Kasus Praktik Aborsi Dokter Gigi Bali, Wagub Harap Polisi dapat Kembangkan Ribuan Janin yang Dibuang
- Tim tvOne/Aris Wiyanto
Denpasar, tvOnenews.com - Dokter Gigi bernama I Ketut Arik Wiantara (53), baru-baru ini menghebohkan Indonesia. Pasalnya, ia membuka praktik ilegal. Tak tanggung-tanggung, jumlah janin yang sudah aborsi sebanyak 1.338.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang kerap disapa Cok Ace berharap polisi dapat mengembangkan kasus tersebut.
"Mudah-mudahan bisa dikembangkan (dari) seribu sekian janin, apa lagi katanya (dari) segi perizinan tidak ada," kata Cok Ace, saat ditemui di Desa Wisata Serangan, di Denpasar Selatan, Selasa (16/5/2023).
Cok Ace juga sangat menyayangkan adanya peristiwa miris tersebut.
"Saya baru baca tadi pagi, tentu pada hal-hal yang bertentangan dengan hukum sangat disayangkan sekali," katanya.
Sementara, Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Bali, AKBP Ranefli Dian Candra menjelaskan bahwa pasien Ketut Arik rata-rata kaum pelajar yang terdiri dari anak SMA, mahasiswi, korban pemerkosaan hingga pasangan suami istri.
"Pasiennya itu, ada juga pasien yang hasil menikah resmi dan melakukan aborsi. Hal itu dilakukan karena pasangan tersebut tidak merencanakan kehamilan," ujar Ranefli pada saat jumpa pers, di gedung Ditreskrimsus Polda Bali, Senin (15/5/2023) siang.
Selain itu, dia ungkapkan, dari 1.338 pasien itu juga ada yang dari luar Bali.
"Ada dari luar Bali, ada juga yang kebobolan. Jadi tidak mulu pasien yang kecelakaan di luar nikah, ada juga yang nikah dan kebobolan," imbuhnya.
Kronologi Terungkapnya Kasus Aborsi Dokter Gigi I Ketut Arik Wiantara
Kronologi terungkapnya kasus aborsi ini berawal dari hasil penyelidikan Tim Subdit V Siber Ditkrimsus Polda Bali yang dapat laporan dari masyarakat terhadap keberadaan seorang yang mengaku dokter dengan melakukan praktik aborsi.
“Berawal dari adanya iklan di salah satu web terkait adanya praktik aborsi oleh dokter inisial A yang berlokasi di Jalan Raya Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung,” katanya.
Setelah dilakukan pengintaian, akhirnya pada Senin 8 Mei 2023 pukul 21.30 WITA, penyelidik menggerebek lokasi tersebut dan mendapati pelaku yang baru saja melaksanakan praktik aborsi.
"Dalam kegiatannya yang bersangkutan dibantu oleh pembantunya yang bertugas sebagai pembersih," kata Ranefli.
Load more