FKKMK UGM Kirim Nakes ke NTT, Petakan Dampak RS Kolaps Pascagempa dan Siapkan Emergency Medical Team
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
"Selama di sana nanti mereka juga akan melakukan koordinasi setiap hari dengan kita apakah perlu mengirimkan tim sebelum mereka kembali atau kemudian setelah mereka kembali nanti kita tunggu informasi kebutuhan dari mereka," kata Yodi.
Yodi berharap pengiriman enam nakes dari FKKMK UGM dapat membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi yang dampaknya luar biasa. Tentunya, kebutuhan kesehatannya juga sangat banyak.
"Harapannya dengan tim ini, kita bisa meringankan apa yang sekarang diderita oleh teman-teman kita, saudara-saudara kita di NTT. Kita juga berharap dari tim ini bisa bekerja dengan optimal dan nantinya bisa memberikan informasi yang kita butuhkan untuk perencanaan selanjutnya," ungkapnya.
Penyaluran bantuan obat-obatan
Selain penguatan tim medis oleh FKKMK UGM, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY pun turut berkontribusi dengan mendistribusikan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat NTT pascagempa.
"Dinkes DIY sudah menyiapkan buffer sekitar 230-an kg. Di sana ada paracetamol tablet, paracetamol sirup, multivitamin, ibuprofen, antasida, cetirizine, bahkan infus-infus kami siapkan serta masker, hand scoon juga kami sertakan," kata Gregorius Anung Trihadi, Kepala Dinas Kesehatan DIY.
Anung menyebutkan, kebutuhan obat-obatan yang didistribusikan pada tahap pertama ini senilai Rp38 juta.
Ke depan, Dinkes DIY terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di wilayah terdampak untuk melihat kebutuhan obat-obatan di NTT dengan ketersediaan yang ada.
"Yang jelas adalah obat buffer untuk DIY masih tetap aman walaupun kami donasikan kepada NTT," ucap Anung.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun telah lebih dulu mengirim tim medisnya ke NTT. Di Yogyakarta, tim medis di bawah Kemenkes yang diterjunkan dari RSUP Dr. Sardjito dan telah diberangkatkan pada 17 Agustus 2026 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. (scp/buz)
Load more