News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rob Terparah Kembali Rendam Desa Tunggulsari Pati, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Banjir rob kembali merendam permukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah sempat surut selama lebih dari sepekan.
Jumat, 17 Juli 2026 - 07:50 WIB
Banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (16/7/2026)
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, tvOnenews.com – Banjir rob kembali merendam permukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah sempat surut selama lebih dari sepekan.

Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dalam beberapa bulan terakhir, dengan ketinggian air mencapai satu meter di sejumlah titik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Genangan yang kembali meninggi dipicu pasang air laut, sementara tanggul yang jebol hingga kini belum berhasil diperbaiki. Akibatnya, air laut kembali menggenangi permukiman, jalan desa, hingga tambak warga.

Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 30 sentimeter hingga satu meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. 

Warga kesulitan beraktivitas karena akses jalan terendam. Sebagian nekat menerobos banjir, sementara lainnya menggunakan perahu karet untuk berpindah tempat.

Pemerintah Desa Tunggulsari terus melakukan patroli keliling untuk mengimbau warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, agar segera mengungsi ke balai desa yang telah disiapkan sebagai posko pengungsian.

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, mengatakan banjir rob kali ini merupakan yang paling parah dibandingkan beberapa bulan terakhir.

"Banjir ini yang terparah. Ketinggian banjir mencapai satu meter di lokasi terdalam, sedangkan yang terendah sekitar 30 sentimeter," kata Setyo Wahyudi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintah desa mencatat sedikitnya 55 kepala keluarga atau sekitar 135 jiwa terdampak banjir rob tersebut. 

"Mulai meninggi (rob) tiga hari ini. Ada 55 kepala keluarga atau sekitar 134 jiwa yang terdampak. Kemudian tambak warga yang terendam rob sebanyak 85 hektar," jelasnya. 

Hingga kini, petugas terus memantau perkembangan kondisi air dan menyiapkan langkah antisipasi apabila genangan kembali meningkat.

"Selain di RT 5, banjir rob juga mulai merendam RT 3. Kami masih melakukan pendataan ke lokasi yang lain. Upaya yang telah kami lakukan di Balai Desa Polindes telah kami siapkan untuk posko pengungsi," ujar dia. 

"Jika rob kembali meninggi, warga yang terdampak kami himbau untuk segera mengungsi dan kami siap mengevakuasi," lanjutnya. 

Salah satu warga, Supono, berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat segera mempercepat perbaikan tanggul yang jebol. 

"Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul yang jebol. Karena bulan lalu kan sudah ditinjau Gubernur dan saat itu pak Luthfi juga sudah ngomong kalau mau dibangun tanggul yang jebol itu," ucapnya. 

Mereka khawatir banjir rob akan terus berulang dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah terhadap permukiman, lahan tambak, serta mempercepat abrasi di kawasan pesisir.

"Kami kawatir jika tanggul yang jebol tersebut tidak segera diperbaiki, banjir rob saat musim air pasang ini semakin parah dan mengancam pemukiman serta tambak milik warga," pungkasnya. (arm/buz) 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Setelah menghabisi nyawa dari istri siri dan anak kandungnya, pelaku pembunuhan di Madiun yakni DBS sempat membeli mesin giling serta tas kresek sampah hitam.
Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Sementara Satu Orang, Polisi Tak Tutup Kemungkinan Pihak Lain Terlibat

Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Sementara Satu Orang, Polisi Tak Tutup Kemungkinan Pihak Lain Terlibat

Terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, sementara berjumlah satu orang. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak-pihak lainnya yang terlibat. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan terduga pelaku.
Persija Jakarta Menang Comeback atas Persik Kediri, Kata-Kata Shin Tae-yong di Ruang Ganti Dibongkar Rizky Ridho

Persija Jakarta Menang Comeback atas Persik Kediri, Kata-Kata Shin Tae-yong di Ruang Ganti Dibongkar Rizky Ridho

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengungkap instruksi khusus Shin Tae-yong yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Macan Kemayoran melakukan comeback atas Persik Kediri.
Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Terbang ke Belanda, Bidik Poin Paralimpiade 2028

Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Terbang ke Belanda, Bidik Poin Paralimpiade 2028

Sebanyak empat atlet para balap sepeda Indonesia langsung bertolak ke Belanda setelah menyelesaikan perjuangan di Asian Para Games 2026 di Jepang. Keempat atlet tersebut akan unjuk gigi di UCI Para-cycling Track World Championships 2026.
Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Niat Menghilangkan Jejak, Polisi Ungkap Tersangka Pembunuhan di Madiun Berencana Buang Jasad Istri Siri ke Laut

Kasus pembunuhan istri siri di madiun menuai perhatian publik. Sejauh ini, kepolisian Jawa Timur masih mendalami motif tersangka yang kini telah diamankan.
tvOne Hadirkan Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

tvOne Hadirkan Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

tvOne menggelar Program Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, dengan menghadirkan pemerintah daerah, BUMN/BUMD, sektor swasta, dan tokoh publik yang mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Trending

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Sampai Geleng-geleng Kepala, Pelatih dan Pemain Persik Kompak Sebut Kekalahan dari Persija Akibat Buruknya Kondisi Lapangan

Pelatih Persik, Marcos Reina, menyebut bahwa penyebab kekalahan timnya karena buruknya lapangan. Bahkan, perwakilan pemain, Marcelo Djalo sampai geleng kepala.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT