Reaksi Berkelas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Sorotan Media Inggris yang Sebut Dirinya Alternatif di Peta Pilpres 2029
- jabarprov.go.id
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi memberikan respons terkait adanya sorotan dari media Inggris, Financial Times (FT). Ia mengetahui pemberitaan di dalamnya mengulas popularitas hingga persoalan Pilpres 2029.
Media bisnis Inggris itu membahas seputar peta politik menjelang Pilpres 2029. Sorotan yang mengacu pada Dedi Mulyadi melalui laporan judul "Is this Indonesia's next president?" yang terbit pada 21 September 2026.
Media Inggris itu cukup mengetahui aktivitas Dedi Mulyadi terkhusus dilihat di media sosial. Interaksi Gubernur Jabar itu dengan masyarakat Jawa Barat bisa memperluas pengenalannya di tingkat nasional.
Menanggapi hal itu, KDM sapaan akrabnya tidak banyak berkomentar terkait dirinya digadang-gadang menjadi calon presiden alternatif untuk Pilpres 2029.
"Saya sih mengucapkan terima kasih pada siapapun yang mengapresiasi saya," ujar Dedi Mulyadi di Bandung, Kamis (24/9/2026).
Dedi Mulyadi Banyak Kekurangan Jadi Gubernur Jabar
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi justru menyampaikan bahwa dirinya masih banyak kekurangan selama memimpin Jawa Barat. Oleh karena itu, ia enggan membahas lebih jauh terkait peta politik nasional.
Fokusnya saat ini, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tentu terus memberikan layanan terbaik. Hal ini mengingat bahwa dirinya baru memimpin kurang lebih dua tahun.
"Saya hari ini pasti banyak kekurangan-kekurangan yang dimiliki, terus kemudian kita akan terus memberikan yang terbaik layanan bagi masyarakat Jawa Barat," terangnya.
Masyarakat Jawa Barat Semakin Kritis
KDM mengungkapkan situasi yang terjadi saat ini. Ia melihat masyarakat Jawa Barat semakin kritis sehingga membuat interaksi antara kepala daerah dengan masyarakat harus lebih intens.
KDM justru mengapresiasi langkah yang diambil oleh masyarakat Jabar. Kondisi ini membuat mereka harus berinteraksi secara langsung dengan kepala daerah setempat.
Ia mencontohkan interaksi yang terjadi antara kepala daerah dan masyarakat kerap kali melalui media sosial. Setiap harinya saluran aduan-aduan tersebut harus diterapkan khusus bagi mereka yang belum terjangkau.
Contohnya banyak aduan warga yang bisa langsung masuk hingga direspons oleh pemerintah. Ia menuturkan, ada warga di Kota Tasikmalaya membutuhkan biaya pengobatan.
"Saya misalnya hari ini ada warga yang mengadu mungkin di Kota Tasik, dia perlu uang Rp19 juta untuk bayar obat virus mata yang tidak tercover BPJS, nah kan bisa bereaksi 'kok pemerintah tidak adil'. Saya langsung respons untuk langsung selesaikan," jelasnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menilai pola komunikasi melalui media sosial sangat penting. Hal tersebut bertujuan agar dirinya dapat langsung mengikuti dan mengetahui berbagai persoalan dialami masyarakat.
"Memang pola interaksi langsung pemimpin dengan masyarakat melalui media sosial hari ini memang di Jawa Barat sudah berjalan. Jadi, saya setiap hari melihat apa sih yang terjadi perkembangan di lingkungan," ucapnya.
Orang nomor satu di Jawa Barat ini mendapat pengalaman berharga. Melalui interaksi media sosial, semua persoalan dapat tuntas karena mereka bisa berkomunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab.
"Saat bertemu Pak Kapolres, saya menanyakan, 'gimana tuh yang di Baleendah?'. Kapolrestabes langsung ngomong, 'sudah ditahan, Pak'," tuturnya.
KDM Ucapkan Terima Kasih kepada Pihak Termasuk yang Kritik
KDM kembali mengklaim dirinya tidak memikirkan peta politik nasional terkait Pilpres 2029 mendatang. Ia jusutru hanya ingin fokus memimpin Provinsi Jabar.
"Kami pahami itu setiap hari. Jadi, kami memberikan yang terbaik saja deh bagi masyarakat," katanya.
Ia juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada seluruh pihak. Ia bahkan mengapresiasi para pengkritik sebagai pemantik dirinya semakin lebih semangat melayani masyarakat Jabar.
"Kami mengucapkan terima kasih pada yang mengapresiasi. Saya juga bukan hanya yang mengapresiasi, yang mengkritik saya tiap hari juga ngucapin terima kasih," tukasnya.
(hap)
Load more