Polresta Sleman Susun Mekanisme Khusus Pemulangan 11 Bayi di Pakem Kepada Orang Tua Biologis
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Polresta Sleman tengah menyusun mekanisme khusus untuk proses pemulangan 11 bayi yang dievakuasi di rumah penampungan wilayah Pakem kepada orang tua biologis masing-masing.
Hal ini dilakukan guna menghindari kesalahan penyerahan serta memastikan kondisi bayi tetap terlindungi.
Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menyampaikan bahwa pemulangan bayi tidak dilakukan secara serta merta, melainkan melalui serangkaian tahapan verifikasi ketat.
Proses tersebut mencakup pemeriksaan identitas orang tua biologis, pencocokan data administrasi hingga koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keabsahan hubungan keluarga.
"Kita lakukan asesmen semua terhadap keluarga dengan pendampingan Dinsos dan Dinkes untuk melakukan tes-tes tertentu," kata Wiwit, Selasa (19/5/2026).
Ia menyebut, dari 11 bayi yang dievakuasi oleh petugas, dua di antaranya telah diambil oleh orang tua biologisnya masing-masing. Sisanya baru dalam proses pemulangan.
"Rencananya, 9 bayi ini mau kita kembalikan.
Tapi harus tepat, aturannya bagaimana nanti kita koordinasikan dengan stakeholder yang ada. Jangan sampai dikembalikan tapi kita juga salah langkah," ujarnya.
Dalam waktu cepat, pihaknya berharap segera menemukan solusi yang terbaik untuk bayi tersebut karena masa depan mereka yang ia utamakan. Jangan sampai kesehatan, perkembangan dan keselamatan anak nantinya terganggu dengan adanya peristiwa ini.
"Kami pun sangat berhati-hati jangan sampai anak ini nanti secara psikologi juga akan terganggu. Jadi kita harus tetap mengedepankan misi kemanusiaan juga," ucapnya.
Sebab pasca dievakuasi, terdapat tiga bayi yang mengalami masalah kesehatan mulai dari sakit kuning, hernia bahkan kelainan jantung.
"Saat itu, kita belum bisa mendeteksi hal tersebut. Setelah kita evakuasi baru kita mendapatkan bahwa ada gangguan kesehatannya. Sehingga langsung kita upayakan kesehatan untuk pulih dan sekarang sudah pulih dan normal," tutur Wiwit.
Sekarang ini, bayi yang menderita kelainan jantung sudah bersama orang tua biologisnya namun tetap dalam pendampingan Dinsos. (scp/buz)
Load more