News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

7 Koleksi Museum History of Java yang Jadi Alasan Mengapa Kamu Wajib Kesini

Museum History of Java merupakan satu-satunya museum yang berada di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menggunakan teknologi Augmented Reality. 
Senin, 27 Juni 2022 - 13:59 WIB
Museum History of Java
Sumber :
  • Laman resmi Museum History of Java

DI Yogyakarta - Museum History of Java merupakan museum yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR). Beroperasi sejak 8 Desember 2018, museum ini menjadi satu-satunya museum di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menggunakan teknologi AR. 

Dilansir dari laman resminya, visi dari museum History of Java ini adalah untuk menjelaskan secara lengkap tentang sejarah pulau Jawa. Mulai dari masa kejayaan kerajaan di masa 2.5 juta tahun sebelum masehi lalu hingga kebudayaan Jawa di masa sekarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari laman resmi informasi pariwisata Yogyakarta, berikut beberapa koleksi museum History of Java yang menarik untuk kamu saksikan.

1. Hiasan Kayu Berukir Sosok Semar

Jika kamu menyukai hasil seni ukir, kamu mungkin akan menyukai koleksi museum ini yang berupa hiasan kayu ukiran sosok Semar yang dilengkapi dengan sulur tanaman.

Hiasan ukir kayu ini ini diperkirakan ada sejak abad 19. Sosok Semar diukir sebagai hakikat bagi penganut kepercayaan tertentu atau kapitayan.

2. Tempat Mencuci Keris

Museum ini juga memiliki koleksi jamasan atau tempat pencucian keris yang ada sejak abad ke-18. Koleksi benda kuno ini menjadi aset berharga yang masih tersimpan hingga saat ini. Sesuai dengan namanya koleksi unik ini berfungsi sebagai penghilang noda karat yang sering muncul pada bilah keris. 

Jamasan ini dilengkapi dengan sabut kelapa, batu bata, jeruk nipis, dan bahan pencuci keris lainnya. Teknik perawatan keris yang seperti ini sudah banyak dilakukan sejak zaman Majapahit.

3. Kentongan

Kentongan di museum ini memiliki bentuk berupa sosok laki-laki memakai kopiah. Kabarnya kentongan ini berasal sejak abad ke-17 pada zaman kerajaan Mataram.

Pada masanya, kentongan ini berfungsi sebagai penanda waktu sholat. Ketika masyarakat mendengar bunyi kentongan maka mereka akan berbondong-bondong untuk pergi ke masjid, mushola atau sholat di rumahnya masing-masing.

4. Kancip

Kancip adalah benda koleksi museum of Java yang mirip dengan bentuk gunting. Benda ini muncul pada abad 18 sampai 19. dengan menggunakan bahan dasar perak dan besi.

Kancip memiliki motifnya paksi nagaliman atau burung berkepala gajah yang dilengkapi dengan belalai membawa senjata trisula. Fungsi dari konsep ini adalah sebagai pelengkap makan sirih.

5. Kepala Garuda

Koleksi kepala garuda yang ada di museum ini merupakan kepala Garuda yang biasanya diletakkan di bagian depan kapal kerajaan. Kepala Garuda ini pertama kali digunakan pada masa kerajaan Cirebon abad ke-19.

6. Pataka

Benda koleksi berikutnya ini diperkirakan muncul sejak abad 13, atau pada masa kerajaan Majapahit.

Koleksi ini berbentuk trisula yang dilengkapi dengan hiasan kepala naga. Pataka disebut-sebut sebagai warisan atau peninggalan Kerajaan Singasari yang kemudian diambil alih oleh kerajaan Majapahit.

7. Lentera

Lentera kuno yang menjadi salah satu koleksi Museum History of Java. Benda ini digunakan sejak abad 11 sampai 13 di masa kerajaan Kediri. Lentera ini ini juga memiliki ukiran yang beragam dan memiliki banyak makna.

Motif tersebut berada pada bagian dasarnya yang memiliki motif mekar bunga. Kemudian pada seluruh bagian badannya terukir 8 titik api yang mengilustrasikan ajaran astabrata. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain ketujuh benda koleksi tersebut, museum yang berada di daerah Bantul, Yogyakarta ini menyuguhkan banyak koleksi benda purba yang menarik dan menjadi bahan edukasi. 

Menggunakan teknologi mutakhir, diharapkan masyarakat yang berkunjung bisa mempelajari budaya Jawa menjadi lebih menarik. Terutama isi koleksinya yang menjadi daya tarik dari museum ini. (Mzn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT