GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wujud Rasa Syukur, Warga Pasrujambe Lumajang Arak Ratusan Jolen dan Gunungan Hasil Panen

Masyarakat Lumajang menggelar tradisi sedekah bumi, yang merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di Jawa saat bulan suro atau Muharam.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 31 Juli 2023 - 11:44 WIB
Warga Pasrujambe Lumajang Arak Ratusan Jolen dan Gunungan Hasil Panen
Sumber :
  • tvOne - wawan sugiarto

Lumajang, tvOnenews.com - Memasuki bulan Muharam atau bulan Suro dalam kalender Jawa, masyarakat menggelar tradisi sedekah bumi, yang merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di Jawa yang hingga kini masih lestari. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu.

Di Kabupaten Lumajang, tradisi sedekah bumi biasa diadakan saat peringatan bersih desa. Salah satunya seperti yang diselenggarakan warga Desa Pasrujambe, Senin (31/7).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Desa Pasrujambe, rangkaian tradisi sedekah bumi ini biasa diperingati dengan membawa arak-arakan sesaji lengkap berupa nasi tumpeng, ayam ingkung, jajanan pasar serta hubungan hasil bumi dan pertanian, yang tertata rapi di atas tandu, penduduk sekitar biasa menyebutnya arak-arakan jolen.

Lengkap dengan pakaian dan atribut masyarakat Jawa, ritual sedekah bumi Desa Pasrujambe diawali dengan prosesi kirab budaya dari Balai Desa menuju lapangan. Sebelum diarak keliling kampung, arak-arakan jolen didoakan terlebih dahulu oleh sesepuh desa.

Penduduk setempat yakin jolen membawa berkah bagi pertanian hasil bumi. Maka sesampainya di lapangan desa, arak-arakan jolen dan sedekah bumi yang telah didoakan jadi rebutan warga.

Menurut Kepala Desa Pasrujambe, Sugiyanto, tradisi sedekah bumi atau selamatan desa ini merupakan bentuk wujud syukur kepada Tuhan dari hasil bumi yang menjadi mata pencaharian sehari-hari. Ritual ini sudah menjadi agenda wajib hajat desa yang menjadi doa perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penolak balak.

“Sedekah bumi atau biasa dikenal sebagai arak-arakan Jolen ini sudah menjadi ritual turun temurun warga Desa Pasrujambe. Kendati masyarakat Desa Krisik mayoritas bekerja sebagai petani, buruh tani dan peternak maka ritual sedekah bumi ini menjadi doa dan kenduri perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Sugiyanto.

Dia menambahkan, ritual sedekah bumi merupakan agenda tahunan Desa Pasrujambe yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga Pasrujambe dan sekitarnya. Pasalnya selain, untuk berebut berkah dari arak-arakan Jolen, rombongan kirab sedekah bumi selalu menampilkan kesenian dan budaya yang beraneka ragam.

“Parade Jolen dan arak-arakan sedekah bumi merupakan agenda tahunan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat sekitar. Karena selain untuk memperingati bersih desa, kegiatan ini kita selalu menggelar hiburan wajib lainnya. Jadi sehari sebelumnya, kemaren malam ada tayub, lalu siangnya kita menggelar jolen ini dan nanti malam kita masih ada wayangan dan ruwatan masal. Selanjutnya besok kita akhiri dengan kegiatan gebyar sholawat nabi,” jelasnya.

Di sisi lain, tidak hanya sebatas tradisi turun temurun, kegiatan arak Jolen ini juga merupakan upaya memupuk rasa persatuan dan ajang silahturahmi warga. Makanya tidak heran, jika dalam pelaksanaan tradisi ini sangat meriah.

"Ini wujud persatuan, kerukunan dan betapa guyub rukunnya warga kami. Bisa kita lihat sendiri dari ratusan Jolen dan gunungan yang diarak hari ini," terangnya.

Sementara itu, warga mengaku sangat senang dan bergembira bisa mengikuti dan menghadiri tradisi tahunan ini, salah satunya Ichayanti, yang sengaja datang untuk ikut berebut Jolen.

