Pria di Maluku Utara Tewas Ditelan Ular
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, bernama Hasim Lumbesi ditemukan meninggal dunia di dalam perut seekor ular piton berukuran besar.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan dari Desa Kobo menuju Desa Waisakai.
Peristiwa bermula ketika korban tidak kunjung tiba di tujuan setelah melakukan perjalanan seorang diri. Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar jalur yang diduga dilalui korban.
Dalam proses pencarian, warga menemukan tas dan senter yang diduga milik Hasim di tepi jalan.
Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa korban mengalami sesuatu di sekitar lokasi, sehingga pencarian diperluas hingga ke kawasan semak dan hutan.
Tidak lama berselang, warga menemukan seekor ular piton berukuran besar dengan kondisi perut membengkak.Â
Warga pun curiga ular tersebut baru saja memangsa sesuatu. Warga pun menangkap reptil itu dan kemudian membelah bagian perutnya.
Dari dalam tubuh ular, warga menemukan jasad Hasim Lumbesi yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada aparat kepolisian. Polisi bersama pihak terkait melakukan pendataan serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan hutan maupun perkebunan yang menjadi habitat satwa liar.
Kasus manusia menjadi korban serangan ular piton memang tergolong sangat jarang, tetapi beberapa kali tercatat terjadi di Indonesia, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat alami ular sanca kembang (Malayopython reticulatus).Â
Ular jenis ini merupakan salah satu ular terpanjang di dunia dan memangsa mangsanya dengan cara melilit hingga kehilangan kemampuan bernapas sebelum menelannya secara utuh.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas seorang diri di kawasan hutan atau perkebunan yang lebat, terutama pada waktu pagi, sore, atau malam hari ketika satwa liar lebih aktif.Â
Warga juga diminta segera melapor kepada aparat atau petugas konservasi apabila menemukan ular berukuran besar di sekitar permukiman maupun jalur yang sering dilalui masyarakat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.