Ramai Wacana Tunda Pemilu di Media Sosial
Jakarta - Isu penundaan Pemilu 2024 masih bergulir di ruang publik hingga meramaikan dunia maya. Sejumlah warganet dan tokoh pun ikut berkomentar seputar isu penundaan pemilu 2024.
Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mencatat jika isu penundaan Pemilu 2024 di medsos pada periode februari 22 Februari hingga 7 Maret 2022 lalu didominasi kelompok akademisi, pengamat, politik dan proposisi.
Terkait hal ini, Presiden Jokowi mengatakan bahwa siapapun memiliki kebebasan untuk berwacana dan berpendapat tetapi harus tunduk dan patuh terhadap konstitusi yang berlaku.
Sementara itu, Ismail mengatakan jika pernyataan Jokowi masih abu-abu. “Bapak Jokowi mengikuti konstitusi tapi bagaimana jika konstitusinya yang diubah? Yang menjadi konsen publik adalah nantinya ada kemungkinan konstitusi diubah misalnya presiden boleh 3 periode dan dapat diperpanjang maka pemerintah akan mengikuti konstitusi itu,” jelasnya. (adh)