News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pasutri Sindikat TPPO Antar Provinsi

Pasangan suami istri, WF alias Wita (28) serta YD (24) warga Padang Pariaman, Sumatera Barat dibekuk Satuan Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres
Sabtu, 8 Juli 2023 - 17:17 WIB
Pasangan suami istri pelaku TPPO diperiksa penyidik Polres Pelabuhan Belawan.
Sumber :
  • Tim tvOne/Martinus Sitorus

Medan, tvOnenews.com - Pasangan suami istri, WF alias Wita (28) serta YD (24) warga Padang Pariaman, Sumatera Barat dibekuk Satuan Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu (8/7/2023). 

Pasangan suami istri ini diduga melakukan tindakan perdagangan orang, dengan mengiming-imingi korbannya bekerja di Malaysia dan gaji besar. Korban adalah NS (31) dan N (26) warga Belawan, Medan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pasutri yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut ditangkap dari kawasan Jalan Perjuangan, Medan. Dalam penangkapan petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya empat buah paspor atas nama korban dan tersangka, satu berkas proposal ditujukan ke salah satu perusahaan di Jakarta, dua formulir pendaftaran calon TKI ditandatangani kedua korban," beber Kanit Reskrim Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan, Ipda Rostati Sihombing

dua lembar surat izin keluarga, dua surat pernyataan berkeinginan kerja di luar negeri dari PT CSB, yakni jika melanggar ketentuan dikenakan denda Rp5,5 juta dan membatalkan atau mengundurkan diri denda Rp7 juta, dua lembar perjanjian kontrak dan gaji RM1500 dengan potongan gaji tiga bulan, dan dua lembar surat bersedia ganti rugi Rp25 juta, jika ingin pulang setelah tiba di luar negeri,” lanjut Ipda Rostati Sihombing. 

Ditambahkan Rostati, awal terungkapnya kasus dugaan perdagangan orang tersebut, berawal ketika beberapa pekan lalu terjadi keributan antara orang tua N dengan terlapor yang minta ganti rugi sebesar Rp12 juta, karena salah seorang calon pekerja membatalkan keberangkatannya ke luar negeri.

Karena pihak terlapor tetap membawa putrinya ke tempat penampungan di Medan, pihak korban kemudian membuat laporan pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan.

Menyikapi laporan pengaduan tersebut, kemudian Tim Unit PPA meringkus WF alias Wita dan YD dari kawasan Jalan Perjuangan Medan. Modus operandi WF dan YD merekrut calon pekerja ke luar negeri dengan membuat postingan pada media sosial Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Guna pengusutan lanjut, pasutri tersebut kini ditahan di sel tahanan polisi,” jelas Ipda Rostati. (mss/wna) 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Pihak dr Richard Lee Mulai Gerah, Kuasa Hukum Beri Peringatan Keras untuk Doktif

Pihak dr Richard Lee Mulai Gerah, Kuasa Hukum Beri Peringatan Keras untuk Doktif

Di tengah proses hukum yang dijalani dr Richard Lee, kuasa hukum beri peringatan keras untuk Doktif. Abdul Haji Talaohu ungkap kliennya tak nyaman dengan Doktif
Peringatan Keras Gubernur Malut Sherly Tjoanda: ASN Telat Input Data Gaji? Kepala OPD Siap-Siap Saja

Peringatan Keras Gubernur Malut Sherly Tjoanda: ASN Telat Input Data Gaji? Kepala OPD Siap-Siap Saja

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengeluarkan instruksi keras terkait kedisiplinan administrasi dan target pendapatan daerah di hadapan ribuan pegawainya. 
Bukayo Saka Kirim Arsenal ke Final Liga Champions usai Tumbangkan Atletico Madrid 1-0

Bukayo Saka Kirim Arsenal ke Final Liga Champions usai Tumbangkan Atletico Madrid 1-0

Gol tunggal Bukayo Saka berhasil mengantarkan Arsenal melenggang ke final Liga Champions 2025-2026. Mereka menang tipis dengan skor 1-0 atas Atletico Madrid di leg kedua semifinal.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Timnas Indonesia U-17 berhasil mengawali Piala Asia U-17 2026 dengan raihan yang positif. Hal ini seakan membungkam keraguan yang sempat disematkan kepada pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.

Trending

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap, 3 alasan utama sertifikat mualaf dokter Richard Lee dicabut, hingga media Malaysia soroti Shin Tae-yong (STY).
Dari Kisah Evan, Gubernur Dedi Mulyadi Nilai Pembunuh Satu Keluarga Haji Sahroni di Indramayu Jago Manipulatif

Dari Kisah Evan, Gubernur Dedi Mulyadi Nilai Pembunuh Satu Keluarga Haji Sahroni di Indramayu Jago Manipulatif

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyikapi babak baru kasus pembunuhan Haji Sahroni sekeluarga di Indramayu. Pelaku dinilai jago merekayasa berkaca dari Evan.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh sebelum sertifikat mualafnya dicabut oleh pihak MCI, dr Richard Lee pernah tanya ke istri soal mualaf, dr Reni Effendi pun menjawab begini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT