GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pohon Mahoni di Kota Pematangsiantar Ditebang dan Diduga Diperjualbelikan, DPRD Sesalkan dan Minta APH Turun Tangan

Menghilangnya sejumlah pohon mahoni sebagai penyanggah paru-paru kota di beberapa wilayah di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, diduga sarat adanya permainan
Kamis, 26 Oktober 2023 - 21:38 WIB
Penebangan dan pengangkutan pohon kayu mahoni di Jalan Tennis Kota Pematangsiantar.
Sumber :
  • Tim tvOne/Daud Sitohang

Pematangsiantar, tvOnenews.com - Menghilangnya sejumlah pohon mahoni sebagai penyanggah paru-paru kota di beberapa wilayah di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, diduga sarat adanya permainan oknum-oknum nakal yang diduga berupaya memperjual belikan batang kayu jenis sembarang keras yang ditebang di bebrapa wilayah di kota ini.

Diketahui bahwa pohon mahoni yang tumbuh tersebar di sepanjang jalan di wilayah Kota Pematangsiantar, sangat membantu dalam menjaga kualitas udara. Sebab pohon mahoni, dengan sifat alamiahnya yang mampu menyerap karbon dioksida, debu, dan emisi gas dari kendaraan, telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kualitas udara di Kota Pematangsiantar puluhan tahun lamanya. Mahoni telah berperan sebagai penyeimbang penting dalam upaya mengatasi masalah polusi udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun secara perlahan, puluhan bahkan ratusan batang mahoni di kota itu terus menghilang dari tahun ke tahun, seperti yang terlihat di Jalan Tennis, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (26/10/2023) sore. 

Sekitar pukul 15.00 WIB, terlihat dua oknum ASN dan salah satunya tampak masih mengenakan baju seragam batik ASN, memimpin proses penebangan hingga pengangkutan dua batang kayu mahoni yang ditebang di lokasi tersebut.

Kedua batang mahoni yang sebelumnya berdiri kokoh dan ditaksir berusia belasan hingga puluhan tahun ini, ditebang dan diangkut oleh sejumlah pekerja dengan menggunakan satu unit mobil crane, sementara kedua oknum ASN tersebut terlihat mengomandoi dan mengatur para pekerja. 

Ditemui di lokasi, David Sijabat yang diketahui menjabat Kepala Bidang di Dinas Tarukim Kota Pematangsiantar, berkelit bahwa penebangan kayu yang mereka lakukan merupakan atas permintaan dari masyarakat sekitar. 

"Tugas kita hanya untuk menebang kayu berdasarkan permintaan warga,” sebutnya. 

Dua oknum ASN dan satu orang berpakaian batik ASN di lokasi mengawasi pemotongan pohon mahoni. (tim tvOne/Daud Sitohang)

Namun saat dimintai surat permohonan warga yang meminta penebangan pohon tersebut, keduanya tak mampu menunjukkan dan justru menunjukkan surat permohonan yang ditandatangani oleh Camat dan Lurah melalui Whatsapp mereka. 

Selanjutnya, David dengan suara meninggi menyebutkan, kayu-kayu yang ditebang oleh pihaknya akan disimpan di gudang kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Pematangsiantar. "Kayunya kita simpan di gudang Dinas PU,” ungkapnya lagi.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa aksi penebangan kayu mahoni di lingkungan tersebut sudah dua kali terjadi selama setahun terakhir. "Ini sudah dua kali mereka menebang kayu di lokasi yang sama, bang, dulu ada empat atau lima batang kayu mahoni di lokasi tersebut. Awalnya mereka merantingi dahan pohonnya, selanjutnya ditebang dua batang, empat atau lima bulan yang lalu. Sekarang ditebang lagi dua batang mahoninya,” sebutnya. 

Selanjutnya, warga tersebut mengatakan bahwa mereka tidak pernah mengajukan keberatan dan permintaan kepada aparat pemerintah agar pohon-pohon tersebut ditebangi. 

"Kita sebagai warga mana pernah minta pohon-pohon tersebut ditebang, kita justru senang pohon-pohon tersebut berdiri tegak, karena dahannya rindang dan membuat lingkungan di sini jadi sejuk dan sebagai penyanggah air agar tidak banjir kalau musim penghujan tiba,” ungkapnya lagi. 

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar Noel Lingga, mengaku sangat menyesalkan adanya tindakan penebangan kayu yang beberapa waktu terakhir kerap terjadi tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan hidup.

"Kita menyesalkan hal tersebut, karena memang sering kita dengar penebangan pohon membawa surat mengatas namakan kepentingan masyarakat namun kerap dimanipulasi dan dilakukan oleh oknum-oknun tertentu.

Selain itu, Noel menyebutkan bahwa pohon-pohon yang ditebang ini terlihat masih bagus dan perlu dipastikan apakah memang benar warga meminta untuk di-replanting. 

"Kalau tidak salah, bila ada penebangan pohon mahoni, harus ada izin dari dinas terkait. Dinas terkait itu PUTR pemilik jalan kan, ada tidak izin dari dinas PUTR? Sebab menurut Perwa yang lama dinas lingkungan hidup yang memberi rekomendasi. Saya justru bingung, Perwa ini bukan melindungi pohon-pohon yang buat kota ini indah, dan justru membuka ruang membabat pohon pohon yang indah sebagai paru-paru kota,” tambah Noel. 

Pekerja menebang dan mengangkut pohon mahoni di Jalan Tenis Kota Pematangsiantar. (Tim tvOne/Daud Sitohang)

Selanjutnya, Noel menambahkan, untuk pelaksanaan perantingan dahan pohon ada aturannya, apalagi sampai menebang pohon sampai ke akarnya. "Ini gak bisa dibiarkan begitu saja, mau jadi apa kota ini kalau pohon-pohon yang bagus dibabat habis apalagi disinyalir ada dugaan permainan demi keuntungan dan kepentingan pribadi,” tuturnya.

Selanjutnya, Noel menyebutkan pihaknya akan menelusuri hal tersebut dan akan berupaya mengungkap otak dan dalang penebangan sejumlah batang pohon di wilayah Kota Pematangsiantar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari informasi yang kita dapatkan, penebangan kayu bukan sekali ini saja banyak laporan sebelumnya juga sudah kita terima dari warga. Penebangan pohon sebagai paru paru Kota itu tentu menyalah dan tidak boleh sembarang ditebang. Kita akan meminta dan mendukung agar pihak Kepolisian juga dapat menelusuri hal ini,” tutup Noel. (dsg/wna)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menohok! KPAI Nilai MPR Tak Perlu Mengulang Final LCC di Kalbar, Cukup Koreksi Keputusan Juri dan Wajib Minta Maaf

Menohok! KPAI Nilai MPR Tak Perlu Mengulang Final LCC di Kalbar, Cukup Koreksi Keputusan Juri dan Wajib Minta Maaf

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti keputusan dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.
120 Ribu Orang Diprediksi Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan Saat Libur Panjang

120 Ribu Orang Diprediksi Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan Saat Libur Panjang

Pada hari pertama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (15/5/2026), jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Ragunan hingga siang hari tercatat mencapai 32.296 orang.
Respon Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes, PKB Undang 250 Pengasuh Pesantren 

Respon Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes, PKB Undang 250 Pengasuh Pesantren 

Pertemuan yang akan digelar pada tanggal 18 dan 19 Mei 2026 di Jakarta itu mengundang 250 pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah. 
Gebrakan Timnas Indonesia Era John Herdman, Bintang MLS dan A-League Kabarnya Jadi Kloter Pertama Naturalisasi Skuad Garuda

Gebrakan Timnas Indonesia Era John Herdman, Bintang MLS dan A-League Kabarnya Jadi Kloter Pertama Naturalisasi Skuad Garuda

Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah muncul dua nama yang menjadi naturalisasi terbaru untuk memperkuat skuad Garuda. Adalah Luke Vickery dan Mitchel Baker.
Bikin Bobotoh Bangga, Persib Kembali Kantongi Lisensi AFC Selama 9 Tahun Beruntun

Bikin Bobotoh Bangga, Persib Kembali Kantongi Lisensi AFC Selama 9 Tahun Beruntun

Persib kembali menunjukkan konsistensinya sebagai klub paling profesional di Indonesia. Skuad Pangeran Biru itu kembali dapatkan lisensi klub profesional AFC.
Seorang Pasien Tewas dalam Insiden Kebakaran Gedung Jantung Dr. Soetomo Surabaya

Seorang Pasien Tewas dalam Insiden Kebakaran Gedung Jantung Dr. Soetomo Surabaya

Kebakaran hebat terjadi di lantai 5 gedung Pusat Pelayanan Kantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jumat (15/05/2026) pagi. Seorang pasien meninggal..

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
Trend Terpopuler: Respons Sherly Tjoanda Soal Keberanian Siswi SMAN 1 Pontianak, hingga KDM Buat Pedagang Senyum

Trend Terpopuler: Respons Sherly Tjoanda Soal Keberanian Siswi SMAN 1 Pontianak, hingga KDM Buat Pedagang Senyum

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda memberikan apresiasi atas keberanian Josepha Alexandra. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat para pedagang tersenyum
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT