News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Covid-19 Naik, Bupati Sleman Minta Rumah Sakit Bersiap Seperti Puncak Varian Delta

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta terus melonjak. Pemerintah Kabupaten Sleman tengah bersiap melakukan berbagai langkah antisipasi.
Senin, 7 Februari 2022 - 20:17 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat memberi pengarahan kepada jajarannya terkait lonjakan Covid-19.
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetyo

Sleman, DIY - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta terus melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Pemkab Sleman saat ini tengah bersiap melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 tersebut.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bahkan meminta rumah sakit bersiap seperti saat menghadapi puncak varian Delta pertengahan tahun 2021 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"RSUD dan Dinkes agar dapat bersiap mengkonversi tempat tidur RS menjadi tempat tidur Covid-19 ke tingkat yang sama dengan puncak Delta dan melakukan audit terhadap pasien RS," ujarnya Senin (7/2/2022).

Selain bed rumah sakit, Kustini juga meminta sarana dan prasarana pendukungnya juga disiapkan. Diantaranya obat-obatan dan oksigen khusus untuk penanganan Covid-19.

Hal ini penting agar kejadian seperti saat puncak varian Delta kemarin tidak kembali terulang. Saat itu banyak pasien yang kesulitan mendapatkan oksigen di rumah sakit hingga berakibat fatal dan meninggal dunia.

Kustini juga mendorong daya tampung tempat isolasi terpusat (isoter) ditambah. Pasalnya semua pasien positif Covid-19 nantinya sebisa mungkin tidak melakukan isolasi mandiri di rumah tapi di isoter.

"Pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah akan tetapi kondisi rumah tersebut tidak memenuhi persyaratan agar dapat dipindahkan ke isoter. Jika yang bersangkutan menolak dapat dijemput dengan dibantu oleh jajaran TNI dan Polri," tegasnya.

Selain menyiapkan untuk pasien Covid-19, Kustini juga meminta jajaran di bawahnya agar menyiapkan alat perlindungan yang memadai untuk tenaga kesehatan (nakes). Para nakes harus mendapat proteksi lebih untuk mengurangi risiko penularan.

"Dinas Kesehatan, RSUD dan jajaran Puskesmas agar dapat memastikan tenaga kesehatan mendapat alat proteksi yang memadai dan jika memungkinkan disiapkan sarana asrama untuk para tenaga kesehatan agar mobilitas tenaga kesehatan terkontrol dan mengurangi risiko penularan," terang Kustini.

Tak hanya itu, Kustini juga meminta program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat terus dipercepat dan digencarkan. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk mengakselerasi vaksinasi dosis 2, vaksinasi anak, dan booster terutama untuk lansia dan kelompok rentan.

"Jika diperlukan, lakukan penyisiran secara door to door dan langsung ke wilayah masyarakat. Juga termasuk pelaksanaan vaksin booster untuk lurah dan pamong kalurahan serta staf pamong kalurahan. Pelaksanaan vaksinasi dapat berkoordinasi dengan TNI dan Polri," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sesuai arahan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, lanjut Kustini, pihaknya juga meminta para lansia dan orang yang memiliki komorbid untuk membatasi pergerakan selama satu bulan ke depan.

"Dan terdapat larangan orang-orang yang belum divaksin (bukan karena alasan medis) untuk beraktivitas di publik," pungkasnya. (Andri Prasetiyo/Buz).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Memanaskan Mesin Mobil Sebelum Berangkat Bisa Bikin Irit BBM? Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Memanaskan Mesin Mobil Sebelum Berangkat Bisa Bikin Irit BBM? Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Memanaskan mesin mobil sebelum berangkat masih menjadi kebiasaan banyak pengendara, terutama saat kendaraan baru pertama kali digunakan pada pagi hari.
Soal Adanya Dugaan Kesengajaan Karhutla Gunung Ciremai, Ini Kata Bupati Kuningan

Soal Adanya Dugaan Kesengajaan Karhutla Gunung Ciremai, Ini Kata Bupati Kuningan

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar buka suara soal adanya dugaan kesengajaan karhutla yang terjadi di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Dian menyebut penyebab karhutla masih diselidiki. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah memprioritaskan pemadaman agar api tidak meluas.
Harga Emas Antam Hari Ini 24 Oktober 2026 Stagnan di Angka Rp2.540.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Oktober 2026 Stagnan di Angka Rp2.540.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 24 Oktober 2026 terpantau stagnan di angka Rp2.540.000 per gram. Begitu juga dengan buyback atau harga beli kembali yang stagnan di angka Rp2.335.00 per gram.
Yoshimi Ogawa Jelaskan Prosedur Wasit saat Suporter Ricuh di Stadion, Ternyata Tak Bisa Asal Hentikan Pertandingan ‎

Yoshimi Ogawa Jelaskan Prosedur Wasit saat Suporter Ricuh di Stadion, Ternyata Tak Bisa Asal Hentikan Pertandingan ‎

Yoshimi Ogawa menjelaskan bahwa penghentian pertandingan akibat gangguan keamanan memiliki mekanisme yang perlu dipahami oleh seluruh perangkat pertandingan.
Dua Orang Terluka, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Satu Barang Bukti dalam Kasus Bacok di Cakung

Dua Orang Terluka, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Satu Barang Bukti dalam Kasus Bacok di Cakung

Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar, adanya kasus pembacokan di Cakung. Korbannya merupakan mantan anggota kopassus.
Garudayaksa FC Usung Misi Kebangkitan di Laga Persib, Target Poin Penuh dari Maung Bandung

Garudayaksa FC Usung Misi Kebangkitan di Laga Persib, Target Poin Penuh dari Maung Bandung

Pelatih Garudayaksa, Milos Joksic mengusung laga melawan Persib jadi misi kebangkitan bagi timnya. 

Trending

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tim para atletik Indonesia mendapatkan torehan impresif berupa 22 medali dari tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Hasil ini bahkan membawa Tim Indonesia ke peringkat ke delapan klasemen Asian Para Games 2026 per Jumat (23/10/2026). 
Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Ubed tampil meyakinkan dengan menyingkirkan wakil Taiwan Chi Yu Jen dalam dua gim langsung 21-15, 21-13 di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (24/10/2026).
Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Timnas Indonesia kembali berpeluang menambah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kali ini, seorang bek yang tampil di kasta tertinggi ingin bela Garuda.
Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Polri berhasil membongkar pengoperasian laboratorium rahasia pembuat narkoba sabu-sabu berskala raksasa di kawasan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh. Dimana
Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) melanda wilayah seluas 31,68 hectare yang berada dalam Kawasan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia di Puulemo dan Baula
Viral! Nathalie Holscher Kena Omel Sule dan Aripat setelah Prank Adzam Lewat Jasa Konten Kreator Polisi Anak

Viral! Nathalie Holscher Kena Omel Sule dan Aripat setelah Prank Adzam Lewat Jasa Konten Kreator Polisi Anak

Artis Nathalie Holscher dimarahi oleh mantan suaminya, Sule dan suaminya, Aripat akibat viral menakuti anaknya, Adzam dengan jasa unik TikToker polisi anak 84.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT