GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Emak-emak Laporkan Admin Arisan ke Polisi karena Diduga Gelapkan Uang Arisan Senilai Rp4 Miliar

Belasan ibu-ibu mendatangi Polres Trenggalek untuk melaporkan dugaan penggelapan dana arisan yang dilakukan admin inisial WS dengan kerugian mencapai Rp4 miliar
Rabu, 19 Februari 2025 - 11:24 WIB
Emak-emak Laporkan Admin Arisan ke Polisi karena Diduga Gelapkan Uang Arisan Senilai Rp4 Miliar
Sumber :
  • aris sutikno

Trenggalek, tvOnenews.com — Belasan ibu-ibu mendatangi Polres Trenggalek untuk melaporkan dugaan penggelapan dana arisan yang dilakukan oleh seorang admin berinisial WS. Total kerugian yang dialami oleh para korban diperkirakan mencapai Rp4 miliar.

Menurut salah satu korban, Aning Triwahyuni, menjelaskan dirinya bersama anggota arisan lainnya, bersama-sama melaporkan WS karena yang bersangkutan tiba-tiba hilang kontak, sementara masih banyak anggota yang belum menerima uang dari pencairan dana arisan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Arisan ini awalnya berjalan lancar dan sudah berlangsung selama lima tahun. Tapi belakangan ini, WS admin arisan menghilang, dan banyak member yang belum menerima uang cairan arisan," ujar Aning. 

Arisan yang dikelola WS menggunakan sistem menurun, setiap anggota memiliki nominal setoran yang berbeda-beda. Dengan mekanisme ini membuat anggota dengan nomor urutan bawah lebih berpeluang mendapatkan keuntungan besar, sedangkan nomor urut pengundian pertama hanya mendapat keuntungan kecil. 

Tidak hanya itu, admin WS juga menawarkan skema investasi lelang dengan iming-iming bunga tinggi bagi setiap pemenang undian arisan dengan perjanjian setiap anggota yang menyetorkan modal Rp10 juta dijanjikan keuntungan sebesar Rp11,5 juta hingga Rp12 juta per bulan.

Dugaan penggelapan dana arisan puluhan anggotanya ini mulai mencuat setelah beberapa anggota tidak menerima dana pencairan yang seharusnya mereka dapatkan. 

Berdasarkan laporan korban, sebanyak 42 orang telah dirugikan akibat arisan dan investasi tersebut.

"Total kerugian mencapai Rp4 miliar karena banyak member yang belum mendapatkan haknya," ungkap Aning.

Arisan yang dikelola WS diketahui memiliki sekitar 64 grup dengan anggota yang berbeda-beda. Setiap pencairan dana pun bervariasi, mulai dari Rp30 juta hingga Rp75 juta per anggota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, saat dikonfirmasi sejumlah media membenarkan adanya laporan dari sejumlah korban terkait dugaan arisan bodong ini. Namun, ia menegaskan bahwa laporan tersebut masih berstatus pengaduan.

"Benar, ada beberapa ibu-ibu yang datang ke polres melaporkan kasus ini. Namun, statusnya masih sebatas aduan dan masih dalam tahap penyelidikan," kata AKP Eko.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Asmara Terlarang, Dua Pelaku Penyiram Air Keras ke Pedagang Tempe Pacitan Ditetapkan Tersangka

Asmara Terlarang, Dua Pelaku Penyiram Air Keras ke Pedagang Tempe Pacitan Ditetapkan Tersangka

Satuan Reserse Kriminal Polres Pacitan berhasil mengungkap kasus penganiayaan berencana yang melibatkan bapak dan anak sebagai tersangka di Kecamatan Ngadirojo.
Daftar Terbaru Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI untuk Dinaturalisasi, John Herdman Tertarik Panggil ke Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni?

Daftar Terbaru Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI untuk Dinaturalisasi, John Herdman Tertarik Panggil ke Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni?

Empat pemain keturunan dikabarkan sudah didekati PSSI dan berpeluang memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni jika prosesnya tuntas dengan tepat waktu.
Jawaban Jujur Pesulap Merah soal Bukti Dokumentasi Sarwendah Ritual di Gunung Kawi

Jawaban Jujur Pesulap Merah soal Bukti Dokumentasi Sarwendah Ritual di Gunung Kawi

Pesulap Merah akhirnya buka suara soal bukti dokumentasi Sarwendah ritual di Gunung Kawi. Ia mengaku tidak memiliki bukti apa pun terkait isu tersebut.
Pramono akan Tunaikan Haji, Perayaan Idul Adha dan Tugas Pemerintahan di Jakarta Sementara Dipimpin Wagub

Pramono akan Tunaikan Haji, Perayaan Idul Adha dan Tugas Pemerintahan di Jakarta Sementara Dipimpin Wagub

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan perayaan Idul Adha di ibu kota akan dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno.
Kabar Terkini Kondisi Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia Tampil di FIFA Matchday Diungkap Media Ternama Italia

Kabar Terkini Kondisi Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia Tampil di FIFA Matchday Diungkap Media Ternama Italia

Sebuah media ternama Italia mengungkap kabar terkini kondisi Jay Idzes. Sang kapten Timnas Indonesia berada dalam kondisi meragukan menjelang FIFA Matchday Juni 2026.
Prabowo Bilang Banyak Negara Kaya Minta Bantuan ke Indonesia: Kita Harus Lebih Percaya Diri

Prabowo Bilang Banyak Negara Kaya Minta Bantuan ke Indonesia: Kita Harus Lebih Percaya Diri

Kepala Negara mengungkapkan dirinya sangat dihormati ketika melakukan kunjungan ke luar negeri. Bahkan, lanjut dia, negara-negara maju seperti Australia hingga Brazil banyak meminta bantuan Indonesia.

Trending

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

Nasib Josepha Alexandra setelah jawabannya dianulir Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR di Kalimantan Barat. pernyataan MPR mengenai sanksi kepada dewan juri
Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Menurut penuturan agen Chris Kim, Red Sparks ternyata sudah menghubungi Megawati Hangestri lebih awal sebelum tawaran dari Hillstate datang pada Januari silam.
Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Agen Korea Ungkap Red Sparks Sempat Dekati Megawati Hangestri Sebelum Direbut Hyundai Hillstate

Kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate ternyata menyimpan cerita menarik. Sang agen mengungkap bahwa Red Sparks sempat lebih dulu minat ke Megatron.
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan

Saat touring di kawasan Cipanas, Cianjur, Dedi Mulyadi mendadak menghentikan kendaraannya untuk melakukan inspeksi langsung di area penataan eks Hibisc Fantasy.
Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

MPR RI menyatakan telah berdiskusi dengan SMAN 1 Sambas terkait pendampingan psikologis bagi peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar.
Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Meski Diperkuat Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Masih Punya Satu Kelemahan Ini Menurut Sang Agen

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate memang menambah kekuatan, namun tim tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi jika ingin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT