News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Mahasiswa di Garut Buat Pabrik Rumahan Ganja Sintetis

Tiga orang mahasiswa asal Garut, Jawa Barat, dicokok satuan Reserse Narkoba Polres Garut. Ketiganya diciduk lantaran terlibat dengan kepemilikan pabrik ganja sintetis.
Senin, 10 April 2023 - 20:15 WIB
Pelaku kejahatan narkoba di wilayah Garut, Jawa Barat ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Garut dari sejumlah wilayah
Sumber :
  • timtvOne - Taufik Hidayah

Garut, tvonenews.com- Tiga orang mahasiswa asal Garut, Jawa Barat, dicokok satuan Reserse Narkoba Polres Garut. Ketiganya diciduk lantaran terlibat dengan kepemilikan pabrik ganja sintetis.

FMH (21), ZM (21) dan MA (19), tiga orang mahasiswa aktif yang masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Garut, dicokok polisi. Mereka harus berurusan dengan polisi, setelah petugas mengamankan 500 gram narkotika jenis ganja sintetis siap edar. Selain ganja siap edar, petugas juga mengamankan bahan baku dan bahan kimia untuk proses pembuatan daun kimia haram tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah dilakukan pengembangan, polisi menemukan produksi massal ganja sintetis, di wilayah Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler Garut. Di Rumah tersebut, polisi menemukan banyak tembakau mentah, cawan untuk merendam bahan setengah jadi, pewarna, timbangan, serta ganja sintetis siap edar yang sudah dikemas.

"Produksi ini sudah berlangsung kurang lebih sudah satu tahun, diperjual belikan kepada sasaran pelajar, remaja, untuk omset nya Rp 25 juta per bulan," kata AKP Ridwan Jimy Sihite, Kasat Narkoba Polres Garut, Senin (10/04/2023).

Ketiga pelaku ini diciduk dengan beberapa TKP, dimana muara kasusnya yaitu di pabrik rumahan ganja sintetis yang berada di salah satu kampung di Kecamatan Tarogong Kaler,"di rumah salah satu tersangka, jadi pabrik rumahan, pelakunya salah satu oknum mahasiswa," tambahnya.

Selain mengamankan 3 mahasiswa, polisi juga berhasil menyiduk 10 pelaku lain, dengan kasus psikotropika dan narkotika yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku dijerat Undang - Undang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun,"undang - undang narkotika, pasal 114, pasal 112, pasal 132 tentang narkotika, ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, "tutupnya. 

(thh/ fis)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klasemen Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Cs Merana, Hyundai Hillstate Jadi Tim Papan Bawah

Klasemen Liga Voli Korea, Selasa 3 November: Megawati Hangestri Cs Merana, Hyundai Hillstate Jadi Tim Papan Bawah

Klasemen Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Hyundai Hillstate bertengger di papan bawah usai menelan kekalahan telak dari IBK Altos.
Ikut Perintah Kapolri, Polda Metro Jaya Larang Anggotanya Merokok Vape di Lingkungan Kerja

Ikut Perintah Kapolri, Polda Metro Jaya Larang Anggotanya Merokok Vape di Lingkungan Kerja

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mendukung soal Surat Edaran (SE) larangan penggunaan rokok elektrik (Vape) untuk anggota hingga -
Kantongi Kelemahan Melbourne Victory, Igor Tolic Peringatkan Skuad Persib Tampil Konsisten

Kantongi Kelemahan Melbourne Victory, Igor Tolic Peringatkan Skuad Persib Tampil Konsisten

Persib bermodal kemenangan 2-0 atas Melbourne Victory. Igor Tolic sudah membaca kelemahan lawan, tetapi meminta anak asuhnya konsisten penuh selama 90 menit.
Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!

Video penumpang MRT Jakarta ditegur petugas karena minum viral di media sosial. Simak aturan makan dan minum yang berlaku di stasiun maupun dalam kereta.
Detik-Detik Penangkapan Pengedar Ganja 44,1 Kg di Tol Jagorawi: Sempat Lolos Dua Kali, Akhirnya Ditangkap Juga

Detik-Detik Penangkapan Pengedar Ganja 44,1 Kg di Tol Jagorawi: Sempat Lolos Dua Kali, Akhirnya Ditangkap Juga

Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran narkotika jenis ganja seberat 44,1 kilogram jaringan antarprovinsi. 
Hasil Liga Voli Korea: Megawati Hangestri Cs Tumbang, Hyundai Hillstate Kalah Telak dari IBK Altos

Hasil Liga Voli Korea: Megawati Hangestri Cs Tumbang, Hyundai Hillstate Kalah Telak dari IBK Altos

Hasil Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Hyundai Hillstate menelan kekalahan perdana usai Megawati Hangestri dan kawan-kawan tumbang dihajar tuan rumah IBK Altos.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT