GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buaya Sepanjang 2 Meter Masuk Perangkap Nelayan di Pali

Awalnya penemuan buaya diketahui oleh seorang nelayan bernama Hendri, sekira pukul 06.00 WIB pada hari Rabu (13/12/2023), yang saat itu hendak mengambil ikan di perangkap miliknya ke darat dari Sungai Penukal.
Kamis, 14 Desember 2023 - 16:36 WIB
Buaya Sepanjang 2 Meter Masuk Perangkap Nelayan di Pali.
Sumber :
  • Boris

Pali, tvOnenews.com - Seekor buaya dengan panjang 2 meter tidak sengaja ditemukan seorang nelayan, di Sungai Penukal, Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Sumatera Selatan. Sejak ditemukan sampai akhirnya dilepaskan kembali ke habitat asalnya, warga di sekitar lokasi dibuat heboh atas peristiwa penemuan satwa buas ini.

Awalnya penemuan buaya diketahui oleh seorang nelayan bernama Hendri, sekira pukul 06.00 WIB pada hari Rabu (13/12/2023), yang saat itu hendak mengambil ikan di perangkap miliknya ke darat dari Sungai Penukal. Setelah itu, ia dibuat panik karena melihat isi di dalam perangkap ikan itu didapati seekor buaya sepanjang 2 meter. Tidak mau ambil resiko, lalu kemudian dia memanggil warga sekitar untuk menyelamatkan buaya tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ali, warga Desa Air Itam, yang mengungkapkan bahwa proses penyelamatan berlangsung cukup dramatis, setelah berhasil mengikat bagian mulut dan kaki buaya, warga mengangkatnya untuk diamankan di salah satu rumah warga di desa tersebut. Sejak itu, warga heboh dan secara bergantian mendatangi lokasi tersebut, untuk melihat langsung bahkan banyak juga yang menyentuh buaya yang sudah diamankan ini.

“Yang menemukan pertama sekali itu Hendri pagi tadi di rajut ikan yang digunakannya mencari ikan di Sungai Penukal. Alasan kami membawa buaya ini kepermukiman warga supaya dapat mempermudah pihak terkait untuk menyelamatkan buaya ini, tapi sampai sore ini tidak ada pihak terkait yang datang untuk menjemputnya. Untuk itu, kami sepakat dengan warga lainnya untuk mengembalikan kembali buaya ini ke sungai penukal,” ungkap Ali pada Rabu (13/12/2023) sore.

Hingga sekira pukul 16.00 WIB, akhirnya warga berbondong-bondong membawa buaya tersebut dengan mengendarai sepeda motor ke kawasan Pangkalan Muara Air Itam untuk dikembalikan ke habitatnya.

Usai dilepaskan, Rizal, warga Desa Air Itam, mengatakan alasan pelepasan buaya ini karena sebagian masyarakat meyakini bahwa buaya tersebut merupakan buaya dari titisan para leluhur yang telah meninggal. Pada kawasan tersebut, juga terdapat makam para leluhur Desa Air Itam.

“Alasan kita lepaskan, karena buaya ini merupakan buaya puyang menurut tradisi kami. Jika kita biarkan atau kita bunuh itu tidak boleh, nanti dimarahi yang berwajib jadi kita kembalikan ke tempat asalnya. Di tempat ini kami pernah melihat ada sekitar 6 atau 7 buaya tapi itu anak buaya, namun tidak pernah mengganggu. Yang kita lepas barusan itu anaknya, panjangnya kira-kira 2 meter,” ujarnya. (bls/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Prestasi membanggakan diraih oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat. 
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.

Trending

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Prestasi membanggakan diraih oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat. 
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT