Tanggapi Hasan Nasbi, Fatimah Azzahra Soroti Sistem Antikorupsi yang Masih Gagal
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi mahasiswa di sejumlah daerah kembali menjadi sorotan dalam sebuah Catatan Demokrasi yang tayang pada 23 Juni 2026.
Perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fatimah Zahra, menegaskan bahwa aksi mahasiswa lahir dari kegelisahan terhadap persoalan struktural yang belum terselesaikan, terutama Korupsi, kemiskinan, dan tidak adanya lapangan kerja yang memadai.
Ia menilai, respons pemerintah terhadap kritik publik masih belum menunjukkan empati bahkan terkesan mengejek.
Menanggapi hal itu, penasihat khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan nasbi, menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan menjadikan pemberantasan korupsi sebagai salah satu prioritas utama.
Ia menyebut pemerintah tidak dapat bekerja berdasarkan rumor, melainkan pada bukti hukum yang kuat.
Ia juga menyoroti langkah pemerintah dalam menangani kasus korupsi di sejumlah institusi, termasuk tindakan pemberhentian pejabat yang diduga terlibat tanpa pandang bulu, termasuk program Mbg. Menurutnya, hal itu menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Fatimah merespon bahwa keberhasilan penegakan hukum bukan terletak pada penangkapan pelaku korupsi, melainkan pada hilangnya praktik korupsi itu sendiri.
Fatimah juga menilai bahwa implementasi dari program pemerintah masih perlu dikritisi secara lebih sistemik.