News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bawaslu Kabupaten Bandung Barat Putuskan 6 Ketua PPK Terbukti Gelembungkan Suara Caleg DPR RI 

Bawaslu Kabupaten Bandung Barat memutuskan 6 orang ketua panitia pemilihan kecamatan (PPK) terbukti melakukan kecurangan dengan menggelembungkan jumlah suara.
Kamis, 7 Maret 2024 - 16:49 WIB
Bawaslu Kabupaten Bandung Barat menggelar sidang laporan penggelembungan suara oleh 6 orang ketua PPK
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Ariyansyah

Bandung Barat, tvOnenews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memutuskan enam orang ketua panitia pemilihan kecamatan (PPK) terbukti melakukan kecurangan dengan menggelembungkan jumlah suara salah seorang calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Repubik Indonesia (DPR RI) di daerah pemilihan (Dapil) 2 Jawa Barat (Jabar).

Keputusan tersebut setelah dilakukan serangkaian sidang yang digelar oleh Bawaslu. Dari hasil sidang Bawaslu menjatuhkan putusan bahwa terlapor terbukti melakukan pergeseran suara terhadap Caleg) DPR RI di Dapil 2 Jabar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Bawaslu juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengembalikan suara sesuai C1 hasil di 350 tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di 6 Kecamatan di Bandung Barat. 

Didalam putusan tersebut pengembalian suara di 350 TPS yang terindikasi curang tersebut diberikan waktu dua hari setelah putusan sidang. 

"Sesuai putusan sidang, pergeseran suara harus segera dikembalikan dalam waktu dua hari sesuai C1 hasil di 350 TPS," ujar ketua Bawaslu KBB, Riza Nasrul Falah usai sidang putusan yang dilaksanakan di kantor Bawaslu KBB pada Kamis (07/03/2024). 

Riza mengatakan, 6 PPK yang merupakan terlapor mengakui adanya kesalahan dalam penginputan D1 yang dinaikan ke aplikasi Sirekap. 

Bahkan, kata Riza, 6 PPK memberikan alasan bahwa aplikasi Sirekap mengalami error, ehingga tidak terkunci saat pleno tingkat kecamatan. 

"Fakta yang terungkap di persidangan juga ternyata aplikasi Sirekap tidak terkunci di pleno kecamatan,"katanya.

Riza menyebutkan, pihak Bawaslu KBB akan melakukan kajian terkait alasan terlapor dalam kasus pergeseran suara yang menguntungkan caleg DPR RI fraksi Nasdem Dapil Jabar 2 tersebut. 

" Kita akan melakukan kajian, "tuturnya. 

Selanjutnya, Riza menjelaskan, untuk Kecamatan Parongpong tidak terbukti adanya pergeseran suara. Namun, Kecamatan Padalarang terbanyak pergeseran suara. 

"Kecamatan Parongpong tidak terbukti, tetapi untuk Kecamatan Padalarang justru paling banyak pergeseran suara,"ucapnya.

Sebelumnya, Salah satu terlapor yang merupakan ketua PPK Cikalongwetan, Bandung Barat, Abdurohman menyampaikan, pihaknya mengakui adanya kesalahan data yang disebabkan human error saat penginputan D1 yang dinaikan ke Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). 

"Hasil dari sidang barusan sebenarnya kita semua human error, karena pada saat penginputan dari D1 yang dinaikkan ke Sirekap ada sebagian kesalahan data,"dalihnya.

Abdurohman mengatakan, pihaknya dan kelima ketua PPK lainnya membawa salinan D1 dan pelapor membawa salinan C hasil. 

Ia mengaku akan menerima segala keputusan dari Bawaslu terkait kesalahan yang pihaknya lakukan. 

"Apapun keputusan yang di keluarkan oleh majelis besok kita sepakat PPK yang terlapor akan menyesuaikan sesuai instruksi yang diberikan Bawaslu KBB,"katanya.

Disinggung terkait human error, kata Abdurohman, hal tersebut dikarenakan kondisi dan stamina tubuh semua petugas sudah mengalami kelelahan. Sehingga berpatokan rekapitulasi surat suara sah parpol dan caleg dijumlahkan per-Desa.

"Kita patokannya kesana, karena tidak ada satu parpol pun yang dirugikan pada dasarnya. Tetapi setelah ada pelaporan kita akhirnya tahu pepermasalahannya,"katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

(ila/ fis)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia, Sassuolo Lakukan Tes Berkala pada Rekan Satu Tim Jay Idzes

Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia, Sassuolo Lakukan Tes Berkala pada Rekan Satu Tim Jay Idzes

Cristian Volpato diduga menggunakan narkotika sampai negara asalnya, Australia memberikan sanksi denda padanya. 
Penanganan Korupsi MBG Dinilai Minim Progres, Kejagung Didesak Hukum Mati Dadan Cs

Penanganan Korupsi MBG Dinilai Minim Progres, Kejagung Didesak Hukum Mati Dadan Cs

Koordinator Aksi JMI, Imam Hanafi Abdullah, menegaskan bahwa penanganan perkara ini tidak boleh menguap begitu saja di tengah jalan.
Debu Vulkanik Gunung Dukono dan Ibu Menyebar 2,1 Km, BMKG Soroti Bahaya untuk Penerbangan dan Kesehatan

Debu Vulkanik Gunung Dukono dan Ibu Menyebar 2,1 Km, BMKG Soroti Bahaya untuk Penerbangan dan Kesehatan

BMKG memantau debu vulkanik Gunung Dukono dan Ibu hingga 2,1 km pada 10 September 2026 yang berisiko bagi penerbangan dan kesehatan.
Astra Bakal Pertahankan Dividend Payout Ratio 45-50 Persen

Astra Bakal Pertahankan Dividend Payout Ratio 45-50 Persen

Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) untuk 2026 dipertahankan di kisaran 45-50 persen
Resmi! Jadwal Terbaru Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Resmi! Jadwal Terbaru Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Jadwal resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 telah dirilis. Garuda menghadapi Singapura, Malaysia dan Bangladesh sebelum membidik tiket final.
Ruben Onsu Naik Pitam Lihat Putri Bungsunya Diduga Dilibatkan Promosi Produk Dewasa, Sentil soal Eksploitasi Anak

Ruben Onsu Naik Pitam Lihat Putri Bungsunya Diduga Dilibatkan Promosi Produk Dewasa, Sentil soal Eksploitasi Anak

Ruben Onsu kembali mencuri perhatian usai menyampaikan kekesalannya melalui media sosial. Mantan suami Sarwendah itu naik pitam usai lihat putrinya ikut jualan.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT