News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswa SMP di Surabaya Tewas Tersengat Listrik di Rooftop Sekolah saat Kerjakan Tugas

Tragedi terjadi di SMP Katolik Angelus Custos Surabaya saat seorang siswa kelas IX berinisial SSH (15) tewas tersengat listrik di rooftop sekolah, Jumat (28/3)
Kamis, 8 Mei 2025 - 22:21 WIB
Siswa SMP Tewas Tersengat Listrik di sekolah
Sumber :
  • Tim tvone - zainal ashari

Surabaya, tvOnenews.com - Tragedi terjadi di SMP Katolik Angelus Custos Surabaya saat seorang siswa kelas IX berinisial SSH (15) tewas tersengat listrik di rooftop sekolah, Jumat (28/3).

Korban bersama teman-temannya sedang mengerjakan tugas kelompok ujian praktik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebelum insiden maut itu terjadi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kronologi Kejadian

Ayah korban, Tanu Hariadi menjelaskan bahwa SSH berangkat ke sekolah saat hari libur untuk menyelesaikan tugas kelompok bersama teman-temannya. Namun, saat tiba di sekolah, tangga menuju kelas terkunci, dan lapangan digunakan oleh siswa SMA Katolik Frateran untuk kerja kelompok. 

Karena keterbatasan tempat, korban dan teman-temannya akhirnya memutuskan untuk menggunakan rooftop lantai IV SMA Katolik Frateran sebagai lokasi kerja kelompok. 

Saat berada di rooftop, SSH diduga hendak meletakkan ponselnya untuk merekam kegiatan kelompok. Namun, tanpa sengaja, ia menginjak kabel AC yang terkelupas, sehingga tersengat listrik. 

"Teman-temannya bersaksi putra saya sempat berteriak 'aku kesetrum', lalu mematung selama sekitar 40 detik sebelum akhirnya terjatuh dan kepalanya terbentur pagar," ujar Tanu Hariadi, Kamis (8/5). 

Melihat kejadian itu, teman-temannya segera membawa SSH ke RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.35 WIB. 

Saat memandikan jenazah anaknya, Tanu melihat adanya luka di kaki, bercak merah di punggung, serta bintik-bintik merah di lengan yang diduga akibat sengatan listrik. 

Keluarga Korban Kecewa atas Sikap Sekolah

Pihak keluarga korban sempat mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi kronologi kejadian, namun tidak mendapat tanggapan. 

"Hanya sebatas mendapat cerita tentang kehidupan SSH sehari-hari di sekolah. Padahal peristiwa itu terjadi di sekolah. Kalau memang ada empati, datang ke rumah dan jelaskan, maka kami sebagai orang tua tentu akan merasa dihargai," ujar Tanu. 

Menurutnya, awalnya SSH dan teman-temannya ingin mengerjakan tugas kelompok di rumah salah satu temannya, tetapi atas saran orang tua dan guru, mereka diarahkan untuk mengerjakan tugas di sekolah karena dijanjikan akan disediakan tempat. Namun, saat tiba di sekolah, kelas terkunci, sehingga mereka memutuskan untuk bekerja di rooftop lantai empat. 

Keluarga korban mengaku kecewa karena tidak ada itikad baik dari sekolah untuk memberikan penjelasan. 

Laporan Dilayangkan ke Kepolisian

Karena tidak ada tanggapan dari pihak sekolah, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya pada 10 April 2025. Laporan itu telah diterima oleh SPKT dengan nomor laporan STTLPM/549/IV/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya. 

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Dewi, mengatakan bahwa polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah dilakukan klarifikasi terhadap 5 orang saksi, termasuk dari pihak sekolah," kata Rina. 

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab pasti kejadian, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dari pihak sekolah. (zaz/hen) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemain Timnas Indonesia Berbondong-bondong Protes Indonesia Peringkat 8 Suporter Terfanatik di Dunia, Emil Audero dan Justin Hubner Sampai Bilang Begini

Pemain Timnas Indonesia Berbondong-bondong Protes Indonesia Peringkat 8 Suporter Terfanatik di Dunia, Emil Audero dan Justin Hubner Sampai Bilang Begini

Pemain Timnas Indonesia kompak protes usai suporter Garuda hanya peringkat 8 dunia. Sandy Walsh soroti Inggris-Jerman, lainnya yakin Indonesia layak nomor 1.
Wakil Ketua MPR RI Minta Perkuat Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat: Sinergi PATRIA

Wakil Ketua MPR RI Minta Perkuat Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat: Sinergi PATRIA

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menerima audiensi Ketua Umum dan jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI.
3 Alasan Timnas Indonesia U-17 Mampu Raih Gelar Juara di Piala AFF U-17 2026 meski Masuk Grup Neraka

3 Alasan Timnas Indonesia U-17 Mampu Raih Gelar Juara di Piala AFF U-17 2026 meski Masuk Grup Neraka

Timnas Indonesia U-17 bakal tampil di Piala AFF U-17 2026 pada pekan depan. Namun, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto itu masuk ke grup neraka.
Satu Ruangan di Lantai 2 Polres Metro Jakarta Barat Terbakar, Penyebab Masih Misterius

Satu Ruangan di Lantai 2 Polres Metro Jakarta Barat Terbakar, Penyebab Masih Misterius

Sementara itu, Wisnu memastikan dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
Resmi Jadi Free Agent, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Primadona Incaran Klub Juara

Resmi Jadi Free Agent, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Primadona Incaran Klub Juara

Bursa pemain bebas Liga Voli Korea 2025/2026 resmi dibuka, dan nama Jung Ho-young—sahabat dekat Megawati Hangestri—langsung jadi buruan klub top juara Korea.
Reaksi Warga Jabar dan "Jateng" setelah Dedi Mulyadi Non Aktifkan Kepala Samsat Seokarno-Hatta karena Langgar Instruksi Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Reaksi Warga Jabar dan "Jateng" setelah Dedi Mulyadi Non Aktifkan Kepala Samsat Seokarno-Hatta karena Langgar Instruksi Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Bukan hanya Kang Dedi Mulyadi yang merespons viralnya video keluhan pelayanan bayar pajak bermotor di Jawa Barat. Netizen juga ikut berkomentar

Trending

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Berdasarkan video yang diterima tvOnenews.com, api berkobar di sebuah ruangan lantai dua dan keluar dari jendela.
Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Nampaknya Megawati Hangestri buka peluang kembali ke Liga Voli Korea usai bertemu kapten Red Sparks. Tiga keinginan jadi penentu keputusan penting ini.
Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Bayern Munich sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Real Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.
Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berkat Arsenal, tim-tim Liga Inggris lainnya, seperti Manchester United dan Liverpool, mendapatkan keuntungan. Hal ini berkat kemenangan The Gunners dengan skor 1-0 atas Sporting Lisbon.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyentil siswa SMKN 2 Subang soal kebersihan meski sudah berbaris rapi. Ia tekankan cara menghormati bukan seremoni, tapi lingkungan bersih
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT