Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah
- Antara
Secara harfiah, sinkhole merupakan kondisi bawah permukaan yang terbentuk akibat pelarutan batu gamping selama periode geologis. Fenomena ini menyebabkan tanah dan material di atasnya amblas ke dalam rongga bawah tanah.
Bambang menambahkan, sinkhole umumnya terbagi dalam dua model, yakni runtuhan lapisan penutup (collapse) dan penurunan lapisan penutup (subsidence). Penelitian lanjutan diharapkan dapat memastikan mekanisme terbentuknya lubang raksasa di Ketol.
Ancaman Meluas ke Jalan Lintas
Berdasarkan analisis citra satelit pada 2015, 2021, dan 2025, Bambang menilai terdapat peluang lubang raksasa tersebut terus meluas.
“Citra satelit menunjukkan adanya perluasan lubang ke arah selatan atau mendekati jalan lintas kabupaten,” ujarnya.
Karena itu, selain pengalihan aliran air dan pemasangan rambu peringatan sebagai langkah jangka pendek, Bambang menekankan pentingnya kajian geologi komprehensif untuk penanganan jangka panjang.
“Upaya mitigasi teknis jangka panjang sebaiknya mengacu pada hasil penelitian geologi lanjutan agar mekanisme terbentuknya lubang raksasa ini dapat disimpulkan secara pasti,” katanya.
Kajian Sementara Dinas ESDM Aceh
Sebagai informasi, hasil kajian sementara Dinas ESDM Aceh menyebutkan bahwa pergerakan tanah di kawasan tersebut dipicu oleh material yang tersusun di atas tufa vulkanik dari Formasi Geureudong. Material ini bersifat lepas dan berpori, sehingga mudah menyerap dan menjadi jenuh air.
Selain itu, terdapat rembesan dan aliran air bawah tanah yang mengerosi material secara lateral. Saluran drainase yang meluap saat musim hujan turut membebani tanah, diperparah dengan kondisi tebing yang curam dan hampir tegak.
Faktor pemicu lainnya adalah curah hujan tinggi dan potensi gempa bumi yang dapat meningkatkan ketidakstabilan lereng di kawasan tersebut.
Load more