Wargi Jabar Harus Tahu, Maksud di Balik Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih oleh KDM
- Biro Humas Pemprov Jabar
tvOnenews.com – Kota Bandung dipastikan bakal padat pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung siap menggelar puncak perhelatan akbar bertajuk Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih.
Parade budaya kolosal yang mengusung tema Mahkota Ajeg Ki Sunda ini bukan sekadar seremonial belaka.
Agenda besar ini menjadi magnet pariwisata sekaligus momentum krusial untuk memperkuat identitas dan melestarikan warisan adiluhur tanah Pasundan.
- Antara
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Musrafa menegaskan bahwa esensi dari acara ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai kebesaran sejarah Sunda.
“Kita memang ingin mengangkat sejarah tentang Tatar Sunda. Semua kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, ikut berpartisipasi. Namun puncaknya memang dilaksanakan di Kota Bandung,” ujar Adi Junjunan, Jumat (15/5/2026).
Inti dari kirab ini adalah prosesi arak-arakan replika Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, simbol legitimasi kekuasaan runtuhnya Kerajaan Pajajaran yang diserahkan kepada Keroton Sumedang Larang.
Kota Bandung menjadi pelabuhan penutup (hari kesembilan) setelah mahkota tersebut diarak secara estafet sejak 2 Mei 2026 menelusuri delapan daerah basis historis Sunda.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) dijadwalkan memimpin langsung iring-iringan agung ini dengan menunggangi kuda putih di barisan terdepan, lengkap menggunakan pakaian adat serba putih yang megah.
Bagi warga Bandung Raya yang ingin menyaksikan, berikut adalah rute sakral sepanjang 3,5 kilometer yang akan ditempuh selama kurang lebih 3 jam:
- Titik Awal (Start): Area ruang terbuka publik Kiara Artha Park (Jalan Banten), bergerak mulai pukul 19.30 WIB.
- Jalur Lintasan: Menyusuri koridor Jalan Jakarta, berbelok ke Jalan Supratman, dan mengarah ke Jalan Diponegoro.
- Titik Akhir (Finish): Halaman depan dan kawasan pelataran Gedung Sate sebagai pusat panggung utama.
- instagram Dedimulyadi71
Malam puncak ini diproyeksikan bakal menyedot perhatian hingga lebih dari 50.000 pengunjung.
Daya tarik utama terletak pada defile budaya yang mempertemukan 25 seni helaran unggulan serta keterlibatan aktif dari 14 masyarakat adat kabuyutan se-Jawa Barat.
Masyarakat akan disuguhi berbagai atraksi magis dan ikonik, mulai dari Bebegig asal Ciamis, tarian jenaka Burok dari Cirebon, pertunjukan Genye Purwakarta, hingga akrobatik Sisingaan dari Subang.
Bahkan delegasi kebudayaan dari 5 provinsi tetangga yang serumpun juga ikut andil unjuk gigi di aspal Kota Kembang.
Bukan Sekadar Pesta, KDM Ingin Ada Misi Revitalisasi Sejarah dan Infrastuktur Warga
Mahkota Binokasih, pusaka peninggalan Kerajaan Sunda Pajajaran dari abad ke-14
Sumber :
- Ist
- Ist
Penyelenggaraan festival masif ini diperkuat oleh payung hukum Peraturan Gubernur (Pergur) Nomor 13 Tahun 2026.
Regulasi ini menjadi landasan kuat bagi Pemprov Jabar untuk melakukan program revitalisasi berkala terhadap infrastruktur, situs sejarah, dan pelestarian manuskrip kuno.
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan kirab ini memiliki dampak lanjutan yang nyata bagi fasilitas kebudayaan.
Sebagai contoh, saat kirab berlangsung di Kota Bogor pada Jumat (8/5/2026) lalu, KDM mengumumkan penggelontoran anggaran sebesar Rp9 miliar khusus untuk memperbaiki Museum Pajajaran.
"Kami akan melakukan penataan jalan, trotoar, lampu serta tamannya, agar Pak Wali Kota fokus penataan kelurahan-kelurahan. Nanti, namanya Palataran Binokasih," pungkas KDM berkomitmen.
Load more