News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkait Kasus Keracunan di SMAN 1 Yogyakarta, Sultan HB X Tegaskan Jangan Abaikan Kapasitas Dapur MBG

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menilai kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta, perlu dievaluasi menyeluruh.
Jumat, 17 Oktober 2025 - 19:49 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menilai kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta, perlu dievaluasi menyeluruh.

Evaluasi ini diutamakan dalam hal kesiapan dapur dan kapasitas penyedia makanan. Menurut Sri Sultan, persoalan utama bukan pada programnya, melainkan pada proses pelaksanaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengolahan makanan yang tidak mempertimbangkan kemampuan sumber daya dan fasilitas, menjadi masalah yang serius.

“Ya saya kan sudah mengatakan pokoknya gimana kalau mau bikin 3000 porsi ya nggak bisa toh. Kan biasanya masak cuma 50 porsi terus telung ewu ya kan dengan dapur tradisional itu suruh masak 3.000 itu jam piro le arep tangi?,” ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (17/10/2025).

Raja Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa pengelolaan bahan makanan dalam jumlah besar membutuhkan sistem penyimpanan dan peralatan yang memadai. Tanpa hal itu, risiko makanan rusak dan berpotensi menyebabkan keracunan sangat besar.

“Ya kan mestinya kalau ayam dan daging sapi kalau dimasak besok ya paling lambat sore ini beli. Tapi kalau didiamkan saja dengan 3.000 porsi punya freezer besar? Punya gudang? Lah kalau nggak dikasihkan freezer kan ya sudah biru, digoreng yo mesti mabuk,” tegas Sri Sultan.

Dia menilai, masih banyak pelaksana di lapangan yang belum memahami risiko teknis dalam produksi makanan massal.

Karena itu, ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pelaksana program.

“Tapi kan hal-hal seperti itu kalau tidak dipahami mereka yang berada di dapur sampai kapanpun yang keracunan masih ada. Berarti perlu evaluasi secara menyeluruh,” ujar Sri Sultan.

Selain faktor teknis, Sri Sultan juga menyinggung soal efisiensi dan pembagian kerja dalam dapur besar. Menurutnya, jumlah tenaga masak perlu disesuaikan dengan jumlah porsi agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Sekarang misalnya satu orang masak, satu orang masak 3.000 kan juga nggak mungkin, ya kan. Berarti 1 grup dihitung tukang masak itu 5 gitu kan. Dibantu misalnya pembantunya tiga, jadi 8 orang, itu satu kelompok 50 porsi. Kalo 3.000 dibagi berapa porsi, gitu aja. Itu lebih logis daripada satu unit suruh 3.000 porsi, nggak akan bisa kan,” jelas Sri Sultan.

Di akhir pernyataannya, Sultan menegaskan perlunya sistem pengawasan yang realistis dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar sertifikasi formal.

“Sekarang masalahnya misalnya ya maunya itu harus diawasi terus apa punya sertifikat tapi kalau dapurnya itu nganggo areng ya kan atau pakai elpiji tapi itu 2.000–3.000 porsi, nggak akan bisa. Rumah makan aja nggak ada yang buka sampai 3.000 porsi,” tutur Sultan.

Sri Sultan menambahkan, sistem pengawasan dan sertifikasi dapur juga perlu menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga kelayakan teknis di dapur.

Ia mencontohkan, dapur tradisional yang masih menggunakan arang atau elpiji tidak mungkin mampu menyiapkan dua hingga tiga ribu porsi sekaligus. Menurutnya, bahkan rumah makan pun jarang yang mampu beroperasi dengan kapasitas sebanyak itu.

“Yang 50 porsi saja mungkin bangunnya sudah setengah 5 pagi, kalau 3000 porsi kan jam 12 malam, terus suruh makan 10.00 pagi, ya pasti keracunan,” ucap Sri Sultan.

 

146 Laporan Masuk Platform 'MBG Watch'

Sejak diluncurkan pada 7 Oktober lalu, sudah ada 146 laporan dari masyarakat yang masuk ke platform daring 'MBG Watch'.

Untuk diketahui, platform ini dibentuk atas kolaborasi lintas lembaga independen seperti Celios, Transparency International Indonesia (TII), LBH Jakarta, Unitrend, Lapor Sehat dan Bareng Warga untuk mewadahi masyarakat yang ingin mengadukan satu di antaranya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selama sebelas hari berjalan, tercatat ada 146 laporan masyarakat yang masuk ke situs pengaduan publik tersebut.

"Per 17 Oktober ini, ada 146 laporan (yang masuk platform MBG Watch). Tiga terbesar terkait keracunan, nilai gizi dan makanan yang tidak matang," kata Jaya Darmawan, Peneliti Celios kepada awak media disela aksi bertajuk 'Kenduri Suara Ibu Indonesia #3' yang digelar di Boulevard UGM pada hari ini.

Dari 146 laporan tersebut, terdapat 27 pengaduan terkait dengan nilai gizi. Dengan adanya laporan ini, pihaknya akan melakukan tindak lanjut lebih dalam melalui verifikator dibidang ahli kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita cek misalnya di daerah X yang nilai gizinya jelek. Sebab, masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memberikan Ultra Processed Food (UPF)," ucap Jaya.

Ke depan, dari laporan yang masuk serta kolaborasi banyak pihak dan lembaga terkait dengan badan hukum akan melakukan konsolidasi lebih kuat terkait gugatan publik, misalnya membuat petisi bersama atau disampaikan langsung kepada pihak-pihak yang berkepentingan atau bertanggungjawab seperti penegak hukum. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Terima Rekaman Video Call Ruben Onsu Disebarkan Sarwendah, Firdaus Oiwobo: Kenapa Baru Upload?

Tak Terima Rekaman Video Call Ruben Onsu Disebarkan Sarwendah, Firdaus Oiwobo: Kenapa Baru Upload?

Firdaus Oiwobo menyoroti polemik rekaman video call Ruben Onsu dan mempertanyakan alasan video tersebut baru beredar setelah Ruben dan Sarwendah bercerai.
4 Anime School Romance 2026, Kisah Cinta Remaja yang Bikin Baper

4 Anime School Romance 2026, Kisah Cinta Remaja yang Bikin Baper

Rekomendasi 4 Anime School Romance 2026 dengan kisah cinta remaja yang bikin baper, mulai dari The Angel Next Door hingga Blue Box.
IHSG Menguat, Fundamental Emiten BUMN Jadi Perhatian Investor

IHSG Menguat, Fundamental Emiten BUMN Jadi Perhatian Investor

Kinerja saham-saham BUMN turut menjadi sorotan karena dinilai memiliki fundamental kuat yang dapat menopang optimisme investor di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
DJKI Gelar Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026, Buka Peluang Investasi Teknologi

DJKI Gelar Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026, Buka Peluang Investasi Teknologi

DJKI menggelar Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 pada 3–5 November di Jakarta untuk membuka peluang investasi teknologi dan kerja sama industri.
Sudah Persembahkan Dua Medali Emas Asian Para Games 2026, Maulana Rifky Kembali Tambah Perolehan Medali Indonesia Hari Ini

Sudah Persembahkan Dua Medali Emas Asian Para Games 2026, Maulana Rifky Kembali Tambah Perolehan Medali Indonesia Hari Ini

Atlet para renang Indonesia, Maulana Rifky Yavianda, kembali menambah pundi-pundi medali kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026.
Makin Mesra, Andre Taulany Pamer Potret Liburan Romantis Bareng Amanda Rigby di Italia

Makin Mesra, Andre Taulany Pamer Potret Liburan Romantis Bareng Amanda Rigby di Italia

Andre Taulany pamer potret liburan romantis bareng Amanda Rigby di Italia. Keduanya menikmati momen mesra usai menikah pada September 2026.

Trending

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal, Polresta Bandung Sampaikan Belasungkawa

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal, Polresta Bandung Sampaikan Belasungkawa

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak meninggal dunia, Polresta Bandung sampaikan belasungkawa.
Mahasiswa Jombang Desak Pemerintah Evaluasi PSN dan Percepat Penanganan Karhutla

Mahasiswa Jombang Desak Pemerintah Evaluasi PSN dan Percepat Penanganan Karhutla

GMNI dan BEM Sospol Undar Jombang mendesak pemerintah mengevaluasi PSN dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Rekam Jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang Tutup Usia, Pernah Jabat Kapolres hingga Rektor Universitas Langlangbuana

Rekam Jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang Tutup Usia, Pernah Jabat Kapolres hingga Rektor Universitas Langlangbuana

Rekam jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang meninggal dunia pada 22 Oktober 2026. Simak perjalanan kariernya dari Bareskrim Polri, lembaga negara, hingga menjadi Rektor Universitas Langlangbuana.
Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Media sosial Threads dihebohkan dengan video kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak balitanya di dalam lift diduga dipicu rebutan naik ke stroller.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai momentum krusial untuk memperkuat demokrasi ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. 
Kabar Duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal Dunia

Kabar Duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal Dunia

Kabar duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. A. Kamil Razak, S.H., M.H. meninggal dunia.
Momen Prabowo Tiru Kedipan Mata Seskab Teddy: Gue Nih Presiden, Ted!

Momen Prabowo Tiru Kedipan Mata Seskab Teddy: Gue Nih Presiden, Ted!

Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kelakar saat menyadari dirinya mendapat "kode" atau isyarat dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT