Padang Pariaman, tvOnenews.com - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menyebabkan jembatan penghubung enam kampung di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam terputus. Kerusakan ini memaksa warga memutar hingga 9 kilometer untuk dapat mencapai jalan utama maupun pasar terdekat.
Aliran sungai yang sebelumnya berukuran kecil melebar drastis saat banjir terjadi, membawa lumpur dan material hingga menghancurkan jembatan yang menjadi akses vital masyarakat. Putusnya akses jalan masih berlangsung hingga kini.
Pantauan di Desa Tanjung Suung I, Nagari Batang Anai, menunjukkan endapan lumpur masih menutupi jalan dan permukiman. Area tersebut berada tidak jauh dari bangunan SD yang hancur akibat banjir.
Sebanyak 18 rumah terdampak dengan ketinggian air pada saat kejadian mencapai atap bangunan. Hingga dua pekan setelah bencana, proses normalisasi dan pembersihan belum bisa dilakukan secara optimal karena keterbatasan alat dan personel.
Meski sekolah tengah memasuki jadwal ujian semester, proses belajar sementara dilakukan di tenda darurat karena bangunan sekolah belum dapat digunakan.
Pemerintah daerah merencanakan pembangunan ruang kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar dapat berlanjut.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama jajaran Forkopimda, kepolisian, dan TNI telah menyalurkan bantuan seperti sembako, tikar, dan perlengkapan dasar bagi warga terdampak.
Sejumlah organisasi perangkat daerah juga diturunkan untuk membantu evakuasi, pembersihan lumpur, serta penanganan peralatan elektronik dan kebutuhan rumah tangga yang masih dapat diselamatkan.
Pemulihan permukiman dilakukan bertahap melalui kolaborasi pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak lahan pertanian. Ladang jagung milik warga di Batang Anai dilaporkan gagal panen karena terendam banjir dengan ketinggian air yang signifikan.
Berdasarkan data terbaru DVI Polda Sumbar, total korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat mencapai 235 orang.
Sebanyak 205 korban telah teridentifikasi, sementara 30 lainnya belum teridentifikasi dan 93 orang masih dinyatakan hilang.