GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Habis Pikir, PKL Cicadas Tolak Rp10 Juta, Malah Tuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ganti Rugi Miliaran

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghadapi protes dari para PKL Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Bandung, yang lapaknya dibongkar. Mereka menuntut kompensasi hingga miliaran rupiah
Kamis, 21 Mei 2026 - 16:02 WIB
Tak Habis Pikir, PKL Cicadas Tolak Rp10 Juta, Malah Tuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ganti Rugi Miliaran
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

tvOnenews.com - Di tengah upaya penataan Kota Bandung, Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Gubernur Jawa Barat itu menghadapi gelombang protes dari para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Bandung, yang lapaknya dibongkar dalam program penertiban trotoar. 

Bukan hanya kecewa, sebagian pedagang bahkan menuntut kompensasi hingga miliaran rupiah kepada pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tuntutan tersebut langsung memicu perhatian masyarakat setelah video protes para PKL viral di media sosial. Dalam unggahan akun TikTok @spirit.id, terlihat sejumlah pedagang menyampaikan kemarahan mereka terhadap kebijakan penertiban yang dilakukan pemerintah daerah. 

Para PKL menganggap kompensasi Rp10 juta yang ditawarkan tidak sebanding dengan kerugian ekonomi yang mereka alami setelah kehilangan tempat berjualan.

Situasi ini pun menjadi perdebatan publik. Di satu sisi, pemerintah ingin mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki dan mendukung proyek transportasi modern. 

Namun di sisi lain, para pedagang merasa kehilangan sumber penghidupan yang selama bertahun-tahun menjadi sandaran ekonomi keluarga mereka. 

Polemik tersebut akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 21 Mei 2026.
 

Dedi Mulyadi turun langsung dalam pembongkaran kios-kios di kawasan Pasar Cicadas
Dedi Mulyadi turun langsung dalam pembongkaran kios-kios di kawasan Pasar Cicadas
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

PKL Cicadas Tolak Kompensasi Rp10 Juta

Penertiban lapak PKL di trotoar Cicadas dilakukan sebagai bagian dari program penataan ruang publik dan mendukung pengembangan Bus Rapid Transit di Kota Bandung. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi trotoar agar nyaman digunakan pejalan kaki dan memperbaiki wajah kota.

Namun kebijakan itu mendapat penolakan keras dari para pedagang. Mereka merasa kehilangan mata pencaharian dan menilai kompensasi Rp10 juta yang disiapkan pemerintah tidak cukup untuk memulai usaha baru.

Video kemarahan para PKL pun viral dan menuai berbagai reaksi warganet. Banyak yang bersimpati kepada pedagang kecil, tetapi tak sedikit pula yang mendukung langkah pemerintah demi ketertiban kota.

Menanggapi polemik tersebut, Dedi Mulyadi justru memberikan respons yang cukup mengejutkan. Ia tidak membalas protes dengan nada keras, melainkan menyampaikan apresiasi atas kemarahan para pedagang.

“Dan saya sampaikan buat bapak dan ibu, saya mengucapkan terima kasih atas kemarahannya,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, menjadi pemimpin memang tidak selalu berada dalam posisi yang disukai semua pihak.

“Ketika pedagang kaki lima di trotoar dibongkar, bapak dan ibu pasti kecewa. Tetapi ya saya harus menjalankan prinsip-prinsip kepemimpinan yang bergaris pada ketentuan peraturan,” tegasnya.

Dedi Mulyadi Tegaskan Fungsi Trotoar

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penertiban tersebut bukan berarti pemerintah mengabaikan nasib para PKL. 

Ia memahami bahwa pedagang membutuhkan penghasilan untuk menghidupi keluarga. Namun menurutnya, trotoar tetap harus dikembalikan kepada fungsi awalnya sebagai ruang publik untuk pejalan kaki.

“Memang pedagang kaki lima itu perlu hidup karena perlu membiayai keluarga, tetapi trotoar bukan untuk pedagang, trotoar untuk berjalan kaki,” ujar Dedi.

Ia juga menyoroti hak pemilik toko di sepanjang jalan yang selama ini tertutup lapak PKL.

“Hak pejalan kaki harus diberikan, hak yang punya toko harus diberikan, jangan sampai toko juga nggak kelihatan dari depan,” lanjutnya.

KDM menjelaskan bahwa program penataan ini sudah lama dirancang pemerintah dan menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman untuk semua masyarakat.

Soal Kompensasi Miliaran, KDM Buka Suara

Sorotan terbesar dalam polemik ini datang dari tuntutan kompensasi miliaran rupiah yang diajukan sejumlah PKL. 

Menurut Dedi Mulyadi, secara aturan pemerintah sebenarnya tidak memiliki kewajiban hukum untuk memberikan ganti rugi kepada pedagang yang menempati fasilitas umum.

“Mengenai bantuan atau kompensasi, sebenarnya tidak ada ketentuan yang mengatur pemerintah harus memberikan kompensasi atas kegiatan pembongkaran bangunan atau pedagang yang menggunakan fasilitas umum,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap memberikan bantuan atas dasar pertimbangan ekonomi dan kemanusiaan agar para pedagang memiliki kesempatan melanjutkan usaha di tempat lain.

Namun ketika muncul tuntutan ganti rugi hingga miliaran rupiah, Dedi Mulyadi menilai hal tersebut tidak realistis.

“Nah untuk itu saya menerima atas kemarahannya, tapi kalau saya harus memberi miliar-miliar, enggak mungkin juga karena kemampuan keuangan kita kan tidak mungkin ngasih bantuan bermiliar-miliar pada orang-orang,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi mengajak seluruh warga menjaga Bandung sebagai kota yang nyaman untuk semua pihak.

“Saya akan terus menjaga pemerintah kota dan kabupaten untuk konsisten menjalankan amanahnya sebagai pemimpin daerah, menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan lingkungan karena Bandung milik kita semua,” tutupnya.

Polemik PKL Cicadas kini menjadi gambaran bagaimana penataan kota sering kali berbenturan dengan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat kecil. 

Di satu sisi, pemerintah dituntut menciptakan ruang publik yang tertib, tetapi di sisi lain juga harus memikirkan solusi berkelanjutan bagi warga yang terdampak. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal ke Piala Dunia Seperti Timnas Indonesia U-17, Thailand Resmi Pecat Pelatih Marco Gockel

Gagal ke Piala Dunia Seperti Timnas Indonesia U-17, Thailand Resmi Pecat Pelatih Marco Gockel

Di saat PSSI masih memberi kepercayaan pada Kurniawan Dwi Yulianto, Federasi Sepak Bola Thailand (FA Thailand) justru memutuskan untuk memecat pelatih kepala Timnas Thailand U-17, Marco Gockel. 
Sherly Tjoanda Terkejut Harga Beras Melonjak, Gubernur Malut itu Langsung Tegur Pedagang yang Naikkan Harga

Sherly Tjoanda Terkejut Harga Beras Melonjak, Gubernur Malut itu Langsung Tegur Pedagang yang Naikkan Harga

Viral video Sherly Tjoanda dimedia sosial (Medsos) yang berkunjung ke Pasar untuk mengecek harga beras dan minyal goreng.
Duel Tinju Mike Tyson vs Floyd Mayweather Jr Ditunda, Si Leher Beton Alami Cedera

Duel Tinju Mike Tyson vs Floyd Mayweather Jr Ditunda, Si Leher Beton Alami Cedera

Duel tinju ekshibisi antara Mike Tyson vs Floyd Mayweather Jr dikabarkan ditunda, karena sang legenda mengalami cedera.
Bukan Jadi Juara, ‎Nova Arianto Ungkap Misi Sebenarnya Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026

Bukan Jadi Juara, ‎Nova Arianto Ungkap Misi Sebenarnya Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF 2026

‎Nova Arianto menilai ajang level Asia Tenggara tersebut lebih penting dimanfaatkan sebagai proses pembentukan Timnas Indonesia U-19.
Kapal Tanker Iran Dicegat Marinir AS di Laut, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Kapal Tanker Iran Dicegat Marinir AS di Laut, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Marinir AS mencegat kapal tanker berbendera Iran sebelum memerintahkannya berbalik arah. Ketegangan AS, Iran, dan Israel kembali memanas.
Para Rival Mulai Mendekat, Wolff Ingin Mercedes Segera Respon Hal Tersebut saat F1 GP Kanada 2026 Akhir Pekan ini

Para Rival Mulai Mendekat, Wolff Ingin Mercedes Segera Respon Hal Tersebut saat F1 GP Kanada 2026 Akhir Pekan ini

Dominasi Mercedes di awal musim saat ini nampaknya sudah mulai berada dalam bahaya setelah para rivalnya di F1 2026 menunjukan peningkatan performa.

Trending

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak Muda Tiba-Tiba Hampiri Dedi Mulyadi saat Tertibkan Pasar Cicadas, Ajak Tinjau Kios Pil Haram

Anak muda tiba-tiba menghampiri Dedi Mulyadi saat proses penertiban kios-kios di kawasan Pasar Cicadas, tak disangka pemuda itu ajak KDM tinjau kios pil haram.
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Disinggung Soal Tambang Ilegal, Sherly Tjoanda Tegas Tepis Tudingan: Saya ini Nggak Gila, Saya Gubernur!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda sempat disorot adanya tudingan aktivitas pertambangan ilegal yang melibatkan perusahaan nikel, PT Karya Wijaya.
Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Bos Sassuolo berbicara tentang situasi Jay Idzes menjelang bursa transfer musim panas. Sang kapten Timnas Indonesia bisa pindah setelah musim ini berakhir.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT