Sumatera Utara.
Belum ada informasi resmi mengenai titik pertama yang akan dikunjungi Presiden, namun pemerintah pusat dipastikan akan terus memfokuskan penanganan pemulihan infrastruktur dan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.