News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketua KPK: Gabung OECD Buka Peluang Jerat Pejabat Asing Terlibat Suap

Gabungnya Indonesia dalam OECD Anti-Bribery Convention, menurut KPK, dapat bermanfaat untuk menjerat pejabat asing yang terlibat praktik suap.
Jumat, 6 Juni 2025 - 22:36 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyatakan bahwa bergabungnya Indonesia dalam Konvensi Anti-Suap milik Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD Anti-Bribery Convention) akan memberikan peluang hukum untuk menjerat pejabat asing yang terlibat praktik suap.

Partisipasi ini akan menjadi langkah penting dalam penguatan regulasi antikorupsi secara global, terutama dalam menghadapi kejahatan lintas negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika resmi bergabung, Indonesia nantinya berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menindak pelaku korupsi yang melibatkan aktor internasional, termasuk perusahaan asing.

Setyo menekankan, poin utama dari keterlibatan tersebut adalah memperluas cakupan hukum antikorupsi serta mendukung sistem penindakan terhadap pelaku yang selama ini sulit dijangkau oleh hukum nasional.

“Manfaatnya memperkuat hukum antikorupsi yang memungkinkan kriminalisasi suap pejabat asing, pemberian sanksi tegas bagi korporasi, serta penguatan aturan pelaporan dan audit untuk deteksi korupsi,” kata Setyo dikutip dari Antara, Jumat (6/6/2025).

Lebih lanjut, Setyo menjelaskan bahwa dengan menjadi bagian dari konvensi tersebut, Indonesia akan memperoleh akses pada berbagai fasilitas kerja sama internasional.

Termasuk di dalamnya adalah mekanisme penelaahan sejawat (peer review), bantuan teknis, tenaga ahli, serta pelatihan dari negara-negara anggota OECD.

Lebih lanjut, kata Setyo, konvensi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pemberantasan korupsi di sektor swasta, yang selama ini kerap luput dari pantauan hukum.

Hal ini semakin sejalan dengan strategi KPK yang saat ini sedang mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha dalam upaya pencegahan korupsi.

Setyo menambahkan, KPK tengah menguatkan kolaborasi dengan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih bersih dan transparan.

Tujuannya tidak lain adalah memperbaiki citra dunia usaha nasional dan menciptakan iklim investasi yang sehat, baik di tingkat domestik maupun global.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan perluasan mandat KPK sebagai bagian dari proses keanggotaan penuh Indonesia di OECD.

Salah satu syaratnya adalah bergabung dalam OECD Anti-Bribery Convention.

Airlangga menyebut, pemerintah telah menyerahkan surat komitmen dari Ketua KPK kepada Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann.

Dokumen itu disampaikan dalam pertemuan tingkat menteri Dewan OECD 2025 yang berlangsung di Paris, Prancis.

"Keanggotaan ini akan mengatur terkait dengan korupsi yang dilakukan oleh korporasi, tetapi lintas batas negara. Jadi, ini salah satu pilar dalam perjanjian dengan OECD," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang diikuti di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gabungnya RI ke OECD Anti-Bribery Convention, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi hukum dalam memerangi korupsi lintas batas, tetapi juga memperluas cakupan pengawasan terhadap perilaku korporasi dan pejabat asing.

Untuk itu, menarik dinantikan bagaimana gebrakan serius Indonesia dalam menegakkan integritas di tingkat global. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sebabkan Pemadaman di Cilangkap, Dugaan Pencurian Kabel Gardu Listrik Diselidiki

Sebabkan Pemadaman di Cilangkap, Dugaan Pencurian Kabel Gardu Listrik Diselidiki

Dugaan pencurian kabel gardu listrik yang menyebabkan pemadaman listrik di kawasan Cilangkap Baru, Jakarta Timur, diselidiki.
Viral Video Jambret Kalung di Jakarta Barat, Diduga Pelaku Sudah "Pro" Lantaran Aksinya Berlangsung Cepat

Viral Video Jambret Kalung di Jakarta Barat, Diduga Pelaku Sudah "Pro" Lantaran Aksinya Berlangsung Cepat

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan aksi penjambretan. 
Dibintangi Mawar de Jongh hingga Rey Bong, Film "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Tayang di Bioskop 9 April 2026

Dibintangi Mawar de Jongh hingga Rey Bong, Film "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Tayang di Bioskop 9 April 2026

Film “Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” akan tayang di bioskop mulai 9 April 2026 nanti. 
4.500 Personel Dikerahkan, Amankan Paskah di Jakarta

4.500 Personel Dikerahkan, Amankan Paskah di Jakarta

Sebanyak 4.500 personel dikerahkan untuk mengamankan ibadah Paskah pada Jumat (3/4/2026) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. 
Di Depan Media Belanda, Radja Nainggolan Menyesal Seumur Hidup Tidak Pilih Bela Timnas Indonesia: Kalau Tahu Begini, Sudah Dari Dulu

Di Depan Media Belanda, Radja Nainggolan Menyesal Seumur Hidup Tidak Pilih Bela Timnas Indonesia: Kalau Tahu Begini, Sudah Dari Dulu

Radja Nainggolan akhirnya buka suara soal penyesalan terbesarnya, sebut lebih memilih bela Timnas Indonesia jika tahu karier Belgia-nya berakhir menyakitkan.
Duh, Sudah Menang Set Keempat Tapi Tumbang! Jakarta Pertamina Enduro Dipaksa Menyerah oleh Electric PLN di Final Four Proliga 2026

Duh, Sudah Menang Set Keempat Tapi Tumbang! Jakarta Pertamina Enduro Dipaksa Menyerah oleh Electric PLN di Final Four Proliga 2026

Meski sempat bangkit dan merebut kemenangan di set keempat, Jakarta Pertamina Enduro tetap harus mengakui keunggulan Jakarta Electric PLN dalam duel sengit lima set.

Trending

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Pengamat Belanda Ini Heran Pemain Diaspora Timnas Indonesia Mau-mau Saja Terima Paspor WNI: Bodoh, Tak Pikir Matang-matang

Pengamat Belanda Ini Heran Pemain Diaspora Timnas Indonesia Mau-mau Saja Terima Paspor WNI: Bodoh, Tak Pikir Matang-matang

Pengamat Belanda menyebut para pemain diaspora Timnas Indonesia yang langsung menerima paspor WNI, tanpa pertimbangan matang sebagai tindakan yang "bodoh".
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT