Polisi Tutup Lokasi Tambang Emas Lawang Tua, Pasca 3 Penambang Tewas Tertimpa Runtuhan
- Irwansyah
Pasca kejadian, Polres Sumbawa mengambil langkah tegas dengan menghentikan dan menutup aktivitas penambangan di lokasi kejadian. Petugas juga memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi, termasuk pada area dan alat berat yang berada di sekitar TKP.
Selain melakukan olah TKP, kepolisian mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut sebagai barang bukti. Di antaranya pakaian korban, jerigen, alas kaki, topi, serta peralatan tambang berupa linggis dan palu.
Polisi juga akan melakukan penyelidikan terkait dugaan aktivitas pertambangan yang belum mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR), sekaligus mendalami penyebab pasti runtuhnya material batu dan tanah yang menelan korban jiwa.
"Menyikapi hal ini, Bu Kapolres Sumbawa telah berkoordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Sumbawa dan akan menindaklanjuti atas adanya kejadian ini. Pihak keluarga para korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun secara hukum," pungkas Iptu Zainal.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan di kawasan tambang rakyat. Kondisi tebing dan material tanah yang labil, ditambah aktivitas penggalian dengan peralatan sederhana, dapat sewaktu-waktu mengancam keselamatan para pekerja.
Sebelumnya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, bersama jajaran Forkopimda juga diketahui pernah meninjau kawasan tambang di wilayah Lantung.
Kini, pasca tragedi yang merenggut tiga nyawa tersebut, aktivitas tambang di lokasi kejadian dihentikan sementara dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian serta status legalitas aktivitas pertambangan di kawasan Lawang Tua. (irw/frd)
Load more