Harga Cabai Semakin 'Pedas' dan Ugal-ugalan hingga Rp120 Ribu, Sementara Daging Ayam Tembus Rp45 Ribu per Kilogram
- ika nurulla
Selain faktor cuaca yang menurunkan produksi para petani, permintaan masyarakat yang tinggi menjelang lebaran juga menyebabkan harga cabai rawit naik ugal-ugalan. Sedangkan cabai merah, bawang merah dan putih sedikit melonjak.
"Cabai merah Rp40 ribu, sebelumnya Rp30-35 sekilo, bawang merah Rp40 ribu, sebelumnya Rp35 ribu, bawang putih Rp35 ribu sebelumnya Rp 30 ribu," ungkapnya.
Sedangkan daging ayam potong naik dari Rp38.000 menjadi Rp45.000. Para pedagang tak berkutik sebab harga dari distributor juga naik. Kondisi ini tak hanya menampar para konsumen, tapi juga para pedagang. Sebab omzet penjualan mereka anjlok.
"Penjualan agak menurun. Rata-rata sehari habis 50 kilogram, sejak harga naik penjualan turun bisa sampai separuhnya," cetus Beni, pedagang daging ayam potong.
Kepala Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto Iptu Dawan Naibaho membenarkan musim hujan menjadi faktor utama harga cabai rawit merah naik ugal-ugalan. Di tingkat petani, banyak cabai yang busuk terkena hujan. Kondisi ini memicu kelangkaan cabai rawit di tengah tingginya permintaan masyarakat menjelang Ramadan.
"Ke depannya tetap kami awasi, kami dapat informasi pasokannya dari Krian (Sidoarjo). Semoga pihak distributor bisa kami ajak komunikasi baik-baik agar bisa menjaga harga tetap stabil sampai lebaran nanti," jelasnya.
Sedangkan terkait daging ayam potong, kata Dawan, pihaknya akan menggali informasi dari para peternak di Kecamatan Trawas, Mojokerto ihwal peyebab harganya melonjak. Karena para pedagang menyebut naiknya harga ayam potong sejak dari peternak.
"Kalau seiring berjalannya waktu nanti ada temuan terkait penimbunan, kami lakukan teguran. Kalau ada unsur pidana terkait penimbunan itu tentu pasti kami tindaklanjuti. Sebisa mungkin kami ajak komunikasi agar distributor bisa saling mengerti menjelang lebaran ini bisa menjaga harga tetap stabil," tegasnya.
Kepala Bulog Cabang Mojokerto Muhammad Husin memastikan stok beras SPHP dan Minyakita aman sampai lebaran nanti. Sejauh ini untuk wilayah Mojokerto, pihaknya telah melakukan penetrasi pasar dengan mendistribusikan 50 ton beras SPHP dan 1.500 liter Minyakita.
"Kami kerja sama dengan Pemkab dan Polres Mojokerto untuk penetrasi pasar dan distribusi beras SPHP dan Minyakita. Di sini (Pasar Raya Mojosari) ada tujuh pedagang, rata-rata kami pasok 600 liter Minyakita dan 1-2 ton beras SPHP per minggu," tandasnya. (ikn/far)
Load more