Tanah Bergerak Tegal Rusak Ratusan Rumah, Warga Mengungsi
- Tim TvOne - Mohammad Hamzah
Tegal, tvOnenews.com - Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, sejak Senin (3/2/2026) dini hari. Retakan tanah terus meluas hingga Selasa sore, menyebabkan ratusan rumah warga rusak dan memaksa ratusan warga mengungsi ke pos pengungsian dan tenda darurat.
Pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menimbulkan getaran yang disertai retakan tanah. Hal tersebut membuat dinding rumah ambrol dan lantai terangkat. Kondisi terparah terjadi pada Selasa sore, saat sejumlah bangunan, termasuk gedung sekolah pondok pesantren, ambruk rata dengan tanah.
“Awalnya cuma retak kecil, terus makin lama makin besar. Dinding rumah saya ambrol semua, kami langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar Sakhroni, warga Desa Padasari.
Menurut warga, hujan deras yang turun hampir setiap hari diduga memperparah kondisi tanah labil di wilayah perbukitan tersebut.
“Hujan turun terus beberapa hari. Tiba-tiba tanah seperti bergerak, rumah bunyi kretek-kretek. Takut kalau roboh semua,” kata Sakhroni.
Akibat peristiwa ini, sedikitnya 140 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dari ringan hingga berat. Sebanyak 250 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah pos pengungsian dan tenda darurat. Sebagian warga mengaku telah mengungsi sejak Senin malam karena khawatir terjadi longsor susulan.
“Sejak Senin malam kami sudah di pengungsian. Rumah retak semua, lantainya naik. Kalau tidak bisa diperbaiki, kami berharap direlokasi ke tempat yang aman,” tutur Siti Wasiah, salah satu warga terdampak.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal akan menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak yang rumahnya tidak lagi layak huni.
“Kita tidak bisa hanya memberi bantuan lalu selesai. Huntara dan huntap harus disiapkan secara terencana. Semua warga terdampak harus dibackup,” tegas Ahmad Luthfi saat memimpin rapat koordinasi darurat di Posko Terpadu Kesehatan Desa Padasari, Rabu (4/2/2026).
Selain pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, Gubernur juga meminta percepatan penanganan infrastruktur terdampak, terutama akses jalan dan jembatan yang rusak akibat pergerakan tanah.
Load more