"Kami satu keluarga datang semua sejak pagi. Acaranya sangat menarik dan bentuk jolen maupun gunungnya juga semakin bagus. Tadi dapat sayuran dan buah saja. Ndak dapat tumpeng, kalah berebut sama yang muda-muda. Tadi tidak tertib, semua berebut sebelum waktunya. Tapi ya tetap seru," ujar Icha.

Senada dengan harapan warga lainya, Icha juga berharap dengan kegiatan tradisi ini semua masyarakat tetap guyub rukun, hasil pertanian melimpah dan jauh dari segala bentuk musibah dan bencana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semoga kedepan semakin makmur, gema ripah loh jinawi dan dijauhkan dari bencana," pungkasnya. (wso/gol)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejari Medan Tangkap DPO Korupsi KUR Rugikan Negara hingga Rp6,28 Miliar

Kejari Medan Tangkap DPO Korupsi KUR Rugikan Negara hingga Rp6,28 Miliar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menangkap daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit usaha rakyat (KUR) di salah satu bank
Menpora Erick Thohir Soroti Piala Presiden 2026 Jadi Alat Pemersatu Bangsa, Libatkan 64 Klub dari 38 Provinsi

Menpora Erick Thohir Soroti Piala Presiden 2026 Jadi Alat Pemersatu Bangsa, Libatkan 64 Klub dari 38 Provinsi

Erick Thohir menyebut Piala Presiden 2026 sebagai bukti sepak bola mampu mempersatukan bangsa lewat kompetisi akar rumput yang diikuti 64 klub Liga 4 daerah.
Status Dua Juri LCC Kabarnya 'Dinonaktifkan' Bukan Dari Jabatan di MPR RI Tapi...

Status Dua Juri LCC Kabarnya 'Dinonaktifkan' Bukan Dari Jabatan di MPR RI Tapi...

MPR RI menjelaskan status dua juri LCC 4 Pilar yang dinonaktifkan usai polemik SMAN 1 Pontianak. Bukan dicopot dari jabatan.
Ketua Viking Buka Suara usai Persib Bandung Didenda Rp3,5 Miliar dan 2 Laga Tanpa Penonton, Bobotoh Diminta Berkaca

Ketua Viking Buka Suara usai Persib Bandung Didenda Rp3,5 Miliar dan 2 Laga Tanpa Penonton, Bobotoh Diminta Berkaca

Ketua Viking Tobias Ginanjar meminta Bobotoh introspeksi usai Persib Bandung didenda Rp3,5 miliar dan dihukum laga kandang AFC tanpa penonton di kompetisi Asia.
Masih Ingat Park Hang-seo? Eks Rival Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Ini Dikabarkan Bakal Comeback ke Thailand

Masih Ingat Park Hang-seo? Eks Rival Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Ini Dikabarkan Bakal Comeback ke Thailand

Park Hang-seo dikabarkan segera comeback ke Thailand dengan bayaran fantastis, eks rival Shin Tae-yong itu bisa memimpin proyek ambisius klub Thai League 2.
Perjalanan Hijrah Clara Shinta Kembali Disorot, Kini Ramai Dikaitkan dengan Dugaan Datangi Kelab Malam Tanpa Hijab

Perjalanan Hijrah Clara Shinta Kembali Disorot, Kini Ramai Dikaitkan dengan Dugaan Datangi Kelab Malam Tanpa Hijab

Perjalanan hijrah Clara Shinta kembali dikulik publik usai dirinya diduga terlihat tanpa hijab di kelab malam Jakarta Selatan bersama Jule.

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Juri LCC MPR RI Akhir Blak-blakan Alasan Salahkan Jawaban SMAN 1 Pontianak, Rupanya Bukan Karena Artikulasi

Juri LCC MPR RI Akhir Blak-blakan Alasan Salahkan Jawaban SMAN 1 Pontianak, Rupanya Bukan Karena Artikulasi

Kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI belakangan ini menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT