GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penemuan Mortir Seberat 400 Kilogram di Sleman, Upaya Disposal Gagal Dilakukan

Sebuah peluru mortir ditemukan di Dusun Tanjung, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
Senin, 11 Agustus 2025 - 20:36 WIB
Lokasi disposal peluru mortir oleh tim jibom Gegana Polda DI Yogyakarta di wilayah Besalen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dipasangi garis polisi, pada Senin (11/8/2025) malam.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Sebuah peluru mortir ditemukan di Dusun Tanjung, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Peluru yang diduga peninggalan masa perjuangan Kemerdekaan itu ditemukan secara tak sengaja oleh Muhammad Mahmud Abdul Karim ketika hendak menggali tanah di halaman rumahnya pada Minggu (10/8/2025) petang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemarin sekira pukul 16.50 WIB, saat Pak Abdul Karim menggali tanah, alat cangkulnya membentur benda keras sehingga menimbulkan suara. Kemudian, terlihat sebuah benda menyerupai sebuah peluru mortir," kata AKP Salamun, Kasi Humas Polresta Sleman, Senin (11/8/2025).

Salamun menyebut, peluru mortir tersebut berukuran cukup besar. Dengan panjang kurang lebih 1 meter (m) dan diameter 20 sentimeter (cm). Atas temuan tersebut, warga menghubungi Polsek Ngemplak. 

Menenerima laporan tersebut, piket fungsi yang dipimpin oleh Kapolsek Ngemplak dan petugas dari Jibom Gegana Polda DI Yogyakarta mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

"Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar TKP," ucap Salamun.

Selanjutnya, petugas dari gegana melakukan penggalian. Proses evakuasi penemuan peluru mortir berlangsung kurang lebih empat jam.

"Selama pukul 20.00 hingga 00.00 WIB, proses evakuasi (peluru mortir) berlangsung aman dengan dijaga petugas gegana. Demi keamanan, benda diduga mortir tersebut dibawa ke seputaran DAM," ungkap Salamun.

 

Disposal Peluru Mortir Seberat 400 Kg Gagal

Disposal peluru mortir oleh tim jibom Gegana Polda DI Yogyakarta di wilayah Besalen, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta pada hari ini berakhir gagal.

Berdasarkan pantauan tvOnenews.com di lokasi, disposal peluru mortir seberat lebih dari 400 kilogram (kg) telah dilakukan sebanyak empat kali yakni pukul 16.12 WIB, 16.35 WIB, 16.53 WIB dan 17.08 WIB.

Hanya saja, belum membuahkan hasil. Maka dari itu, disposal mortir berjenis bom pesawat yang diperkirakan peninggalan masa agresi militer kedua akan dilanjutkan pada Selasa (12/8/2025) besok.

"Disposal belum berhasil karena tadi dicoba dengan kekuatan sekian oleh ahli jibom rupanya belum meledak. Kemudian diulang lagi sampai ke empat kali, tapi masih belum. Besok kekuatannya ditambah lagi," tutur Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, Kaporesta Sleman saat ditemui awak media di Balai Kalurahan Glagaharjo, Senin (11/8/2025).

Edy menerangkan, peluru mortir diledakkan di lubang dengan kedalaman 30 meter. Lokasinya berada di bukit yang di bawahnya terdapat sungai. Serta, jauh dari pemukiman. Di lokasi, juga telah dipasangi garis polisi.

Adapun, proses disposal peluru mortir pada hari ini turut melibatkan instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Sosial hingga Pemerintah Kalurahan (pemkal) setempat. Hal ini guna mengevakuasi masyarakat di sekitar lokasi peledakan. Sebab, radius daya ledaknya diperkirakan diatas 500 meter.

Disebutkan Edy, ada tujuh rumah di Kalurahan Glagaharjo yang dievakuasi dan 14 rumah di Kalurahan Wukirsari.

Saat peledakan tadi, mereka dievakuasi ke kantor kelurahan. Menurut penyampaian dari petugas jibom, kata Edy, warga diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing malam ini. Namun, jika merasa ragu-ragu, pemkal telah menyiapkan tempat evakuasi sekaligus dapur umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi malam ini (warga) bisa kembali. Jika ragu-ragu pemerintah sudah menyiapkan tempat evakuasi baik di barak maupun aula kalurahan. Besok (Selasa) pagi kemungkinan yang dievakuasi, mereka yang berada di rumah itu. Tapi, (warga) yang lainnya tetap enggak boleh masuk," kata Edy. (scp/buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Massa LIRA Demo Pemprov Jatim, Tuntut Penuntasan Kasus Dana Hibah

Ratusan Massa LIRA Demo Pemprov Jatim, Tuntut Penuntasan Kasus Dana Hibah

Ratusan massa dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur bersama perwakilan DPD LIRA se-Jatim menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
19 SHM Terbit di Kawasan Hutan, Kejari Bengkulu Selatan Geledah BPN dan Rumah Mantan Bupati

19 SHM Terbit di Kawasan Hutan, Kejari Bengkulu Selatan Geledah BPN dan Rumah Mantan Bupati

Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan menggeledah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), rumah seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta kediaman mantan Bupati Bengkulu Selatan berinisial GM. Penggeledahan ini terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di kawasan hutan.
Akselerasi Ekonomi Kerakyatan melalui Penyaluran Bansos, Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Sepanjang 2025

Akselerasi Ekonomi Kerakyatan melalui Penyaluran Bansos, Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Sepanjang 2025

Ketimpangan pengeluaran masyarakat per September 2025 yang diukur melalui Gini Ratio berada di level 0,363 atau turun 0,012 poin. Hal ini tunjukkan perbaikan.
Cara Bayar Listrik Dapat Cashback 10 Persen Lewat BRImo

Cara Bayar Listrik Dapat Cashback 10 Persen Lewat BRImo

Begini cara bayar listrik dapat cashback 10 persen lewat BRImo.
Polres Dumai Tangkap Dua Perambah Hutan Konservasi, Gunakan Ekskavator untuk Buka Kebun Sawit

Polres Dumai Tangkap Dua Perambah Hutan Konservasi, Gunakan Ekskavator untuk Buka Kebun Sawit

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang menjelaskan, keduanya terciduk di RT 012 Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, pada Senin (10/2/2026).
Panji Minta Maaf dan Jalani Peradilan Adat Toraja Buntut Menghina Adat, Didenda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam

Panji Minta Maaf dan Jalani Peradilan Adat Toraja Buntut Menghina Adat, Didenda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam

Pandji Pragiwaksono hadir di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Selasa (10/02/2026) untuk menghadapi peradilan adat dan meminta maaf.

Trending

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 Kalah Dua Kali dari China, Nova Arianto Resmi Diganti Jelang Piala Asia U-17 2026

Nova Arianto resmi diganti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 menjelang Piala Asia U-17 2026. Dia hanya ditunjuk untuk sementara dalam dua laga uji coba melawan China.
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira

Berikut teks khutbah Jumat 13 Februari 2026 spesial jelang Ramadhan 2026/1447 H "Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira".
Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Sebentar Lagi Eligible Dinaturalisasi! 3 Pemain Ini Bisa Jadi Duet Mengerikan Ole Romeny di Timnas Indonesia, Nomor 2 Pernah Tolak Persib

Tiga pemain asing Super League hampir eligible dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. John Herdman berpeluang mendapat tandem tajam bagi Ole Romeny di depan.
Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Ragnar Oratmangoen Bisa Jadi Kunci Timnas Indonesia Datangkan Bek Belgia Berdarah Surabaya, John Herdman Tertarik?

Dalam arahan John Herdman, pencarian bek tangguh kembali mengarah ke Eropa. Kali ini radar Timnas Indonesia tertuju ke rekan setim Ragnar Oratmangoen di Belgia.
Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Pantas Saja Namanya Mendunia, Amalan Sunnah ini yang Selalu Dibawa Megawati Hangestri Setiap Bertanding

Ada satu amalan sunnah selalu dibawa Megawati Hangestri. Bisa menjadi contoh yang baik.
Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi Diperiksa di Polresta Solo terkait Tudingan Ijazah Palsu, Ditanya 10 Pertanyaan Salah Satunya soal Alur Pembuatan Skripsi

Jokowi diperiksa di Polresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan ijazah palsu.
Pelaku yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Jalani Persalinan Mandiri Sambil Lihat Tutorial di YouTube, Bayi Dinyatakan Meninggal Dunia

Pelaku yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Jalani Persalinan Mandiri Sambil Lihat Tutorial di YouTube, Bayi Dinyatakan Meninggal Dunia

Pelaku yang membuang bayi di salah satu apartemen di Bekasi ternyata menjalani persalinan mandiri. Dia menjalani persalinan mandiri sambil melihat tutorialnya di YouTube.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT