Salsabila Syaira: Tanpa Oposisi, Negara Akan Dipaksa Berpihak ke Kekuasaan!
Jakarta, tvOnenews.com - Salsabila Syaira menilai pemberantasan korupsi membutuhkan keseimbangan kekuasaan dalam sistem demokrasi. Ia menegaskan bahwa ketika penguasa berjalan tanpa Oposisi, negara berisiko dipaksa berpihak pada kekuasaan, sehingga fungsi pengawasan dan kontrol publik menjadi sangat penting untuk menjaga akuntabilitas pemerintahan.
Dalam Program Catatan demokrasi, Mahasiswa Universitas Indonesia, Imam, menyampaikan harapan agar agenda pemberantasan korupsi tidak berhenti pada narasi normatif, melainkan diwujudkan dalam langkah konkret yang dapat dipantau publik.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam forum diskusi publik yang menghadirkan akademisi, pengamat, dan aktivis.
Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya transparansi program pemerintah, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar mekanisme pengawasan dapat dilakukan secara jelas hingga tingkat sekolah.
Mahasiswa berharap pemerintah menyampaikan indikator kinerja yang terukur sehingga masyarakat dapat memantau realisasi kebijakan.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber menegaskan pemberantasan korupsi harus dilakukan secara berkeadilan dan melibatkan peran masyarakat. Upaya penegakan hukum dinilai perlu diiringi pendidikan integritas serta literasi antikorupsi sejak dini.
Pengamat juga menilai pemberantasan korupsi membutuhkan tolok ukur yang jelas agar publik dapat menilai capaian pemerintah secara objektif.
Selain itu, keberanian dan integritas disebut menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi baik secara struktural maupun kultural.