News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Balita Penderita Microsefali Diduga Meninggal Usai Malapraktik Sedasi di RSUD Prambanan Sleman, Sang Ibu Tempuh Jalur Hukum

Seorang balita inisial NDMP (3) dilaporkan meninggal dunia usai tindakan sedasi saat menjalani penanganan medis di RSUD Prambanan. 
Selasa, 2 Juni 2026 - 20:45 WIB
Purnomo Susanto selaku kuasa hukum Anastasia Niken Purwandari menerangkan kasus dugaan kelalaian medis yang dilakukan oleh RSUD Prambanan, Selasa (2/6/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Seorang balita inisial NDMP (3) dilaporkan meninggal dunia usai tindakan sedasi saat menjalani penanganan medis di RSUD Prambanan. 

Sebelumnya, korban didiagnosis menderita mikrosefali atau kelainan pada ukuran kepala bayi yang tidak sesuai dengan ukuran normal untuk anak seusianya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasca kejadian tersebut, Anastasia Niken Purwandari selaku ibu korban didampingi kuasa hukumnya melaporkan ke Ditreskrimsus Polda DI Yogyakarta. Laporan polisi nomor LP/B/319/V/2026/SPKT/Polda DIY tertanggal 17 Mei 2026 terkait dugaan kasus kelalaian medis. 

"Hari ini, dari pukul 10.00 sampai dengan 13.35 WIB, mendampingi klien kami atas nama Anastacia Niken Purwandari melanjutkan dari pemeriksaan awal terkait laporan polisi atas dugaan kelalaian medis berdasarkan Undang-Undang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen," tutur Purnomo Susanto selaku kuasa hukum korban ditemui di Mapolda DIY, Selasa (2/6/2026). 

Purnomo menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat kliennya membawa sang anak yang masih balita ke Posyandu di tempat tinggalnya wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul. 

Berdasarkan pengukuran kader Posyandu, ukuran lingkar kepala korban tidak sesuai ukuran anak seumurannya. Pada saat itu, ukuran lingkar kepala korban diketahui di angka 46 cm. 

Selanjutnya, korban dirujuk ke Klinik Pratama Kartika Husada hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Prambanan pada 27 April 2026 lalu. Saat itu, kondisi korban masih sehat dan dapat beraktivitas sesuai anak seusianya. 

Dokter di poli anak kemudian menyarankan korban dirujuk ke poli radiologi untuk dilakukan CT Scan. Hal ini mengingat korban didiagnosis Mikrosefali. 

Sebelum dilakukan CT Scan, tim medis disebut melakukan tindakan sedasi terhadap korban. Tindakan penyuntikan obat penenang dilakukan sebanyak tiga kali.

"Setelah tindakan sedasi sampai proses CT scan, korban tidak sadarkan diri," kata Purnomo. 

Atas kejadian tersebut, dokter poli anak menerangkan kepada kliennya bahwa sang anak sempat muntah darah dan henti napas.

Dokter juga menyebutkan, kondisi sang anak mengalami kritis, kemungkinan efek dosis bius yang dinaikkan sehingga menyebabkan korban tidak kuat. 

Akibatnya, korban dirujuk ke ruang ICU. Selama di ruangan tersebut, korban terlihat lemah. Kemudian pada kelopak mata bawahnya terlihat hitam dan mulutnya keluar busa. Pada 28 April 2026 pukul 02.20 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. 

Dalam kasus ini, ibu korban didampingi kuasa hukumnya melaporkan dua orang sebagai terlapor. 

Keduanya dilaporkan sebagaimana dalam Pasal 440 UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan. Diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksana UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang penegakan disiplin profesi tenaga medis dan tenaga kesehatan jo Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Hk.01.07/Menkes/1541/2022 tentang pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana Anestesiologi dan Terapi Intensif. Serta, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. 

Ditemui terpisah, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya laporan polisi terkait kasus tersebut dan kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian. 

"LP-nya sudah ada. Saat ini, masih dalam proses penyelidikan oleh Ditreskrimsus Polda DIY," kata Ihsan. 

Sekarang ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Ditanya soal berapa orang yang dilaporkan dalam kasus ini, Mantan Kapolres Bantul tersebut menyebutkan ada satu orang terlapor. 

"Satu orang ya, itu Direktur RSUD Prambanan," ucapnya. 

Ke depan, perkembangan mengenai penanganan kasus ini akan disampaikan lebih lanjut. 

"Nanti, kita akan informasikan lebih lanjut update-nya. Apabila sudah ada proses selanjutnya, misalnya akan menaikkan ke tahap penyidikan," ungkap Ihsan. 

Sementara itu, Direktur RSUD Prambanan, Ratih Susila mengatakan bahwa pihaknya menanti jadwal untuk memberikan penjelasan medis pasien NDMP kepada pihak keluarga maupun kuasa hukumnya. 

"Ini kami sedang proses penjadwalan untuk RS memberikan penjelasan medis kepada pihak keluarga dan kuasa hukumnya. Jadwal kapannya masih menunggu dari kuasa hukum," ucap Ratih. (scp/buz) 

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT