News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usut Dugaan Malapraktik, Keluarga Almarhumah Naura Dwi Desak RSUD Prambanan Serahkan Rekam Medis Korban

Keluarga Almarhumah Naura Dwi Meydita Putri mendesak RSUD Prambanan untuk segera menyerahkan rekam medis korban guna mengungkap dugaan malpraktik yang disebut terjadi selama proses penanganan medis. 
Rabu, 10 Juni 2026 - 21:46 WIB
Tangkapan layar Google Maps, RSUD Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Keluarga Almarhumah Naura Dwi Meydita Putri mendesak RSUD Prambanan untuk segera menyerahkan rekam medis korban guna mengungkap dugaan malpraktik yang disebut terjadi selama proses penanganan medis. 

Permintaan tersebut disampaikan karena keluarga menduga ada sejumlah kejanggalan yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak rumah sakit. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum keluarga korban, Purnomo Susanto mengatakan, pihak keluarga telah mengajukan permohonan kepada rumah sakit untuk memperoleh rekam medis, khususnya rekam medis elektronik. 

Menurutnya, rekam medis itu dinilai penting untuk mengetahui secara rinci tindakan medis yang diberikan kepada korban sejak pertama kali menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia. 

"Dari rekam medis itu nantinya terungkap peristiwa-peristiwa yang dialami almarhumah Naura ketika dia dilakukan tindakan medis di RSUD Prambanan. Mulai jam konsultasinya, apa konsultasinya, kemudian tindakan medis apa yang dilakukan, di jam berapa termasuk ketika anak ini dikatakan henti napas itu di jam berapa, karena sampai sekarang belum kita dapatkan," tutur Purnomo kepada awak media, Rabu (10/6/2026).

Akan tetapi, pihak rumah sakit melalui Kabag Hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyampaikan kepada keluarga korban hanya akan menyerahkan resume medisnya, dengan alasan sesuai peraturan perundang-undangan.

"Padahal sebenarnya enggak seperti itu. Rekam medis pun harus (diserahkan). Naura ini kan meninggal dunia sehingga keluarga berhak atas rekam medisnya," kata Purnomo. 

Sebagai informasi, sebelum dilaporkan meninggal dunia, Naura Dwi diketahui menderita microsefali yang mana lingkar kepalanya di angka 46 cm, ukurannya tidak sesuai lingkar kepala anak seumurannya. 

Pada kontrol 27 April 2026, dokter poli anak RSUD Prambanan menyarankan korban ke poli radiologi untuk dilakukan CT Scan.

Namun sebelumnya, tim medis disebut melakukan tindakan terhadap korban sebanyak tiga kali. Selama proses CT Scan hingga sedasi, kondisi korban tidak sadarkan diri. 

Korban disebut sempat muntah dan henti napas. Dokter juga menyebutkan kondisi korban kritis kemungkinan efek dosis bius yang dinaikkan sehingga kondisi korban tidak kuat. 

Hingga akhirnya, korban dirujuk ke ruang ICU dan meninggal dunia pada 28 April 2026 dini hari.

Dugaan malpraktik tersebut kemudian dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda DIY dengan nomor LP/B/319/V/2026/SPKT/Polda/DIY tertanggal 17 Mei 2026. Dalam laporan polisi ini, terdapat dua orang terlapor yaitu direktur dan dokter poli anak RSUD Prambanan. 

Lantaran hingga saat ini rekam medis korban tak kunjung diterima, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya berkoordinasi dengan kepolisian agar segera mendesak rumah sakit untuk menyerahkan rekam medis korban. 

"Itu yang kami harapkan, secepatnya penyelidik bisa mendapatkan itu (rekam medis pasien)," ucap Purnomo.

Melalui rekam medis tersebut, penyebab kematian balita berusia 3 tahun tersebut menjadi terang benderang.

Di lokasi yang sama, Intan Nur Rahmawati yang juga kuasa hukum keluarga korban menyebutkan bahwa rekam medis adalah hak pasien yang melekat ketika pasien tersebut pertama kali didaftarkan di rumah sakit.

"Jadi, pasien itu memiliki hak untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi atau posisi pasien ketika menjalani perawatan di rumah sakit. Tanpa ada kasus, rekam medis itu menjadi hak dari pasien untuk bisa diperoleh pasien tanpa harus melakukan permohonan dan lain sebagainya," kata Intan.

Dari rekam medis itu, lanjutnya, ada penanda tangan yaitu pihak yang dianggap ahli untuk mendiagnosa sebuah penyakit atau gejala tertentu dari pasien, berikut juga proses penanganannya.

Sehingga, rekam medis itu nantinya tidak semata-mata hanya berisi keterangan saja dari dokter seperti halnya resume medis, tetapi ada diagnosa yang benar-benar valid mengenai kondisi pasien dan ditandatangani oleh dokter yang bertanggung jawab. 

Terpisah, Direktur RSUD Prambanan, Ratih Susila menyampaikan bahwa pihak rumah sakit bersikap terbuka memberikan penjelasan medis. 

Berdasarkan hasil audit internal maupun eksternal terhadap dokter yang menangani pasien dinilai sudah sesuai prosedur. 

"Hasil audit tindakan medis yang dilakukan dalam proses CT Scan sudah sesuai prosedur, termasuk proses pemasangan selang endotracheal tube (ETT) kepada pasien," kata Ratih. 

Ia juga mengungkap bahwa dokter yang menangani pasien disebut telah mendapatkan panggilan dari Polda DIY. 

"Minggu ini, dokter dipanggil ke Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan. Hari ini sedang berproses dilakukan pemeriksaan di Polda DIY," ucapnya. (scp/buz) 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Dokter Internship Siti Zahra Maghfira Ditemukan Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen, Pintu Dikunci dari Dalam

Kronologi Dokter Internship Siti Zahra Maghfira Ditemukan Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen, Pintu Dikunci dari Dalam

Kronologi dokter internship Siti Zahra Maghfira ditemukan tewas terjatuh dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, diungkap pihak kepolisian. 
Sejarah Baru! Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana Red Bull Power Race 2026, Atlet Nasional Berpeluang Tampil di Final Internasional

Sejarah Baru! Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana Red Bull Power Race 2026, Atlet Nasional Berpeluang Tampil di Final Internasional

Indonesia resmi menjadi salah satu tuan rumah musim perdana Kratingdaeng Red Bull Power Race, ajang fitness racing tingkat Asia Tenggara.
Bersiaplah 3 Zodiak Diprediksi Dapat Rezeki Nomplok 28 Juli 2026: Peluang Cuan Datang dari Arah Tak Terduga

Bersiaplah 3 Zodiak Diprediksi Dapat Rezeki Nomplok 28 Juli 2026: Peluang Cuan Datang dari Arah Tak Terduga

Bersiaplah 3 zodiak ini diprediksi dapat rezeki nomplok pada 28 Juli 2026: Ada peluang cuan datang dari arah tak terduga.
Blak-blakan Uilliam Barros Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Persib atas Arema FC di Piala Presiden 2026, Puji Kekompakan Tim Maung Bandung

Blak-blakan Uilliam Barros Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Persib atas Arema FC di Piala Presiden 2026, Puji Kekompakan Tim Maung Bandung

Uilliam Barros jadi pahlawan kemenangan Persib atas Arema FC. Gol tunggal striker Brasil itu mengantarkan Maung Bandung menang di pembuka Piala Presiden 2026.
Pengakuan Penjual Nasi Uduk Ungkap Awal Mula Bentrokan di Jalan Tambak Menteng hingga Tewaskan Satu Orang

Pengakuan Penjual Nasi Uduk Ungkap Awal Mula Bentrokan di Jalan Tambak Menteng hingga Tewaskan Satu Orang

Begini pengakuan penjual nasi uduk mengungkap awal mula bentrokan di Jalan Tambak Menteng hingga tewaskan satu orang.
Dirut Kebun Binatang Surabaya Diduga Korupsi Pakan Hewan hingga Rp10,2 M, DPR: Keji!

Dirut Kebun Binatang Surabaya Diduga Korupsi Pakan Hewan hingga Rp10,2 M, DPR: Keji!

Banyak satwa di KBS kelaparan hingga menimbulkan kematian sejumlah satwa ikonik di KBS, seperti gajah Dumbo, harimau Sumatera Melani, hingga orang utan Bety.

Trending

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Warga yang mengetahui aksi KD langsung mengamankannya. Kabar adanya maling ayam yang tertangkap basah langsung tersebar hingga warga terus berdatangan.....
Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Viral Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Bali Histeris, Hotman Paris Siap Biayai Sekolahnya

Viral Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Bali Histeris, Hotman Paris Siap Biayai Sekolahnya

Viral anak dari pria terduga pencuri ayam tewas direkoyok massa di Bali Histeris, Hotman Paris akui siap untuk membiayai sekolahnya.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 28 Juli 2026: Aries hingga Scorpio Raih Keberuntungan Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 28 Juli 2026: Aries hingga Scorpio Raih Keberuntungan Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 28 Juli 2026: Ada Aries hingga Scorpio yang berpeluang merain keberuntungan tak terduga.
Imbas Bentrokan di Jalan Tambak, Massa dari Kelompok Korban Tewas Mendatangi Polsek Menteng Malam-malam

Imbas Bentrokan di Jalan Tambak, Massa dari Kelompok Korban Tewas Mendatangi Polsek Menteng Malam-malam

Sekelompok massa mendatangi Polsek Metro Menteng pada Minggu malam usai terjadinya bentrokan di Jalan Tambak. Polisi memastikan bahwa kondisi dapat dikendalikan.
Viral Kabar Dokter Meninggal Dunia saat Menjalani Program Internship di Jakarta

Viral Kabar Dokter Meninggal Dunia saat Menjalani Program Internship di Jakarta

Heboh kabar dokter meninggal dunia. Dokter yang ditemukan meninggal dunia ini, merupakan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas).
Gubernur Khofifah dan Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi BI Bangun Sinergitas Lewat Budaya Hidup Sehat

Gubernur Khofifah dan Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi BI Bangun Sinergitas Lewat Budaya Hidup Sehat

Gubernur Khofifah dan Deputi BI lepas peserta Gowes Nusantara 2026, HUT ke-73 Bank Indoneia dengan mengambil start dan finish di Tugu Pahlawan, Surabaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT