Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Mereka adalah Superman Is Dead, Rebellion Rose, Over Distortion, Marjinal, The Jeblogs, Shaggy Dog, Threesixty, Jangar, Endank Soekamti, Begundal Lowokwaru, Dongker, Rocket Rockers, Bravesboy, Death Vomit, Down For Life, Romi & The Jahats (RTJ), Lukanegara, Sukatani, Megatruh Soundsystem, Weekenders Service Crew (W.S.C), Aldy Amis, Klab Reggae Hore (KRH), dan Stereowall.
Untuk mengakomodasi jumlah penampil yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, penyelenggara menyiapkan tiga panggung dengan skala berbeda.
“Tahun ini, kami mungkin sudah sangat jatuh cinta dengan area Stadion Maguwoharjo. Jadi, niatnya setiap tahun bakal di sini terus. Pada perhelatan ketiga tahun 2026 ini, kami mengajak sekitar 23 teman band untuk tampil. Kami bagi di tiga panggung berbeda dengan skala yang berbeda juga,” ungkapnya.
Jumlah musisi tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mendatangkan 18 penampil. Penambahan jumlah tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggara menambah jumlah panggung. Dengan hanya dua panggung, pengaturan jadwal penampilan para musisi dinilai akan lebih sulit..
YK Rebelfest Volume 3 juga membawa sejumlah agenda komunitas yang menjadi bagian dari pesan sosial festival. Setidaknya, terdapat tujuh aktivasi komunitas yang dihadirkan untuk mengangkat berbagai isu di masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah Record Store sebagai ruang apresiasi terhadap rilisan fisik, Konspirasi Tuan Tanah (KTT) untuk dekorasi area, gerakan Punk Football melalui kolaborasi Rainfall FC dan Kalibrug FC, serta pengelolaan sampah melalui program Rebel Recycle bersama Ngrumat.id.
Festival ini juga melibatkan tiga kelompok yang bergerak pada isu berbeda, yakni Center for Orangutan Protection (COP), kelompok petani muda Harvest Mind, serta Perpustakaan Jalanan DIY.
COP dihadirkan untuk membawa pesan mengenai konservasi orangutan dan kondisi hutan, khususnya di Kalimantan. Menurut Fyan, Rebellion Rose telah memiliki hubungan dengan COP sejak 2012 dan sebelumnya pernah terlibat dalam kegiatan amal untuk pembangunan kandang orangutan di Kalimantan.
“Kami bekerja sama dengan Center for Orangutan Protection (COP), teman lama kami sejak 2012. Kami sempat membuat acara amal bareng untuk kandang orangutan di Kalimantan. Tahun ini, kami tahu habitat orangutan di Kalimantan sedang terjadi kebakaran besar,” tutur Fyan.
Load more