GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hasil Skrining Ungkap Belasan Anak Korban Daycare Little Aresha Butuh Rujukan ke Faskes

Hasil skrining terhadap anak-anak yang diduga menjadi korban kekerasan dan pengabaian di Daycare Little Aresha mengungkap belasan anak membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. 
Selasa, 19 Mei 2026 - 20:02 WIB
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Hasil skrining terhadap anak-anak yang diduga menjadi korban kekerasan dan pengabaian di Daycare Little Aresha mengungkap belasan anak membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. 

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang beranggotakan nutrisionis maupun psikolog. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti menyampaikan bahwa asesmen awal dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik dan psikologis anak setelah muncul laporan dugaan perlakuan tidak layak di lingkungan penitipan anak tersebut. 

Untuk skrining pertumbuhan dilakukan oleh nutrisionis. Pemeriksaan ini untuk memastikan status gizi balita berdasarkan pengukuran antropometri.

Sementara, skrining perkembangan dilakukan oleh psikolog klinis yang bertujuan untuk memastikan perkembangan balita sesuai dengan usianya berdasarkan pedoman Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). 

Disebutkan Aan, terdapat sebanyak 149 anak menjalani skrining pertumbuhan dan 153 anak menjalani skrining perkembangan. Dari jumlah tersebut, ditemukan belasan anak mengalami masalah gizi hingga penyimpangan tumbuh kembang. 

"Dari skrining pertumbuhan 149 anak, hasilnya ditemukan 18 anak mengalami masalah gizi pada tahapan berat badan kurang dan gizi kurang. Kemudian dari skrining perkembangan 153 anak, ditemukan 12 anak mengalami penyimpangan perkembangan, 19 anak berada dalam kategori meragukan," kata Aan dalam konferensi pers di Balaikota Yogyakarta, Selasa (19/5/2026). 

Lebih lanjut, ia mengungkap ada 122 anak berada dalam kondisi normal berdasarkan hasil skrining perkembangan. 

Adapun, 18 anak yang mengalami masalah gizi dirujuk ke puskesmas untuk validasi status gizinya oleh tim asuhan gizi puskesmas. 9 anak di antaranya telah ke puskesmas.

Selanjutnya, 12 anak yang menyimpang perkembangannya dan 19 anak dalam kategori meragukan dilakukan rujukan serta kunjungan ulang ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan perkembangan secara komprehensif. 

"Dari jumlah tersebut, 9 anak telah ke puskesmas," ucap Aan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain skrining pada anak, juga dilakukan pendampingan terhadap orang tua oleh UPT PPA, IPK, Himpsi untuk memberikan dukungan psikologis dan edukasi bagi mereka. 

Pasca kasus ini, Dinkes Kota Yogyakarta telah dan terus melakukan pendampingan dan tindak lanjut bersama fasilitas pelayanan kesehatan guna memastikan anak-anak memperoleh penanganan yang optimal sesuai hasil skrining. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi, Timnas Malaysia Pinang Sosok Persib Ini untuk Jadi Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF

Resmi, Timnas Malaysia Pinang Sosok Persib Ini untuk Jadi Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF

Timnas Malaysia U-19 memanggil sosok yang sudah tak asing dengan sepak bola Indonesia.
Sherly Tjoanda Tolak Mentah-mentah Permintaan Warga Ternate soal Pinjol: Jaga Nama Baik

Sherly Tjoanda Tolak Mentah-mentah Permintaan Warga Ternate soal Pinjol: Jaga Nama Baik

Sherly Tjoanda menolak membantu utang dan pinjol warga saat dialog bersama nelayan di Ternate. Ia menegaskan integritas dan nama baik lebih mahal dari apa pun.
Defisit APBN Menyusut, Purbaya: Ini Kabar Gembira, Defisit Tinggal 0,64 Persen dari PDB

Defisit APBN Menyusut, Purbaya: Ini Kabar Gembira, Defisit Tinggal 0,64 Persen dari PDB

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai menunjukkan perbaikan signifikan di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak pasar keuangan.
Belanja Negara Hingga April 2026 Capai Rp1.082,8 Triliun, Naik 34,3 Persen dari Periode Tahun Lalu

Belanja Negara Hingga April 2026 Capai Rp1.082,8 Triliun, Naik 34,3 Persen dari Periode Tahun Lalu

Lonjakan pengeluaran negara tersebut naik drastis 34,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih berada di level Rp806,2 triliun.
Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit Pasca Kecelakaan Horor di MotoGP Catalunya, Honda Sebut Johann Zarco Kini...

Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit Pasca Kecelakaan Horor di MotoGP Catalunya, Honda Sebut Johann Zarco Kini...

Pembalap LCR Honda, Johann Zarco, langsung dilarikan ke rumah sakit setelah kecelakaan horor di restart kedua MotoGP Catalunya 2026.
Top 3 Voli: Belum Sebulan Rekrut Megawati Hangestri, Spink Spiders Tak Cukup Tarik Sahabat Megatron, hingga Top Skor AVC Champions League 2026

Top 3 Voli: Belum Sebulan Rekrut Megawati Hangestri, Spink Spiders Tak Cukup Tarik Sahabat Megatron, hingga Top Skor AVC Champions League 2026

Berikut tiga berita terpopuler seputar voli di tvOnenews.com, mulai dari Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate hingga top skor AVC Champions League 2026.

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT