GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Otaki Demo Tutup Satpas Singosari Malang, Seorang Calo SIM Diringkus Polisi

Pria penutup akses pintu masuk dan keluar halaman Satpas, ditetapkan tersangka sebagai tersangka provokator. Satu orang diamankan bukan atas dugaan praktik calo
  • Reporter :
  • Editor :
Selasa, 19 Desember 2023 - 18:30 WIB
Otaki Demo Tutup Satpas Singosari Malang, Seorang Calo SIM Diringkus Polisi
Sumber :
  • tvOne - edy cahyono

Malang, tvOnenews.com - Pria penutup akses pintu masuk dan keluar halaman Satpas, ditetapkan tersangka sebagai tersangka provokator. Satu orang diamankan bukan atas dugaan praktik calo.

Dalam rilis pers, Selasa (19/12) siang, dipimpin Wakapolres Malang, Kompol Wisnu S Kuncoro, ia bersama Kasat Lantas Polres Malang, AKP Adis Dani Garta, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat dan Kasihumas Polres Malang, Ipda M Adnan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tersangka bernama Arifin (65) warga Desa Jeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Diduga seorang calo, pria sepuh ini juga seorang peternak ayam. Dialah provokator demo di halaman Satpas Singosari," ujar Wakapolres Malang, Kompol Wisnu S Kuncoro, dihadapan awak media, Selasa (19/12).

Diungkapkan Wisnu, bukan hanya berdemo, Arifin juga mengajak 8 orang lain untuk menutup akses jalan masuk Satpas Singosari Polres Malang selama 45 menit.

"Aksi ini dilakukan dengan memarkir 2 mobil depan pintu dan 2 mobil di pintu keluar," jelasnya.

Akibatnya, puluhan pemohon SIM atau warga yang hendak ke Satpas, sangat terganggu. Aksi tersangka juga mengganggu jalannya pelayanan proses pengurusan SIM. Bahkan, deretan mobil antri mencapai ratusan meter (hingga rel kereta api atau 500 m).

"Tersangka kami amankan terkait tindak pidana menghasut, perbuatan tidak menyenangkan. Menghalangi atau menghambat pelayanan di Satpas, bukan terkait calo," sebut Kompol Wisnu.

Kata Wisnu, aksi dimulai pukul 09.30 WIB. Adanya gangguan, sontak ditanggapi Polsek Singosari dan Sat Reskrim Polres Malang. Petugas mengamankan sejumlah orang, termasuk tersangka Arifin.

Petugas juga mengamankan barang bukti, diantaranya sejumlah ponsel dan 4 unit mobil. Salah satunya, pikap pengangkut untuk komando saat orasi penutupan akses masuk satpas.

"Ada pula spanduk bertuliskan Mohon izin bapak Kapolri. Kantor Samsat Polres Malang kami tutup untuk kepentingan penyelidikan (Kami Komunitas pinggiran)," bebernya.

Sehari sebelumnya, tersangka mengajak saudara dan tetangga untuk berdemo. Jika berhasil, ia menjanjikan membantu pengurusan SIM.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat menegaskan, tersangka dijerat sangkaan pasal 160 KUHP Tentang Penghasutan, pasal 212 KUHP dan atau 335 KUHP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia diduga calo. Kami amankan bukan soal itu. Kami amankan sesuai perbuatannya, mengganggu pelayanan di Satpas, padahal warga datang itu berharap mendapat pelayanan yang mudah dan cepat," urai Gandha. (eco/gol)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Bursa Transfer: Ipswich Town Bidik Bek Marseille, Posisi Elkan Baggott Semakin Terjepit di Skuad Liga Premier Musim Depan

Update Bursa Transfer: Ipswich Town Bidik Bek Marseille, Posisi Elkan Baggott Semakin Terjepit di Skuad Liga Premier Musim Depan

Ipswich Town yang sempat terdegradasi satu musim akhirnya akan kembali tampil di Liga Premier musim depan. Publik pun bertanya-tanya apakah ini menjadi waktu yang tepat bagi Elkan Baggott merasakan debutnya di kasta tertinggi Liga Inggris.
Tanggapi Kontroversi Film "Pesta Babi", Menko Yusril: Biarkan Masyarakat Menonton, lalu Gelar Diskusi dan Berdebat

Tanggapi Kontroversi Film "Pesta Babi", Menko Yusril: Biarkan Masyarakat Menonton, lalu Gelar Diskusi dan Berdebat

Kontroversi pemutaran film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita mendapat respons langsung dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. 
Polemik Lomba Cerdas Cermat Kalbar Belum Usai, SMAN 1 Teladan Yogyakarta Ikut Kena Hujatan Netizen: Dibantu Juri

Polemik Lomba Cerdas Cermat Kalbar Belum Usai, SMAN 1 Teladan Yogyakarta Ikut Kena Hujatan Netizen: Dibantu Juri

Polemik penilaian juri pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR RI di Kalbar tak hanya berimbas pada SMAN 1 Pontianak, tetapi juga menyeret SMAN 1 Teladan Yogyakarta
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Targetkan 1.000 Titik di 2026, Menteri KKP Sebut Kampung Nelayan Merah Putih Penting untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Targetkan 1.000 Titik di 2026, Menteri KKP Sebut Kampung Nelayan Merah Putih Penting untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah memfokuskan pembenahan sektor perikanan dari titik paling awal melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). 

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak Disambut Hangat Sekda Kalbar dan Ikatan Alumni, Dukung Penuh Keputusan Sekolah

Tim SMAN 1 Pontianak disambut hangat oleh Sekda Kalbar dan IKASMANSA Pontianak, mereka mendukung penuh keputusan sekolah.
Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

SMAN 1 Pontianak resmi tolak lomba ulang final LCC Empat Pilar MPR Kalbar 2026. Warganet beri pujian, terutama untuk pernyataan poin 5 dan 6.
Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Seusai Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Pontianak Nostalgia Kemenangan Lomba Cerdas Cermat MPR Tahun 2025

Setelah menyatakan mundur dari perlombaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat dari MPR RI, SMAN 1 Pontianak mengenang masa kemenangannya pada tahun 2025.
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) merespon ibu asal Surabaya, WS (40) yang curhat menjadi korban kasus penipuan dan perampokan warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT