News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Banjir Bandang dan Longsor di Wilayah Sumatera, Pakar UGM Sarankan Restorasi Vegetasi Hutan

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) memicu perhatian akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Senin, 1 Desember 2025 - 19:38 WIB
Banjir dan Longsor di Sumut Diduga Karena Illegal Logging, Ribuan Orang Jadi Korban, Kayu Gelondongan Penuhi Sungai
Sumber :
  • istimewa

Yogyakarta, tvOnenews.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) memicu perhatian akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pakar Hidrologi Hutan dan Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) UGM, Hatma Suryatmojo menilai bahwa kerusakan vegetasi hutan menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana, sehingga restorasi hutan dinilai perlu dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kerusakan ekosistem hutan di hulu DAS telah menghilangkan daya dukung dan tampung ekosistem hulu untuk meredam curah hujan tinggi. 

Hilangnya tutupan hutan berarti hilang pula fungsi hutan sebagai pengendali daur air kawasan melalui proses hidrologis intersepsi, infiltrasi, evapotranspirasi, hingga mengendalikan erosi dan limpasan permukaan yang akhirnya memicu erosi masif dan longsor yang menjadi cikal bakal munculnya banjir bandang. Salah satu poin yang ditekankan perbaikan vegetasi hutan di sekitar DAS.

"Hutan di wilayah hulu DAS berperan vital sebagai penyangga hidrologis. Vegetasi hutan yang rimbun ibarat spons raksasa yang menyerap air hujan ke dalam tanah dan menahannya agar tidak langsung terbuang ke sungai," kata Hatma, Senin (1/12/2025).

Berbagai hasil penelitian pada hutan tropis alami di Kalimantan dan Sumatera menunjukkan kemampuan hutan untuk menahan dan menampung air hujan di tajuk (intersepsi) mencapai 15-35% dari hujan.

Sementara, permukaan tanah yang tidak terganggu mampu memasukkan air ke dalam tanah (infiltrasi) hingga 55% dari hujan, sehingga limpasan permukaan (surface runoff) yang mengalir ke badan sungai hanya tersisa 10-20% saja.

"Belum lagi, kemampuan hutan untuk mengembalikan air ke atmosfer melalui proses evapotranspirasi yang bisa mencapai 25-40% dari total hujan. Dengan demikian, hutan menjaga keseimbangan siklus air, mencegah banjir di musim hujan sekaligus menyediakan aliran dasar saat musim kering," ucapnya.

Sebaliknya, ketika hutan hulu rusak atau gundul, siklus hidrologi alami ikut terganggu dan semua fungsi hutan berpotensi hilang. Peran hutan untuk intersepsi, infiltrasi dan evapotranspirasi akan hilang.

Air hujan yang deras tak lagi banyak terserap karena lapisan tanah kehilangan porositas akibat hilangnya jaringan akar.

Akibatnya, mayoritas hujan menjadi limpasan permukaan yang langsung mengalir deras ke hilir. Sementara itu, hutan yang masih utuh juga punya ambang batas kemampuan untuk menampung hujan yang jatuh.

Hatma mengungkap, deforestasi masif telah berlangsung di banyak kawasan hulu Sumatera. Di Aceh, misalnya, hingga tahun 2020 sekitar 59% atau kurang lebih 3,37 juta hektar wilayah provinsi ini masih berupa hutan alami.

Namun, data kompilasi BPS Aceh dan lembaga lingkungan menunjukkan, provinsi ini kehilangan lebih dari 700.000 hektar hutan dalam kurun 1990-2020. Artinya, meski tutupan hutan Aceh relatif masih luas laju kehilangan hutannya signifikan sehingga meningkatkan kerentanan terhadap banjir.

Kondisi lebih memprihatinkan tampak di Sumut. Tutupan hutan Sumut tinggal sekitar 29% atau kurang lebih 2,1 juta hektar luas daratan pada tahun 2020.

Hutan tersisa tersebar terframentasi di pegunungan Bukit Barisan bagian barat, termasuk sebagian Taman Gunung Leuser dan enclave konservasi seperti di wilayah Tapanuli. Salah satu benteng terakhir hutan Sumut adalah ekosistem Batang Toru di Tapanuli.

Adapun, Sumbar memiliki proporsi hutan sekitar 54% atau kurang lebih 2,3 juta hektar dari luas wilayah pada 2020.

Walhi Sumbar mencatat dalam periode 2001-2024, provinsi ini kehilangan sekitar 320 ribu hektar hutan primer dan total 740 ribu hektar tutupan pohon baik hutan primer dan sekunder. Bahkan, pada 2024, deforestasi di Sumbar mencapai 32 ribu hektar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tragedi banjir bandang yang melanda Aceh dan Sumatera pada akhir November 2025 sejatinya akumulasi dosa ekologis di hulu DAS. Cuaca ekstrem saat itu hanya pemicu, daya rusak yang terjadi tak lepas dari parahnya kerusakan lingkungan di hulu hingga hilir DAS," ungkap Hatma. (scp/buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Legenda Voli Korea Kaget Lihat Kualitas Asli Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Legenda Voli Korea Kaget Lihat Kualitas Asli Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Pevoli veteran Korea Selatan Bae Yoo-na memberikan penilaian mengejutkan terkait kualitas permainan Megawati Hangestri Pertiwi usai keduanya menjalani latihan -
Prediksi Mengejutkan Media Thailand soal Pertandingan Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Cetak Gol Lebih Dulu

Prediksi Mengejutkan Media Thailand soal Pertandingan Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Cetak Gol Lebih Dulu

Media Thailand, Siamsport, membuat prediksi menarik jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka menilai Timnas Indonesia berpeluang mencetak gol lebih dahulu.
Menteri Pertanian Pastikan Produksi Padi Aman di Tengah Ancaman El Nino

Menteri Pertanian Pastikan Produksi Padi Aman di Tengah Ancaman El Nino

Fenomena El Nino kategori sangat kuat bersamaan dengan musim kemarau menghasilkan kondisi atmosfer Indonesia yang kering. Pemerintah pastikan produksi padi aman
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, 20 Rumah Rusak dan Ada Korban Tewas

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, 20 Rumah Rusak dan Ada Korban Tewas

Gempa Magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) pukul 06.55 WITA.
Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Indonesia

Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Indonesia

Hilirisasi nikel menjadi salah satu kebijakan industri yang mulai mengubah struktur ekspor Indonesia. Proyek ini mengubah wajah industri Indonesia dari pengolah
Kabar Buruk Hantam Malaysia Usai Menang 6-0 atas Singapura, Harimau Malaya Pincang Jelang Lawan Vietnam di Perebutan Juara 3 FIFA ASEAN Cup 2026

Kabar Buruk Hantam Malaysia Usai Menang 6-0 atas Singapura, Harimau Malaya Pincang Jelang Lawan Vietnam di Perebutan Juara 3 FIFA ASEAN Cup 2026

Malaysia mendapat kabar buruk jelang laga perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya dipastikan tidak diperkuat kapten mereka, Dion Cools.

Trending

Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Pevoli senior Korea, Kim Hee-jin, memberikan penilaian jujur terhadap Megawati Hangestri yang akan menjalani tantangan baru bersama Hyundai Hillstate. Katanya..
Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Dalam laga uji coba tertutup antara Hyundai Hillstate vs Pink Spider akhir pekan ini, duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson langsung diturunkan bersamaan.
Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Satu dari tiga orang tersangka pesta narkoba di Petojo, Jakarta Pusat mengaku kepada polisi kalau dirinya mantan pesepakbola liga Indonesia yakni Persija..
Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Timnas Indonesia akan menjamu Thailand di babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Polres Metro Bekasi Ringkus Empat Sindikat Pencurian Modus Geser Tas Milik WNA di Mal

Polres Metro Bekasi Ringkus Empat Sindikat Pencurian Modus Geser Tas Milik WNA di Mal

Atas perbuatannya, keempat terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pihak kepolisian akhirnya mengungkap kasus majikan membakar sopirnya hidup-hidup secara detail. Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, majikan disebut jarang berinteraksi dengan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini beragam, karena transisi dan pengaruh El Nino. Berikut prakiraan cuaca hari ini
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT